Pancasila Sakti Sebagai Landasan Membangun Negara Tangguh

Pancasila Sakti Sebagai Landasan Membangun Negara Tangguh

- in Suara Kita
1115
0

Tahun ini, peringatan Hari Kesatian Pancasila mengusung tema “Indonesia Tangguh Berlandaskan Pancasila”. Tema yang relevan dengan situasi kebangsaan saat ini. Seperti kita tahu, dalam dua dekade terakhir, bangsa ini menghadapi tantangan tidak ringan terutama dari sisi politik dan agama.

Dari sisi politik, dalam beberapa tahun belakangan ini kita menghadapi penyelewenangan demokrasi yang mewujud pada maraknya politik identitas dan kebangkitan populisme agama. Politik identitas ialah model politik yang mengeksploitasi sentimen perbedaan identitas suku, agama, kebangsaan, ras, etnis dan sejenisnya untuk meraih kekuasaan.

Sedangkan populisme agama ialah gerakan politik yang menggunakan isu keagamaan sebagai alat membangun opini dan memobilisasi massa demi tujuan pragmatis. Politik identitas dan populisme agama dalam praktiknya kerap susah dibedakan lantaran saling berkait-kelindan. Satu hal yang jelas, keduanya merupakan ancaman tidak hanya bagi demokrasi, namun juga bagi keutuhan NKRI. Tersebab, politik identitas dan populisme agama telah melahirkan intoleransi, perpecahan bahkan kekerasan.

Sedangkan dari sisi agama kita menghadapi tantangan gelombang infiltrasi ideologi transnasional bercorak radikal. Era Reformasi yang ditandai dengan demokratisasi dan terbukanya ruang publik tampaknya membawa konsekuensi pada kian suburnya ideologi asing, terutama yang berakar pada pemahaman agama (Islam) yang eksklusif, literer dan fundamentalistik.

Ali Muhtarom dalam bukunya Gerakan Keagamaan Islam Transnasional: Diskursus dan Kontestasi Wacana Islam Politik di Indonesia menjelaskan bahwa ideologi transnasional bertentangan dengan Pancasila. Pancasila berkomitmen pada terciptanya kehidupan agama, sosial dan politik yang melindungi pluralitas agama dan budaya. Sedangkan ideologi transnasional berwatak sebaliknya. Paham transnasional menghendaki tatanan kehidupan agama, sosial dan politik yang bercorak tunggal dan berdasar pada ajaran Islam yang mereka pahami secara sempit dan kaku.

Di saat yang sama, kita juga dihadapkan pada penetrasi ideologi asing lainnya, mulai dari ideologi ekstrem kiri (sosialisme dan komunisme) hingga liberalisme. Penetrasi ideologi asing, mulai dari radikalisme kanan, radikalisme kiri, hingga liberalisme itu tidak pelak telah membuat jatidiri bangsa menjadi luntur. Adalah hal yang ironis manakala melihat fenomena balakangan ini dimana generasi muda Indonesia acapkali lebih kagum dan terobsesi dengan ideologi asing ketimbang Pancasila.

Implementasi Nilai Pancasila

Tema “Indonesia Tangguh Berladaskan Pancasila” pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini kiranya bisa menjadi semacam penggugah semangat untuk menginternalisasikan nilai Pancasila ke dalam kehidupan bernegara, berbangsa dan beragama. Kita tidak perlu terpukau pada ideologi asing, baik itu radikalisme kanan, radikalisme kiri maupun liberalisme. Karena pada dasarnya, nilai dan prinsip Pancasila itu bersifat universal, melintasi sekat agama, bangsa, dan budaya. Tidak hanya itu, Pancasila juga mampu tampil memberikan jawaban memuaskan bagi semua kalangan, baik itu kalangan islamis, sosialis, maupun liberalis sekalipun.

Nadjib (2013) bahkan menyebut Pancasila memiliki keunggulan yang lebih ketimbang dokumen-dokumen seperti Magna Charta di Inggris dan United States Declaration of Independence di Amerika Serikat. Keunggulan itu terletak pada setidaknya tiga hal, yakni koherensi korespondensi, dan fleksibilitas. Koherensi dalam artian sila-sila dalam Pancasila saling terhubung dan terikat satu sama lain. Korespondensi dalam artian nilai-nilai yang dikandung oleh Pancasila itu sesuai dengan nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia, bahkan manusia pada umumnya. Sedangkan fleksibilitas dalam artian sila-sila dalam Pancasila selalu terbuka pada setiap penafsiran sehingga senantiasa relevan dengan semagat zaman (zeitgeist).

Indonesia akan menjadi bangsa tangguh dalam menghadapi segala tantangan jika nilai-nilai Pancasila diimplementasikan dalam seluruh lini kehidupan mulai ekonomi, politik hingga agama. Di bidang ekonomi, pengimplementasian Pancasila akan membuat Indonesia menjadi negara yang mandiri dan berdikari, berdaulat atas kekayaan dan sumber daya alam yang ada di wilayah NKRI serta tangguh dalam menghadapi segala turbulensi. Dengan begitu, Indonesia akan tampil sebagai kekuatan ekonomi yang disegani dunia internasional.

Di bidang politik, implementasi Pancasila akan membuat Indonesia menjadi negara demokrasi yang stabil, jauh dari kegaduhan, apalagi kekacauan yang dilatari oleh perebutan kekuasaan. Dengan implementasi Pancasila, seluruh kepentingan kiranya bisa dikelola dan diakomodasi dengan mengedepankan kepentingan bersama. Stabilitas politik merupakan hal pokok dalam mewujudkan ketangguhan dan kemajuan sebuah negara.

Terakhir, dalam konteks keagamaan implementasi nilai Pancasila akan mewujudkan kehidupan beragama yang harmonis. Dimana masing-masing pemeluk agama memiliki hak dan kebebasan menjalankan dan mengekspresikan keimanannya tanpa intimidasi dan diskriminasi. Di bawah payung besar bernama Pancasila, masing-masing komunitas agama akan hidup berdampingan, saling menghormati dan saling mengenal dalam bingkai NKRI.

Facebook Comments