Nusantara: Spirit Kejayaan Bangsa Indonesia

Nusantara: Spirit Kejayaan Bangsa Indonesia

- in Suara Kita
313
0

Beberapa hari ini, kata Nusantara menjadi perbincangan masyarakat Indonesia, bahkan di dunia maya menjadi perbincangan hangat dari semua kalangan. Meskipun kata Nusantara sudah ada sebelum Indonesia merdeka, tetapi masyarakat menjadi “kepo” ketika presiden Indonesia, Jokowi, memilih Nusantara sebagai nama ibu kota baru Indonesia.

Pemilihan nama Nusantara bukan tanpa alasan, tetapi meliki filosofis yang sangat mendalam bagai spirit kehidupan masyarakat Indonesia. Ketika kita membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Nusataran memiliki arti sebutan semua kepuluan yang tersambung dari Sabang sampai Merauke. Atau Nusantara adalah sebutan (nama) bagi seluruh wilayah Kepulauan Indonesia.

Menengok sejarah, kata Nusantara sudah ada semenjak abad ke XIV pada masa Kerajaan Majapahit. Kata Nusantara digunakan dalam konteks politis yang untuk menamai kepulauan dari gugusan yang terdiri dari benua Asia dan Asutralia, termasuk Semenanjung Malaya. Di mana Majapahit menyebutnya wilayah-wilayah tersebut sebagai Nusantara.

Kesakralan nama Nusantara pada masa Majapahit sangat kuat, sebab Nusantara disebutkan dalam sumpah Gajah Mada yang merupakan sosok panglima perang paling ditakuti di masa. Ia bersumpah saat diangkat menjadi Patih Amangkubumi Majapahit untuk menyetukan wilayah Nusataran dalam satu kepemimpinan Majapahit.

Kurang lebih sumpah tersebut berbunyi, “Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikian saya (baru akan) melepaskan puasa.”

Dengan keyakinan dan tekat yang tinggi, Gajah Mada dengan dukungan masyarakat, ia mampu mengaplikasikan sumpah Amukti Palapanya, sehingga menjadikannya Patih yang paling disegani di Kerajaan Majapahit maupun di wilayah-wilayah lain. Persatuan wilayah-wilayah ini merupakan titik puncak kejayaan Majapahit yang diiringi tidak hanya merakul wilayah, tetapi juga dalam segi ekonomi dan kesejahtraan masyarakatnya.

Spirit dengan adanya ibu kota baru dengan nama Nusantara memberikan harapan dan impian untuk kemajuan serta persatuan yang lebih baik. Nusantara tidak hanya perpindahan ibu kota dari Jawa ke Kalimantan, tetapi diharapankan pemerataan pembanguan, akses dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Di mana ibu kota ditaruh ditengah antara pulau-pulau yang ada di Indonesia yang diharapkan akses dan menyerap aspirasi lebih baik dan bisa dimanfaatkan kepada setiap orang.

Harapan seperti sumpah Gajah Mada, di mana nusantara dipersatukan tidak hanya dalam bentuk wilayah, tetapi dalam bentuk kesejateraan dan keadilan bagai seluruh rakyat Indonesia. Nusantara sebagai gambaran kepulauan di Republik ini disatukan oleh semangat persatuan sebagai benteng kokoh dari keragaman budaya, suku, etnis, bahasa dan agama. Nusantara memiliki arti historis dan filosofis yang ingin mengembalikan sejarah kebangsaan, ciri dan karaterk bangsa, dan identitas budaya yang bhineka tunggal ika.

Yang terpenting dalam pemindahan ibu kota Indonesia adalah mewujudkan Pancasila secara nyata dalam kehidupan masyarakat. Di mana “Keadilan bagi Seluruh Rakyat Indonesia” harus menjadi pegangan kuat untuk mewujudkan bangsa yang besar dan makmur. Jayalah Nusantara, Jayalah Indonesia.

Facebook Comments