Terorisme KKB Papua Itu Nyata

Terorisme KKB Papua Itu Nyata

- in Suara Kita
1250
0
Terorisme KKB Papua Itu Nyata

Secara resmi, pemerintah telah menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua (KKB Papua) sebagai kelompok terorisme. Penetapan ini dilakukan dengan melihat rentetan kejahatan yang telah mereka lakukan, seperti penyerangan terhadap petugas keamanan, hingga perusakan fasilitas dan penganiayaan terhadap warga sipil. Praktik-praktik kekerasan yang mereka lakukan, mempunyai sistem yang masif, terstruktur, dan sistematis.

Banyak yang mendukung keputusan pemerintah dalam melabeli KKB Papua sebagai kelompok teror. Bahkan diantara mereka, ada yang menginginkan pelabelan ini, dilakukan sedari awal, karena sepak terjang KKB Papua yang sudah teramat membahayakan. Lihat saja pada kasus pembakaran sekolah (7/4/2021), pembakaran helikopter (12/4/2021), pembakaran rumah anggota DPRD (13/4/2021), dan beberapa kejahatan keji lainnya.

Secara umum, pelabelan terorisme pada KKB Papua akan berefek panjang di beberapa lapisan. Pertama, dalam lingkup sosial, banyak masyarakat akan tersadar bahwa gerakan yang diusung oleh KKB Papua bukanlah gerakan sosial-politik, melainkan gerakan militer yang mengancam keselamtan publik. Kedua, dalam lingkup internasional, dunia akan mendukung gerakan pemberantasan terorisme yang dilakukan oleh pemerintah. Ketiga, sebagai peringatan untuk semua orang untuk tidak ikut ataupun membantu KKB Papua dalam melaksanakan aksi terornya.

Gerakan KKB Papua bukanlah satu-satunya tindakan terorisme yang mengusung kemerdekaan Papua. Sudah banyak kelompok teror dari masa Soekarno hingga sekarang yang terus menerus menggunakan pola yang sama untuk membenarkan setiap kejahatan mereka. Perspektif pemerintah sebagai pelaku kejahatan yang menindas rakyat, terus disuarakan untuk menanamkan perspektif buruk pada masyarakat. Sehingga aksi-aksi yang mereka lakukan, bisa dianggap sebagai kebenaran, bahkan memperoleh dukungan.

Meskipun begitu, masih banyak pihak yang menganggap apa yang dilakukan KKB Papua sebagai tindakan yang tepat. Mereka mengargumentasikan pada alasan penindasan yang dilakukan pemerintah. Bahkan diantara mereka ada yang memperkuat pernyataan tersebut dengan gelar pejuang kemanusiaan dan kesejahteraan rakyat Papua.

Oleh karena itu, pola penyadaran tentang nyatanya KKB Papua menjadi penting dilakukan. Masyarakat harus diberikan edukasi bahwa segala bentuk tindakan kekerasan harusnya dikutuk, dan tidak memperoleh tempat. Apapun alasannya, kelompok-kelompok terorisme yang melakukan rentetan pembunuhan terhadap pihak keamanan, anak-anak, ataupun warga sipil yang tidak bersalah merupakan suatu kesalahan, bukan perjuangan.

Langkah penyadaran harus dilakukan dari pihak pemerintah sampai masyarakat. Dari unsur pembuat kebijakan hingga penerapan dari kebijakan tersebut. Menjadi penting adalah pemantauan dari kebijakan-kebijakan yang diambil, sehingga dorongan untuk menjauhi KKB Papua terasa lebih maksimal. Terdapat 3 langkah yang bisa dilakukan untuk memukul mundur gerakan terorisme KKB Papua.

Pertama, melawan segala macam narasi yang disebarkan untuk membenarkan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh KKB Papua. Secara kreatif, bisa dilakukan melalui sosial media dengan menyebarkan counter atas narasi pembenaran aksi kejahatan KKB Papua. Perlawanan narasi ini harus dilakukan secara masif, terstruktur, dan sistematis. Hal ini mengingat matangnya narasi terorisme yang diusung oleh KKB Papua. Sehingga untuk menggoyahkan narasi tersebut, dibutuhkan cara yang rapi dan dilakukan secara terus menerus.

Kedua, meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitar akan bahaya terorisme. Tindakan yang dilakukan oleh KKB Papua, semula berasal dari dorongan-dorongan kecil untuk melakukan kekerasan, kemudian menjadi besar karena dukungan dari masyarakat sekitar. Oleh karena itu, menjadi penting untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menyikapi segala bentuk tindakan teror, meskipun tindakan tersebut kecil. Sehingga tindakan terorisme masih mudah dicegah dalam keadaan yang masih lemah.

Ketiga, memupuk nilai-nilai spiritual dan persatuan bangsa. Nilai kemanusiaan yang berusaha diwariskan oleh pendahulu, merupakan ikhtiyar untuk merawat bangsa. Prinsip yang tertuang dalam ideologi, haruslah diterapkan dalam pemaknaan hidup sehari-hari. Prinsip seperti ini pun dapat membentengi diri untuk menyakiti orang lain, karena diri menjadi sosok yang lembut, penyayang, dan tidak tega melihat penderitaan orang lain.

Facebook Comments