Santri Siap Siaga (Jiwa dan Raga) Melawan Pemecah-Belah Bangsa

Santri Siap Siaga (Jiwa dan Raga) Melawan Pemecah-Belah Bangsa

- in Suara Kita
1401
0
Santri Siap Siaga (Jiwa dan Raga) Melawan Pemecah-Belah Bangsa

Menariknya, peringatan Hari Santri Nasional Pada 22 Oktober 2021 ini, mengusung tema Siap Siaga Jiwa dan Raga. Dalam arti pemahaman, santri perlu siap siaga untuk menyerahkan jiwa dan raganya. Untuk selalu setia membela, menjaga dan mempertahankan NKRI. Utamanya saat ini, di dalam melawan para pecah-belah bangsa yang sering-kali mengatasnamakan agama itu.

Karena, peran santri saya kira perlu menjadi komoditas penting. Di tengah maraknya kelompok radikal-intolerant yang berupaya ingin merusak NKRI lalu mengatasnamakan agama. Di sinilah titik penting kesiap-siaga’an santri untuk menyerahkan seluruh jiwa dan raganya untuk melawan kelompok tersebut. Tentu banyak hal yang dapat dilakukan.

Sebagaimana menurut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Santri saat ini perlu (menyatakan sikap) untuk membangun komitmen seumur hidup. Agar, membela, menjaga dan melindungi bangsa ini, serta mewujudkan perdamaian dunia.

Semua itu dapat dibangun dengan (kapasitas Santri) yang memiliki pengetahuan agama yang begitu luas, penuh toleransi,  ber-etika sosial baik dan selalu diajarkan bagaimana mencintai tanah air. Semua itu adalah modal penting untuk menjaga, melindungi dan membela keutuhan NKRI. Termasuk berkontribusi untuk membangun perdamaian dunia.

Siap-Siaga Jiwa dan Raga Melawan Kelompok Radikal-Intolerant Perusak NKRI

Sebagaimana mestinya, kelompok yang selalu ingin merusak NKRI itu adalah kelompok radikal-intolerant. Mereka jelas, sering-kali mengatasnamakan ajaran-Nya sebagai legitimasi pembenar.

Jadi, di momentum Hari Santri Nasional inilah, semua santri baik yang sudah selesai atau-pun masih di Pesantren, harus memiliki komitmen (pernyataan sikap) untuk melawan kelompok radikal-intolerant pemecah-belah bangsa ini. Sebagaimana, seumur hidup jati diri sebagai seorang santri, perlu menyatakan hal demikian.

Ada banyak hal yang dilakukan oleh Santri sesuai dengan kapabilitas, kemampuan dan titik konsen-nya masing-masing. Misalnya dalam bidang dakwah, santri harus berperan penting untuk menyuarakan ajaran keislaman yang mampu mendamaikan, bersikap inklusif, penuh tolerant dan membawa rahmat serta cinta-kasih. Munculkan pemahaman keislaman yang anti kekerasan anti perpecahan. Tanamkan ajaran keislaman yang menyatukan dan mempersaudarakan serta spirit nasionalisme yang begitu kokoh.

Begitu juga dalam bidang yang lain. Misalnya di dunia maya. Santri juga bisa berperan aktif untuk menyebarkan konten-konten yang positif. Mendeteksi dan juga meng-eliminasi konten kelompok radikal-intolerant. Selain itu, juga sangat penting di dalam membawa ajaran keagamaan yang membawa rahmat, mengikat persatuan dan selalu menjaga keutuhan dan perdamaian di negeri ini.

Selain itu, Santri juga perlu di mana-pun, kapan-pun dan dalam kondisi apa-pun untuk tetap menjaga, membela, membangun dan menguatkan NKRI. Karena pada dasarnya, segala ideologi para pemecah-belah bangsa itu masuk dan merasuki ke dalam berbagai ranah. Jadi, kesiagaan jiwa dan raga santri itu perlu terus ditumbuhkan di dalam dirinya di mana-pun dan kapan-pun.            

Sebagaimana pesan KH. Hasyim Asy’ari, bahwa tugas santri itu ada dua. Pembawa ajaran Islam yang maslahat. Serta menjaga tanah airnya. Dua prinsip ini adalah jalan etis lembaga Pesantren yang perlu dipertahankan. Maka, sebagaimana peringatan Hari Santri Nasional, dua modal itu perlu dipegang oleh Santri untuk siap-siaga secara jiwa dan raganya untuk membela, menjaga dan melindungi NKRI yang kita cintai ini.

Facebook Comments