Ramadan Perekat Persaudaraan

Ramadan Perekat Persaudaraan

- in Suara Kita
275
1
Ramadan Perekat Persaudaraan

Ramadan merupakan bulan istimewa bagi umat Islam. Pada bulan ini, mereka saling berlomba-lomba melakukan ibadah yang wajib maupun sunnah. Semua itu dilakukan sebagai wujud pengharapan hamba kepada Sang Pencipta dengan adanya berbagai kenikmatan di bulan Ramadan. Kenikmatan itu meliputi rahmat, ampunan, dilipatgandakannya amalan, dijauhkan dari api neraka dan lain sebagainya. Semua amalan dimaksudkan agar mereka dapat meraih ketaqwaan. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya, yakni: “Wahai orang-orang yang beriman, ditetapkan atas kalian puasa, sebagaimana ditetapkan atas orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.”

Selain taqwa, saat berpuasa juga perlu dilandasi Iman dan Islam, bahwa keyakinan tidak hanya dimulut melainkan juga dihati. Puasa untuk mereka yang benar-benar yakin pada Allah, bukan hanya untuk mereka yang sekedar mengakui agama Islam. Karena, puasa yang dilandasi keyakinan dalam hati akan memudahkan hingga sampai ke derajat taqwa. “Wa man yattaqillah”. Janji Allah terhadap orang yang bertaqwa pasti akan diberi solusi, jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Ini membuktikan bahwa banyaknya balasan dari taqwa yang dibarengi dengan keimanan.

Lebih dari itu, ibadah puasa yang dikerjakan pada bulan Ramadan tidak hanya sekedar menjalankan perintah agama, atau sekedar menggugurkan kewajiban perintah puasa. Tapi, sebagai bentuk penghambaan kita kapada Allah, dilandasi dengan ketulusan, keikhlasan. Dengan demikian, hubungan kita kepada Allah (muamalah ma’allah) akan terus meningkat dan ibadah puasa yang dilakukan berkualitas dan tidak sia-sia.

Selain membuat kita menjadi pribadi yang bertaqwa, serta hubungan baik kepada Allah, sebagai manusia juga harus berhubungan baik terhadap sesama. Inilah yang dinamakan Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan antar sesama muslim). Karena semua umat Islam adalah bersaudara, maka harus dijaga, dilindungi dari rasa ketidaknyamanan. Di bulan Ramadan lah waktu yang tepat untuk mempererat hubungan dengan saudara seiman. Berbagai macam ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadan begitu efektif untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah.

Sebagai contoh, ibadah yang dikerjakan pada malam bulan puasa yaitu shalat Tarawih berjamaah. Banyak sekali keutamaan bagi siapa yang mengerjakan shalat Tarawih khususnya ketika melaksanakannya secara berjamaah di Masjid. Selain mendapat pahala, terdapat banyak kebaikan yang diperoleh ketika bertemu dengan jamaah lain. Di antaranya, menjadikan ukhuwah kepada sesama lebih erat lagi dengan tersenyum, saling sapa, bersalaman dan hal baik lainnya.

Baca juga : Ramadan Dan Ujaran Kebencian

Dari al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.”  berjabat tangan merupakan ibadah yang disyariatkan, baik ketika bertemu atau berpisah. Begitu banyak kemuliaan di bulan Ramadan, terdapat momentum dimana kita mempererat ukhuwah islamiyah/persaudaraan kita.

Maka, dalam menjalin persaudaraan harus dilandasi dengan taqwa kepada Allah. Al akhilla’u yaumaidzin ba’duhum li ba’din aduwun illal muttaqin. Bahwa akan datang hari di mana orang yang awalnya bersaudara ketika di dunia, namun di akhirat mereka malah bermusuhan. Karena ketika hidup di dunia persaudaraan mereka tidak didasari taqwa pada Allah. Taqwa secara bahasa artinya menghindar. Apabila diartikan berarti menghindar dari siksa Allah di dunia dan di akhirat. Orang yang berpuasa harapannya ialah akan terhindar dari siksa dunia dan akhirat.

Kekuatan Terbesar Umat Islam

Umat Islam mempunyai kekuatan besar, yaitu Ukhuwah Islamiyah. Kunci ukhuwah itu bisa terjaga ketika kita memperhatikan sikap, serta bersikap santun kepada orang lain. Juga harus bisa mengendalikan lisan dan tindakan, tidak hanya menuntut kepada orang lain untuk bersikap baik terhadap kita. Karena dengan begitu, Allah akan menjaga ukhuwah kita. Maka, sudah seharusnya mampu mengendalikan lisan dan tingkah laku. Allah SWT berfirman “Orang-orang beriman itu bersaudara. Maka eratkanlah hubungan antara kedua saudaramu itu dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (al-Hujurat: 10)

Kebaikan dari sahabat yang bertaqwa akan memotivasi kita untuk ikut melakukan kebaikan pula. Karena dengannya akan banyak memberi pengaruh positif, dan tentunya baik untuk diri seseorang. Selain itu, sebagai sahabat akan saling mengingatkan dan saling menasihati ketika salah satunya lalai. Maka, sudah seharusnya mempunyai sahabat yang bisa saling membantu khususnya dalam hal ketaqwaan. Karena seorang Nabi pun butuh sahabat yang saling membantu, menguatkan dalam kebaikan dan ketaqwaan.

Ada beberapa cara untuk meningkatkan derajat ketaqwaan di antaranya, pertama, Saling memaafkan serta mau meminta maaf dan memaafkan. Sebagaimana dalam firman-Nya: “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (Al-A’raf :199). Sudah selayaknya sebagai muslim senang dengan datangnya bulan Ramadan. Bulan di mana umat Islam saling bermaaf-maafan. Karena, meminta maaf ataupun memaafkan itu juga akan mengantarkan kepada ukhuwah.

Kedua, berbuat adil. I’diluu huwa aqrobu littaqwa perbuatan adil yang dilakukan dengan semua, tidak hanya dengan teman akrab. Misalkan ada yang butuh pertolongan, meskipun dia bukan teman akrab kita. Sebaiknya kita menolongnya. Tidak membeda-bedakan, karena ini termasuk dalam hal kebaikan.

Ketiga, yang selalu mengagungkan syiar-syiar Allah. Ketika puasa membiasakan diri untuk mengagungkan syiar-syiar Allah. Di antara ialah dengan memakmurkan masjid, karena masjid digunakan bukan hanya untuk tempat ibadah saja, namun berfungsi juga sebagai tempat perkumpulan masyarakat, pusat dakwah, senantiasa shalat berjamaah di Masjid dan   memperbanyak tadarus Al-Qur’an.

Wallahu a’lam bi al-shawab.

Facebook Comments