Teroris KKB: Kesengsaraan Bagi Rakyat Papua!

Teroris KKB: Kesengsaraan Bagi Rakyat Papua!

- in Suara Kita
686
0
Teroris KKB: Kesengsaraan Bagi Rakyat Papua!

Di sosial media, saya menemukan satu video perihal anggota KKB yang memutuskan diri untuk kembali ke pangkuan NKRI. Pada saat diwawancarai, Ia menyampaikan segala kesengsaraan selama bergabung di KKB. Ibaratkan, dia seperti diperalat oleh oknum tertentu. Demi menghancurkan tanah airnya sendiri yang jelas-jelas dirinya bisa hidup enak, nyaman, aman, tenang dan harmonis.

Karena, simbol perjuangan “kemerdekaan” bagi rakyat Papua itu seperti hanyalah “alat legitimasi” politik kekuasaan. Untuk memanfaatkan rakyat Papua agar berperang (diadu-domba) dengan negaranya sendiri. Jadi, adanya KKB itu sebetulnya bukan untuk kemerdekaan Papua yang sejahtera. Melainkan jalan kesengsaraan bagi rakyat Papua sendiri yang perlu kita sadari.

Tentu, pengakuan mantan anggota KKB itu jelas merupakan ungkapan yang sangat tulus, tanpa paksaan dan benar adanya. Karena, sangat tidak mungkin mereka mengatakan sesuatu yang bohong. Jika tidak didasari oleh kejujuran dirinya yang tulus. Hingga, membuat Ia sadar bahwa NKRI adalah kehidupan yang layak bagi dirinya.

Sebab, upaya untuk merdeka di atas kemerdekaan yang telah memberikan kehidupan yang inklusif; penuh kedamaian, keamanan, kenyamanan dan keharmonisan itu sangat jelas adalah kepentingan politik untuk merebut kemerdekaan itu sendiri. Bagaimana tidak, jika hidup dalam wadah NKRI yang telah aman, damai, nyaman dan penuh dengan harmonis-bersaudara itu masih dianggap tidak merdeka?

Sebagaimana pengakuan mantan anggota KKB itu. Mereka justru jauh lebih nyaman hidup dalam pangkuan NKRI. Dari pada bergabung dengan KKB yang setiap harinya penuh ketakutan, kegelisahan, menyakiti rakyatnya sendiri, selalu tidur di hutan dan mereka seperti terus dikejar-kejar (rasa bersalah). Karena menyadari, bahwa rakyat Papua itu adalah bagian dari NKRI yang tidak bisa dilepas. Kenapa mereka mau diperalat untuk menghancurkan tanah airnya sendiri? Bukankah itu sebuah kebodohan?

Dari sedikit fakta perihal pengakuan mantan anggota KKB yang semacam ini, kita sebetulnya telah diberikan satu pemahaman penting. Bahwa, kelompok KKB itu sejatinya adalah proyek politik yang bergerak separatis. Mereka menindas, merusak segala fasilitas yang ada dan bahkan tidak segan menzhalimi rakyat sipil yang tidak salah. Karena tidak mendukung KKB itu sendiri.

Kalau kita bandingkan dengan teroris yang agamis, tentu KKB justru condong lebih membawa legitimasi perjuangan, kemerdekaan dan kesejahteraan rakyat Papua. Meskipun, keduanya sama-sama pelanggar kemanusiaan dan memiliki tujuan politik untuk menguasai tatanan. Sehingga, kesimpulan etis kita berada dalam satu wilayah.

Karena, kelompok apa-pun itu yang memiliki misi untuk menguasai tatanan dan bertindak zhalim melanggar kemanusiaan itu adalah teroris. Karena, ketidakadilan, kebebasan dan kebenaran agama sering-kali dijadikan alat untuk menipu masyarakat agar tertarik bergabung dengan komplotan teroris tersebut.

Maka, sebagaimana point utama tulisan ini lahir atas penyesalan yang dilakukan oleh salah satu mantan anggota KKB, membuat kita sadar. Bahwa, adanya KKB itu tidak layak dipertahankan. Melainkan perlu dihilangkan dari negeri ini. Karena dia bukan pembawa kemerdekaan bagi rakyat Papua. Melainkan membawa kesengsaraan yang nyata bagi seluruh rakyat Papua.            

Jadi, teroris KKB itu adalah musuh rakyat Papua dan musuh seluruh masyarakat Indonesia. Karena, musibah ini sejatinya tidak hanya dirasakan oleh rakyat Papua. Tetapi, juga dirasakan oleh semua rakyat Indonesia. Karena, kita Indonesia memiliki ragam agama, suku, bahasa dan warna kulit yang beragam. Namun, di satukan oleh spirit yang sama. Yaitu NKRI. Maka, dari sinilah kita perlu melawan teroris KKB Papua sang pembawa sengsara rakyat ini.

Facebook Comments