Pancasila Adalah Maqasid Syariah

Pancasila Adalah Maqasid Syariah

- in Suara Kita
195
0
Pancasila Adalah Maqasid Syariah

Sampai saat ini, sebagian kelompok Islam yang ada di Indonesia dengan suara lantang memperjuangkan formalisasi syariah ke dalam negara. Walaupun Hizbut Tahrir Indonesia sudah dibubarkan, tetapi masih banya para tokoh dan simpatisannya yang masih menyuarakan untuk menegakkan khilafah sebagai system negara di Indonesia dan menjadi dasar negara dengan syariah Islam.

Kelompok-kelompok yang merupakan penganut ideologi gerakan transnasional, seperti Ikhwan Muslimin, Hizbut Tahrir, Salafi-Wahabi dan lainnya menjadi kelompok atau organisasi Islam yang anti terhadap pancasila dan demokrasi. Karena dalam pandangannya, pancasila dan demokrasi adalah thaghut. Sehingga mereka dengan terang-terangan mengampanyekan berdirinya negara khilafah, dan menginginkan Syariat Islam diterapkan di Indonesia. Hal ini tentu saja bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, yang sifatnya sudah final dan tidak tergantikan oleh ideologi apapun.

Dalam pertumbuhan dan perkembangan kebangsaan Indonesia, dinamika rumusan kepentingan hidup bersama di wilayah Nusantara telah diuji dan didewasakan sejak dimulainya sejarah kebangsaan Indonesia. Pendewasaan kebangsaan Indonesia memuncak ketika dijajah dan dihadapkan pada perbedaan kepentingan ideologi awal abad 19 antara liberalisme, Nasionalisme, Islamisme, Sosialisme Indonesia, dan Komunisme, yang diakhiri secara yuridis ketatanegaraan tanggal 18
Agustus 1945 bertepatan dengan ditetapkannya Pancasila oleh PPKI sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 alinea keempat terdapat rumusan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Rumusan Pancasila itulah dalam hukum positif Indonesia secara yuridis-konstitusional sah, berlaku, dan mengikat seluruh lembaga Negara, lembaga masyarakat, dan setiap warga negara, tanpa kecuali.

Baca Juga : Pancasila Senafas dengan Syariah

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, jika dilihat dan ditelaah lebih mendalam. Sama sekali tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dan tujuan-tujuan di syariatkannya Islam atau Maqasidus Syari’ah. Jadi pancasila yang ditentang oleh kelompok-kelompok radikal, sejatinya sudah syariah dan tidak perlu lagi memunculkan dasar baru untuk negara Indonesia dengan NKRI Bersyariah atau sebagainya.

Pertanyaan kemudian, bagaimana kok pancasila sudah sesuai dengan tujuan-tujuan syariat Islam?. tujuan-tujuan disyariatkannya Islam atau yang dikenal dengan kata Maqasidus Syariah adalah untuk kemaslahatan umat manusia. Dalam pandangan Asy-Syatibi, dalam kitabnya Al-Muwafaqat tujuan disyariatkannya Islam adalah untuk kemaslahatan manusia baik yang bersifat duniawi atau ukhrowi.

Maqasid Syariah juga sering diartikulasikan sebagai universalitas Islam, atau dimaknai ajaran Islam yang tidak dapat diabaikan dalam kondisi bagaimanapun. Misalnya tentang ajaran keadilan, persamaan, kebebasan, kerahmatan atau kemaslahatan.

Konsesnsus para ulama bahwa Allah Swt membuat Syariat Islam adalah dalam rangka memelihara kemaslahatan umat manusia, sekaligus menghindarkannya dari segala bentuk kerusakan. Untuk mewujudkan hal tersebut, ada lima pokok yang harus dijaga keberadaannya yaitu memelihara agama (hifdz al-din), memelihara jiwa (hifdz al-nafs), memelihara akal (hifdz al-aql), memelihara keturunan (hifdz al-nasl), dan memelihara harta (hifdz al-mal)

Dalam konteks ini, kelima sila yang ada dalam pancasila semuanya adalah sesuai dengan tujuan syariat Islam atau Maqasid Syariah. Misalnnya dalam sila pertama yang berbunyi; Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila ini adalah wujud dari memelihara agama, karena dalam sila ini mengakui bahwa setiap warga negara harus beragama. Kemudian pada sila kedua yang berbunyi; kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila ini menunjukkan tentang pentingnya memelihara jiwa dan keturunan, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan serta keadaban, supaya tidak terjadi konflik dan perpecahan. Kemudian sila ketiga yang berbunyi; Persatuan Indonesia juga bagian dari memelihara jiwa. Lalu sila keempat yang berbunyi; kerakyatan yang di Pimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, yang merupakan bagian dari menjaga akal dimana setiap warga negara Indonesia diajak berpartisipasi ruang public. Dan yang terakhir adalah sila kelima yaitu; Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang merupakan wujud dari memelihara agama, jiwa, harta, akal, dan keturunan.

Pancasila sudah sangat sesuai dengan prinsip atau tujuan syariah. Walaupun secara bentuknya berbeda tetapi secara substansial sama. Pancasila adalah konstitusi tertulis negara Indonesia yang melindungi hak-hak setiap warga negara Indonesia.

Facebook Comments