Sinergi Bersama Menjaga Kedaulatan Pancasila

Sinergi Bersama Menjaga Kedaulatan Pancasila

- in Suara Kita
252
0

Dalam beberapa bulan belakangan, arus serangan terhadap kedaulatan Pancasila baik secara daring maupun luring kian santer. Dimulai dari terbongkarnya jaringan organisasi Khilafatul Muslimin, berkibarnya bendera mirip HTI di salah satu acara politik, hingga derasnya narasi intoleransi dan radikalisme yang disebar di kanal-kanal media sosial.

Seluruh fenomena itu membuktikan bahwa ancaman terhadap kedaulatan Pancasila itu nyata adanya. Dan, harus diakui pula bahwa ancaman terhadap kedaulatan Pancasila yang paling nyata justru berasal dari penyebaran ideologi keagamaan transnasional.

Jika diamati, sejak dua dekade era Reformasi berjalan, gerakan penyebaran ideologi keagamaan transnasional terus mengalami dinamika dan metamorfosa. Meski berat hati, harus diakui bahwa ideologi keagamaan transnasional hari ini telah menyebar ke seluruh dimensi dan lini kehidupan.

Gerakan keagamaan transnasional memang lihai bermetamorfosa dan berkamuflase ke dalam berbagai bentuk. Mulai dari ormas keagamaan, organisasi kemasyarakatan, institusi pemerintah, lembaga pendidikan, dan unit-unit sosial-kemasyarakatan lainnya.

Waspada Metamorfosa dan Kamuflase Ideologi Transnasional

Menghadapi paham atau gerakan yang lihai berkamuflase dan bermetamorfosa ini jelas tidak mudah. Di satu sisi, mereka layaknya parasit alias benalu yang menumpang hidup pada inangnya. Dalam konteks ini, kelompok radikal-transnasional bisa hidup di Indonesia karena memanfaatkan iklim kebebasan berpendapat dan berekspresi yang dilindungi oleh sistem demokrasi.

Namun, di saat yang sama mereka juga pandai bermetamorfosa. Misalnya, ketika satu organisasi radikal-transnasional berhasil ditumpas, akan muncul organisasi serupa dengan nama yang berbeda.

Maka dari itu, diperlukan kebijakan strategis dan langkah taktis untuk menjaga kedaulatan Pancasila, utamanya dari ancaman ideologi transnasional. Melawan paham dan gerakan transnasional tidak cukup hanya dengan berteori, apalagi sekadar melempar wacana dan opini.

Melawan paham dan gerakan transnasional membutuhkan kerja konkret yang melibatkan sinergi seluruh pihak. Dimulai dari koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah hingga ke level terbawah, yakni RW dan RT. Serta sinergi antara pemerintah dengan masyarakat sipil, mulai dari tokoh agama, figur publik, lembaga keagamaan, hingga masyarakat umum.

Kebijakan strategis yang penting salah satunya ialah menyusun regulasi khusus yang mengatur tentang pelarangan ideologi atau gerakan yang mengancam kedaulatan Pancasila. Ini artinya, harus ada aturan hukum yang secara spesifik mengatur atau melarang penyebaran ideologi dan gerakan keagamaan transnasional bercorak radikal.

Selama ini, ketiadaan aturan ini menjadi semacam celah yang dimanfaatkan oleh para eksponen gerakan keagamaan transnasional untuk menyebarkan pandangan dan sikapnya yang anti-NKRI dan Pancasila.

Sinergi Bersama Menjaga Kedaulatan Pancasila

Adanya payung hukum yang jelas akan membuat aparat keamanan memiliki dasar legitimasi untuk memberangus para penyebar narasi intoleransi dan radikalisme. Selama ini, meski organisasi intoleran-radikal sudah banyak yang dibubarkan, namun para pengasong ideologinya masih bebas berkeliaran dan menebar kebencian dan permusuhan dimana-mana. Penyebaran ideologi transnasional secara parsial dan dilakukan per-individu inilah yang justru membahayakan.

Sedangkan langkah taktis yang paling penting ialah menyatukan persepsi bersama antara pemerintah pusat dan daerah, sampai ke level kelurahan atau desa, mengenai bahaya ideologi dan gerakan keagamaan transnasional. Selama ini, ada kesan bahwa pencegahan penyebaran ideologi transnasional hanya menjadi wewenang pemerintah pusat. Sedangkan, pemerintah daerah apalagi di level akar rumput cenderung kurang memiliki sensitivitas dan kesadaran dalam melawan ideologi transnasional.

Maka, diperlukan sinergi bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk membangun kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama dalam melawan segala paham dan gerakan yang berpotensi mengganggu kedaulatan Pancasila. Sinergi ini idealnya juga melibatkan elemen masyarakat sipil, mulai dari organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, organisasi kepemudaan, dan sejenisnya. Pendek kata, seluruh elemen bangsa harus membangun kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menangkal setiap gerakan yang mengancam kedaulatan Pancasila.

Terakhir, namun tidak kalah pentinya ialah implementasi Pancasila di segala bidang, mulai dari sosial, politik, agama, hingga budaya. Kekuatan Pancasila di tengah gempuran ideologi asing salah satunya ditentukan oleh bagaimana ia mampu berbicara banyak dalam menyelesaikan persoalan kebangsaan, kenegaraan, dan keagamaan. Pancasila bukanlah benda mati. Pancasila merupakan kata kerja yang harus kita ejawantahkan dalam kehidupan masyarakat.

Implementasi Pancasila dalam kehidupan masyarakat secara tidak langsung akan menjadi benteng dari infiltrasi ideologi keagamaan transnasional. Selain itu, implementasi Pancasila kiranya juga akan menjadikan masyarakat yakin bahwa tidak ada ideologi yang cocok untuk bangsa Indonesia selain Pancasila. Ini artinya, “kehadiran” Pancasila di tengah kehidupan masyarakat ialah prasyarat mutlak untuk menghalau segala paham dan gerakan yang mengancam kedaulatan bangsa dan negara.

Facebook Comments