Pantaskah Seorang Wali Kota Mendukung Gerakan Intoleransi?

Pantaskah Seorang Wali Kota Mendukung Gerakan Intoleransi?

- in Narasi
228
0
Pantaskah Seorang Wali Kota Mendukung Gerakan Intoleransi?

Kali ini, kita dihebohkan dengan sikap kurang etis seorang Wali Kota Bandung, yaitu Yana Mulyana. Mengapa? Dia justru ikut serta (berpartisipasi) sekaligus meresmikan gedung Dakwah Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) beberapa waktu yang lalu. Di mana, tempat ini secara orientasi akan mewadahi gerakan anti-Syi’ah dengan dalih, demi menjaga keutuhan akidah umat.

Lantas, yang menjadi pertanyaan penting, pantaskah seorang Wali Kota mendukung tempat beroperasinya gerakan intoleransi? Tentu jawabannya sangat tidak pantas, kurang etis dan melanggar amanat UUD 1945 tentang hak kebebasan beragama sesuai kepercayaan masing-masing. Sebab, gerakan anti-Syi’ah jelas sebagai gerakan yang diskriminatif sekaligus intolerant terhadap pemeluk aliran Syi’ah di Indonesia.

Wali Kota Seharusnya Membubarkan Gerakan Intoleransi, Bukan Meresmikan!

Sebagai seorang pimpinan dan penanggung jawab penyelenggara pemerintah daerah kota. Tentunya memiliki kewajiban penuh di dalam menjaga stabilitas, keamanan, kedamaian dan menjamin hak kebebasan secara sosial-keagamaan yang ada di kotanya. Artinya, sebagai Wali Kota jelas perlu membubarkan segala gerakan yang sifatnya intolerant. Bukan justru meresmikan tempat gerakan intoleransi itu sendiri.

Maka, dari sinilah letak kekeliruan dan ketidakpantasan seorang pejabat publik yang harus dibenahi. Utamanya dalam konteks sikap seorang Wali Kota Bandung yaitu Yana Mulyana yang secara resmi mendukung gerakan Dakwah Aliansi Nasional Anti Syi’ah. Sebab, gerakan ini secara fungsi dan orientasi sejatinya akan membangun gerakan-gerakan intimidatif, diskriminatif dan condong intolerant terhadap kelompok Syi’ah.

Karena, di negeri ini, semua aliran kepercayaan agama itu dilindungi dan semua diberikan hak kebebasan di dalam menganut hal demikian. Selama, tidak bertentangan dengan UUD 1945. Karena pada prinsipnya, kita adalah bangsa yang tegak atas kemajemukan yang harus bisa saling menghargai dan hidup secara harmonis satu-sama lain.

Maka, sebagai kekeliruan yang sangat besar ketika ada seorang pemimpin kota atau-pun desa. Justru mendukung, ikut serta dan meresmikan gerakan yang sifatnya akan menumbuhkan gerakan intoleransi di Indonesia. Bahkan, saya sangat tidak sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Yana Mulyana terkait peresmian gedung ANNAS itu sebagai upaya untuk menjaga keutuhan akidah umat Islam.

Sebab, gerakan yang secara orientasi anti-Syiah itu sangatlah jelas mengacu terhadap hal yang sifatnya gerakan eksklusif. Membangun upaya yang sifatnya menghilangkan atau menganggap aliran Syi’ah di Indonesia itu tidak diakui dan bahkan dianggap perlu dimusnahkan. Sehingga, ini melanggar prinsip UUD tentang hak kebebasan beragama dan bebas melaksanakan kepercayaan yang dianutnya tanpa ada sikap diskriminasi.

Jangan Mencederai NKRI yang Harmonis dengan Perilaku Intolerant

Kapasitas seorang Wali Kota tentu harus menjaga NKRI agar tetap harmonis dan saling menghargai satu-sama lain. Namun, ini justru berbanding terbalik dengan sikap kurang etis yang diambil oleh Yana Mulyana (Wali Kota Bandung) yang ikut serta meresmikan gedung dakwah Aliansi Nasional Anti Syi’ah beberapa waktu lalu.

Artinya, sebagai Wali Kota justru semakin membangun semacam kesadaran publik. Akan sikap diskriminatif dan sikap intolerant terhadap kelompok Syi’ah di Indonesia. Karena, secara tidak langsung, Yana Mulyana membangun satu citra bahwa Syi’ah di Indonesia harus dimusnahkan. Karena, hadirnya gerakan aliansi anti Syi’ah secara nasional ini akan menjadi satu sikap yang akan dicontoh oleh masyarakat. yaitu perilaku diskriminasi dan sikap intolerant.

Tentu, sikap Yana Mulyana ini sangat jelas akan membawa dampak disentegritas sosial di negeri ini. Karena, dengan ikut serta mendukung sekaligus meresmikan gerakan anti-Syi’ah ini sama halnya akan mengajak masyarakat untuk melakukan tindakan yang semena-mena terhadap kelompok Syi’ah. Dan ini akan menjadi satu bukti nyata NKRI akan ternodai dengan sikap kurang etis sang Wali Kota yang mendukung gerakan intoleransi tersebut.

Facebook Comments