Ramadan: Semangat Kebersamaan Meraih Kemenangan Bangsa

Ramadan: Semangat Kebersamaan Meraih Kemenangan Bangsa

- in Editorial
2678
1
Ramadan: Semangat Kebersamaan Meraih Kemenangan Bangsa

Bulan Ramadhan tahun ini cukup berbeda dengan tahun sebelumnya karena bertepatan dengan proses-proses krusial pasca Pemilihan Umum 2019 mulai dari perhitungan hingga penetapannya. Tentu ini menjadi anugerah serta banyak hikmah yang patut diambil.

Pemilu sebagai kontestasi politik meniscayakan perbedaan pilihan, ketegangan, pembelahan, bahkan tidak jarang keretakan tali persaudaraan. Terkadang masyarakat belum begitu dewasa memaknai dan mensikapi perbedaan politik. Mungkin saja, pihak elite politik yang juga kurang dewasa sehingga menularkan ketidakwasaannya dalam bentuk polarisasi tajam di tengah masyarakat.

Apapun analisa yang hendak dibangun, tetapi nyata harus kita akui adanya pembelahan sosial yang cukup tajam sebagai dampak perbedaan preferensi politik hingga pasca Pemilu. Dalam konteks inilah, kehadiran Ramadan ini terasa sangat istimewa karena ia menjadi aktual dan kontesktual sebagai penyambung keterputusan relasi sosial dan penambal keretakan jalinan ikatan masyarakat pasca Pemilu.

Ramadan adalah bulan yang mengajarkan kebersamaan untuk meraih kemenangan bersama. Hal ini bisa dilihat dari praktek pengalaman spiritual dan sosial yang terpancar dari aktifitas keagamaan di bulan ini. Berpuasa mendidik umat secara bersama-sama merasakan hal sama tentang makna penderitaan lapar dan haus. Ramadan mengajarkan keperihatinan bersama tentang adanya satu nasib yang harus diperjuangan bersama, bukan saling membelah diri dalam kepentingan masing-masing.

Panorama kebersamaan Ramadan sungguh menakjubkan apabila kita melihat kebersaman dalam riuhnya jamaah di bulan ini. Bisa dikatakan frekuensi keimanan dan kesalehan di bulan ini semakin meningkat dengan tingginya grafik kehadiran umat di berbagai ritual shalat secara berjamaah. Tingginya antusiasme berjama’ah ini semestinya juga memupuk tingginya kolektifitas sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Baca juga : Ramadan, Terorisme dan Reorientasi Jihad Kebangsaan

Tidak hanya pada aspek aktifitas ritual, Ramadan pada gilirannya menciptakan gugusan budaya kebersamaan yang membedakan dengan bulan sebelumnya. Ruang keluarga yang tadinya dipenuhi berbagai kesibukan terdorong dengan sendirinya berkumpul di meja makan melalui buka dan sahur bersama. Berbagai acara dan event besar dari tingkat kelurahan hingga istana menggelar buka bersama.

Ramadan pada gilirannya adalah bulan berkah yang membawa kebersamaan dari unit sosial paling kecil bernama keluarga hingga institusi besar bernama negara. Ramadan adalah bulan kasih sayang (syahrur rahmah), di mana kasih tak kenal sekat pembeda ras, bahasa dan golongan apalagi pilihan politik. Ramadan juga bulan kebaikan (syahrun thoyyibun) di mana kebaikan tidak pernah mengharap kompensasi, apalagi konsesi politik. Pun juga Ramadhan bulan tolong-menolong (syahrun ta’wun) untuk bersama-sama meraih kebaikan bersama tanpa membeda-bedakan derajat sosial kecuali ketakwaan.

Lalu, apa yang ingin diraih dari upaya mengokohkan kebersamaan di bulan ini? Kemenangan bersama adalah destinasi terakhir dari pemupukan kebersamaan. Pada akhirnya seluruh umat Islam dan bangsa ini pada umumnya akan merayakan kemenangan di hari fitri secara bersama-sama. Ketika takbir dikumandangkan, ketika itu pula luapan kebahagian, kesenangan dan kegembiraan dengan momentum saling memaafkan diresmikan.

Bangsa ini tidak boleh menyia-nyiakan momentum Ramadan ini untuk mengambil pelajaran dan hikmah berharga tentang arti kebersamaan untuk meraih kemenangan. Apapun kerasnya kontestasi yang telah dilalui melalui momentum Pemilu pada hakikatnya seluruh anak bangsa ini ingin meraih kemenangan bersama untuk kemajuan bangsa. Ketika penetapan hasil kontestasi diumumkan, ketika itu pula tidak ada lagi kemenangan kubu, kecuali kemenangan bersama untuk bangsa.

Karena itulah, Ramadan ini harus menumbuhkan kedewasaan seluruh komponen bangsa untuk meleburkan perbedaan dalam kebersamaan. Suatu keniscayaan bahwa semangat kebersamaan yang dipupuk di bulan ini diaktualisasikan dalam bentuk kebersamaan untuk meraih kemenangan bangsa. Bukan kemenangan calon tertentu, partai tertentu, dan golongan tertentu. Inilah kemenangan bangsa Indonesia.

Facebook Comments