Pancasila Sakti untuk Melawan Radikalisme Kanan dan Radikalisme Kiri!

Pancasila Sakti untuk Melawan Radikalisme Kanan dan Radikalisme Kiri!

- in Suara Kita
768
0
Pancasila Sakti untuk Melawan Radikalisme Kanan dan Radikalisme Kiri!

Istilah radikalisme kanan dan radikalisme kiri ini sebetulnya lebih mengacu ke dalam dua tipe para pemecah belah bangsa yang hidup di negeri ini. Kita perlu tahu akan hal itu. Memang, secara motif dan ideologi, mereka memiliki tipe yang berbeda. Tetapi memiliki tujuan yang sama. Yaitu untuk merongrong keutuhan NKRI ini.

Pertama, radikalisme kanan ini, mengacu terhadap kelompok ekstrimis yang selalu menjadikan agama sebagai legitimasi, jubah atau alat eksploitasi untuk kepentingan politik kekuasaan. Sedangkan radikalisme kiri ini, lebih condong “makar sosial” yang sifatnya juga kepentingan politik sekuler untuk menjadikan negara yang sepenuhnya mengacu ke dalam wilayah non-agama.

Keduanya jika kita amati, senyatanya sama-sama “produk impor” yang berupaya untuk memporak-porandakan persatuan, kebersamaan dan keharmonisan di Negeri ini. Bagaimana peranannya, radikalisme kanan, condong politis memanfaatkan agama sebagai basis ideologi untuk menguasai (politik identitas) dan berupaya menegasi identitas-identitas lainnya. Sedangkan radikalisme kiri, berupaya menghilangkan semua peranan agama di dalam kehidupan masyarakat dan murni ingin menjadikan negara atas dasar kepentingan politik identitas sosialnya saja.

Maka, di sinilah pentingnya menghidupkan ruh Pancasila yang sakti itu. Sebagaimana, kita perlu melawan kedua radikalisme-kanan-kiri. Dengan tetap berkomitmen untuk (moderat) tidak condong ke kanan atau ke kiri. Lalu meniscayakan keutuhan bangsa, keharmonisan dan persatuan di dalamnya.

Karena, di dalam (janji suci) yang telah disepakati oleh para pendahulu bangsa ini. Kita sepakat untuk hidup bersama. Dalam arti pemahaman, tidak boleh ada satu-pun identitas agama yang lebih ditonjolkan, Misalnya, dalam Islam tidak boleh ada istilah negara Islam atau negara berbasis khilafah dengan acuan (politik identitas).

Pun, para pendiri bangsa juga tidak sepakat dengan konsep negara non-agama. Artinya, tidak sepakat untuk membuang peranan agama ke dalam tata-etika dalam negara itu sendiri. Sebagaimana, jejak berdarah di era G30S yang menginginkan negara berbasis komunis yang ingin melepaskan peran agama dalam sistem bernegara (condong kiri).

Jadi, di sinilah letak strategis bagaimana Pancasila dihadirkan oleh para pendiri bangsa. Untuk mengikat setiap perbedaan agama ke dalam satu wadah (persatuan). Membungkus beragam agama, suku, budaya dan bahasa ke dalam wilayah untuk (saling menghargai). Mengokohkan prinsip etis di tengah keragaman tersebut dengan siklus sosial yang (harmonis) tanpa konflik.

Oleh karena itu, semua point-point dan tujuan-tujuan dari kesaktian Pancasila itu perlu kita hidupkan saat ini. yaitu untuk menumpas dan melawan habis-habisan radikalisme itu. Baik radikalisme kanan mau-pun radikalisme kiri tersebut. Dengan jalan, kita tetap berada dalam komitmen hidup berbangsa dan bernegara yang kokoh dalam persatuan, yang damai dalam kebersamaan dan nyaman dan keharmonisan.

Karena, radikalisme kanan dan radikalisme kiri itu sejatinya hanya condong pada kepentingan (kelompok tertentu) saja. Jadi, apa yang saya maksud dengan (kepentingan politik identitas) itu selalu ingin merongrong persatuan, kebersamaan dan keharmonisan bangsa ini. Karena memang, antara radikalisme kanan dan radikalisme kiri ini selalu meniscayakan sikap yang selalu membangkang, suka konflik, perpecahan dan luluhlantah dalam kecamuk kerusakan.

Oleh sebab itulah. Kita perlu membangun semacam (ikhtiar kebangsaan). Dalam tujuan, demi mempertahankan pola hidup berbangsa dan bernegara yang condong harmonis, bersatu dan saling mengikat kebersamaan. Kita perlu berjuang mati-matian untuk itu. Itu adalah amanat para pendahulu bangsa yang perlu kita bangkitkan saat ini.            

Marilah kita hidupkan Pancasila sakiti itu. Dengan tetap menjadikan ideologi Pancasila sebagai (lelaku hidup) kita dalam berbangsa dan bernegara. Karena, dengan Pancasila sakti inilah, kita bisa bersama-sama untuk membabat habis radikalisme kanan mau-pun radikalisme kiri. Demi menjaga keutuhan NKRI yang selalu kita cinta-sayangi ini.

Facebook Comments