Para Penunggang Agama itu Musuh Besar Agama dan Negara!

Para Penunggang Agama itu Musuh Besar Agama dan Negara!

- in Suara Kita
1205
0
Para Penunggang Agama itu Musuh Besar Agama dan Negara!

Dua hal yang perlu kita pegang. Pertama, Agama tidak pernah mengajarkan tentang kekerasan, kezhaliman atau-pun sebagai jalan memecah-belah. Kedua, negara memiliki representasi nilai agama yang condong mengikat persaudaraan, kedamaian, keharmonisan dan kebersamaan tanpa perpecahan atau-pun konflik.

Dua pemahaman ini, sebetulnya perlu kita jadikan “alat bukti” kebenaran yang valid untuk menghukumi secara jelas. Bahwa para penunggang agama itu adalah musuh besar agama dan negara. Sebab, mereka di satu sisi mencoreng, meleceh-kan dan merusak marwah agama-Nya yang seharusnya membawa rahmat dan maslahat. Karena dijadikan alat untuk memecah-belah dan merusak tatanan.

Di sisi lain, mereka adalah musuh besar negara. Karena, mereka ingin menghancurkan negeri ini. Serta ingin merampas keharmonisan, kenyamanan, ketenteraman dan kedamaian hidup kita di tanah air. Secara otomatis, segala sesuatu yang mengancam NKRI adalah musuh kita bersama.

Maka, dari sinilah sebetulnya kita mendapatkan panggilan dua jihad sekaligus. Pertama, kita jihad membela agama-Nya dari para penunggang atau para manipulator itu. Kita berjuang untuk melawan mereka di berbagai platform dan mari bersama-sama untuk merealisasikan itu.

Kedua, kita perlu berjihad membela negara. Kita memperjuangkan bangsa ini dari para penunggang agama itu. Jangan mudah termakan hasutan mereka meskipun mereka membawa isu agama. Mari kita tetap perokokoh persatuan, keharmonisan dan kebersamaan yang mengikat.

Karena, para penunggang agama ini bukan membawa ajaran agama untuk membawa maslahat, manfaat dan membawa rahmat. Tetapi, memanfaatkan agama sebagai alat. Mereka mengeksploitasi agama sebagai legalitas pembenar untuk melakukan kekerasan dan memecah-belah masyarakat.

Maka, siapa-pun yang ingin memecah-belah dan ingin merusak tatanan yang harmonis di tanah air, itu mutlak juga sebagai musuh besar negara yang perlu kita lawan bersama. Sebab, negara memiliki pranata nilai etis beragama yang condong damai, bersaudara dan anti perpecahan. Sebagaimana, negara benar-benar merepresentasikan agama yang membawa rahmat itu.

Jadi, sebagai pemahaman yang tidak perlu menjadi rahasia umum. Bahwa, agama tidak pernah bertentangan dengan konsep negara yang bersifat mengikat dan bersaudara di tengah keragaman. Pun, konsep bernegara yang demikian tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama yang sejatinya memang mengajarkan tentang konsep bernegara yang baik dan penuh pengampunan Tuhan itu.

Maka, yang bermasalah dan perlu kita lawan adalah mereka para penunggang agama. Di mana, mereka memanfaatkan agama untuk merusak tatanan negara. Mereka memanfaatkan sentiment agama untuk memecah-belah masyarakat yang harmonis. Sebab, agama tidak pernah mengajarkan hal yang semacam itu. Pun, negara juga merepresentasikan nilai-nilai agama yang membawa rahmat.

Dari ini kita perlu tanamkan dalam pikiran dan ingatan kita. Bahwa para penunggang agama atau siapa-pun itu yang memanfaatkan agama. Lalu, dijadikan alat untuk memecah-belah, merusak keharmonisan di tengah keragaman dan ingin menghancurkan tatanan. Maka itu mutlak tidak hanya sebagai musuh negara saja. Akan tetapi, itu mutlak juga sebagai musuh agama.

Oleh karena itu, kita jangan pernah termakan oleh hasutan para penunggang agama itu. Meskipun mereka membawa isu-isu agama. Sebab, sebagaimana kita perlu kembali terhadap pemahaman yang pertama. Bahwa, agama tidak pernah mengajarkan nilai-nilai kezhaliman, memecah-belah atau-pun merusak tatanan. Pun, negara yang hidup bersatu di tengah keragaman yang damai dan harmonis itu, sejatinya lahir atas dasar nilai agama yang membawa rahmat dan maslahat.            

Maka, mutlak saja katakan lagi. Bahwa para penunggang agama itu adalah musuh besar agama dan negara yang perlu kita waspadai dan perlu kita basmi keberadaannya. Maka jihad yang paling relevan bagi kita adalah membela agama-Nya dari para penunggangnya. Serta berjuang membela negara dari para perusak-nya yang mengatasnamakan agama itu sendiri.

Facebook Comments