Pancasila dalam Pusaran Radikalisme Agama

Pancasila dalam Pusaran Radikalisme Agama

- in Suara Kita
721
0
Pancasila dalam Pusaran Radikalisme Agama

Perdebatan mengenai relevansi dan kesesuaian Pancasila dengan agama, khususnya Islam sebenarnya telah tuntas dibahas oleh para ulama terkemuka bangsa ini. Telah selesai dijelaskan pada Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama tahun 1983. Namun demikian, tetap saja ada upaya merongrong Kesaktian Pancasila dengan beragam isu agama, misalnya melalui narasi, “agama Islam ciptaan Allah sementara Pancasila buatan manusia”.

Pancasila, tepatnya “Kesaktian Pancasila” memang selalu mengalami uji tanding kedigdayaan. Mulai dari pemberontakan secara fisik maupun non fisik melalui isu-isu keagamaan yang mencondongkan Pancasila tidak sesuai dengan prinsip-prinsip universalitas agama Islam yang dilakukan secara massif. Daripada yang fisik, non fisik lebih berbahaya sebab dilakukan dengan cara yang sangat halus melalui isu ideologi dan keyakinan agama.

Untuk itu, bangsa Indonesia khususnya umat Islam, tidak boleh terlelap dan harus terus melakukan upaya menjaga dan merawat Pancasila. Antusiasme untuk membincangkan dan mengamalkan prinsip-prinsip luhur Pancasila harus terus didengungkan. Jangan hanya serius membicarakan Pancasila disaat situasi kebangsaan mengkhawatirkan. Bila terjadi chaos, baru kita berteriak lantang tentang Pancasila. Oleh karena itu, dalam wacana publik, Pancasila harus terus dibicarakan, terutama sekali dalam konteks relevansi dan kesesuaian Pancasila dengan agama Islam.

Kelompok anti Pancasila akan terus menggelindingkan isu-isu dan beragam narasi keagamaan yang menyudutkan Pancasila seolah-olah sangat tidak sesuai dengan agama Islam. Ini karena, untuk menghancurkan Indonesia tidak ada jalan kecuali menghancurkan ideologi Pancasila terlebih dahulu karena telah terbukti mampu merekatkan keragaman bangsa Indonesia. Pluralisme berhasil diakomodir dengan sempurna di bawah payung Pancasila.

Peran Tokoh Agama Diperlukan Untuk Membentengi Pancasila

Sebenarnya ini tugas kita semua sebagai rakyat Indonesia kalau masih ingin Indonesia tetap ada. Namun sebagai tokoh sentral, peran yang dimainkan para ulama serta semua tokoh agama lebih signifikan. Sebagai panutan yang kesehariannya sering bertatap muka dengan masyarakat menjadi peluang yang sangat baik untuk mengkampanyekan Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam. Masyarakat akan lebih mendengarkan argumen-argumen mereka tentang kompabilitas atau kesesuaian nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai agama Islam.

Memang relasi sosial di masyarakat masih sangat kokoh, namun gejala fanatisme agama dan ekslusivisme yang berlebihan telah secara berlahan-lahan menggerogoti kekuatan relasi sosial tersebut di akar rumput. Itu, ditandai oleh fenomena, seperti maraknya gerakan ideologi transnasional, aksi terorisme dan geliat intoleransi yang terus menggelinjang.

Akibatnya, cuaca relasi antar agama, bahkan intra agama, tidak lagi dingin dan adem tapi panas dan menegangkan. Dalam situasi seperti ini, agama tidak menjadi identitas penyambung dan pemersatu namun menjadi pemisah relasi sosial. Yang terjadi kemudian adalah sikap eksklusif dan fanatisme agama yang rentan salah mempersalahkan. Radikalisme agama tumbuh dan berkembang dari situasi seperti ini. Efek paling berbahaya dari paham radikalisme agama ini tidak lain menjauhkan umat beragama pada tanah air. Cinta tanah air akan sirna sebab dalam pandangan mereka menghormati simbol-simbol kenegaraan adalah haram. Hormat kepada bendera haram dan seterusnya.

Untuk menyelamatkan Pancasila dari gerusan radikalisme agama harus dengan gerak yang sinergis antara negara dan seluruh komponen masyarakat. Kewajiban kita bersama untuk melakukan revitalisasi dan memelihara nilai-nilai Pancasila agar perannya tidak hilang dari kehidupan masyarakat Indonesia. Perlu diingat, Indonesia mampu bertahan sebagai NKRI sampai saat ini tidak lain karena Pancasila sebagai ideologi bangsa mampu merekatkan dan menyambung antar agama, antar etnis dan antar budaya yang ada di negeri ini. Dengan satu keyakinan yang diyakini bersama bahwa Pancasila adalah mandat agama yang harus selalu dirawat karena mengajarkan kerukunan dan kehidupan yang harmonis.

Facebook Comments