Pancasila Syirik itu Sudah “Expired”

Pancasila Syirik itu Sudah “Expired”

- in Narasi
705
1
Pancasila Syirik itu Sudah “Expired”

Saat ini, tidak ada lagi istilah Pancasila itu syirik. Narasi itu telah expired (kedaluwarsa) atau tak layak kita “konsumsi” di negeri ini. Karena, sang produsen-nya (Abu Bakar Ba’asyir) telah mengklarifikasi. Bahwa, anggapan Pancasila syirik itu mutlak keliru dan jangan disebarkan lagi di negeri ini.

Karena, sang produsen Pancasila syirik yaitu (Abu Bakar Ba’asyir) kini telah menerima Pancasila sebagai falsafah bangsa yang harus diikuti dan ditaati. Dirinya sadar, bahwa perjuangannya sejak orde baru yang gencar menolak dan menganggap Pancasila syirik itu murni kekeliruan yang sangat besar.

Karena pada hakikatnya, Pancasila jika ditinjau secara metodologi nilai, peran dan tujuan. Itu sama-sekali tidak ada unsur pertentangan dengan ajaran agama. Bahkan selaras dengan tujuan agama. Sehingga, tidak ada lagi narasi propaganda yang sifatnya membenturkan dan menjelekkan Pancasila dengan dalih tidak sesuai dengan ajaran agama.

Jadi, jangan percaya lagi ketika masih ada yang bergerak. Baik di sosial media atau-pun di ruang nyata. Lalu membawa narasi provokatif. Bahwa Pancasila bertentangan dengan agama dan menganggap bahwa Pancasila itu syirik. Maka, narasi yang demikian jangan mudah kita telan. Sebab, itu bukan kebenaran. Karena, ketika kita telan, dia akan menjadi racun yang akan merusak pola-pikir kita. Hingga, kita tanpa disadari akan berbuat kekacauan.

Kado Kemerdekaan: Bebas dari Narasi Anti-Pancasila

Hijrahnya Abu Bakar Ba’asyir yang kini menerima Pancasila adalah kado kemerdekaan yang sangat berharga di tahun ini. Guna, membebaskan bangsa ini dari segala narasi-provokatif, anti-Pancasila. Karena, sejak orde baru bangsa ini selalu menghadapi ancaman-ancaman yang sifatnya disentegritas. Banyaknya gerakan radikal yang menolak, menantang dan ingin merobohkan Pancasila sebagai prinsip berbangsa.

Sehingga, adanya sikap dan pemahaman akhir dari Abu Bakar Ba’asyir yang kini menerima dan mengakui kebenaran Pancasila. Harus menjadi kekuatan penting. Untuk mengakhiri dan membebaskan bangsa ini dari segala narasi dan segala provokasi anti-Pancasila.

Karena, tokoh yang sejak dulu berjuang untuk anti-Pancasila kini mendukung Pancasila. Artinya, narasi-narasi anti-Pancasila ini sebetulnya harus berada dalam (akhir yang terbantahkan). Sebab, kesadaran final Abu Bakar Ba’asyir harus menjadi semacam paradigma baru untuk membersihkan bangsa ini dari sikap anti terhadap Pancasila.

Bersih-Bersih Massal Narasi Pancasila Syirik di Dunia Maya Atau Di Dunia Nyata

Tidak lama lagi kita akan kembali merayakan hari kemerdekaan NKRI, tepatnya pada 17 Agustus 1945 kita sebagai bangsa yang merdeka bebas dari penjajahan. Maka, di momentum inilah kita bisa berjuang bersama. Untuk membersihkan dunia maya kita dan dunia sosial nyata kita. Agar, bersih dari segala narasi Pancasila syirik dan lain sebagainya.

Karena, Sang produsen narasi yang menganggap Pancasila itu syirik telah mengklarifikasi. Bahwa, narasi demikian itu mutlak keliru dan jangan diperjuangkan lagi. Sebagaimana, menurut Abu Bakar Ba’asyir, Pancasila itu bersumber pada prinsip ketauhidan dan tidak ada sedikit-pun nilai di dalamnya yang bertentangan dengan agama.

Jadi, pemahaman akhir dari Abu Bakar Ba’asyir ini harus menjadi jalan etis bagi kita di negeri ini. Untuk menghapus segala narasi dan segala gerakan Pancasila itu syirik. Baik di dunia maya atau-pun di dunia nyata. Karena, narasi itu telah menemukan titik terang kebenarannya. Bahwa, itu murni keliru. Sebagaimana sang produsen narasi demikian telah mengklarifikasi. Bahwa, Pancasila sama-sekali tidak bertentangan dengan ajaran agama dan tidak mengandung kesyirikan.

Facebook Comments