Senin, 26 Agustus, 2019
Informasi Damai
hoax

hoax

74 Tahun Indonesia: Kemerdekaan Beragama

74 Tahun Indonesia: Kemerdekaan Beragama
Suara Kita
Pada momentum hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-74 tahun sudahkah bangsa ini merdeka dalam menjalankan agamanya. Kemerdekaan beragama dan berkepercayaan mengandung arti bahwa tiap-tiap manusia bebas memilih, melaksanakan ajaran agama menurut keyakinan dan kepercayaaannya, dan dalam hal ini tidak boleh dipaksa oleh siapapun, baik itu oleh pemerintah, pejabat agama, masyarakat, maupun orang tua sendiri. Kemerdekaan beragama dan berkepercayaan muncul karena secara prinsip, tidak ada tuntunan agama apa pun yang mengandung unsur ...
Read more 1

Islam, Kemerdekaan dan Keadilan

Islam, Kemerdekaan dan Keadilan
Suara Kita
Riuh rendah perayaan hari kemerdekaan Indonesia mulai terasa di seluruh penjuru negeri. Gapura berhiaskan berbagai macam ornamen didirikan. Bendera merah putih dikibarkan. Berbagai perlombaan digelar. Seluruh energi bangsa bersiap menyongsong hari terpenting dalam sejarah Republik Indonesia. Namun, di  balik gegap gempita perayaan tersebut, kita patut menyisakan ruang untuk sekadar merefleksikan  makna kemerdekaan. Sudahkah kita benar-benar merdeka? Atau jangan-jangan kemerdekaan yang kita nikmati selama ini semu belaka? Jika kita merujuk pada ...
Read more 1

Menggemakan Islam Sebagai Teologi Kemerdekaan

Menggemakan Islam Sebagai Teologi Kemerdekaan
Suara Kita
Gema takbir bergema di setiap sudut. Masjid saling bersautan. Jalan-jalan dengan rombongan anak-pemuda, laki-perempuan, tua-muda hanyut dalam irama takbir. Itulah yang terjadi selama Idul Adha dan hari tasyri’ 4 hari ini. Islam memberikan kegembiraan, kedamaian, keguyuban, dan keharmonisan. Takbir selama ini memang disalahgunakan oleh kelompok tertentu untuk demo, memperbesar polarisasi, membuat deferensiasi kelompok ini dan itu. Akan tetapi, selama idul adha ini, takbir menjadi pemersatu; merekakatkan hubungan antara satu sama ...
Read more 2

Merdeka dari Radikalisme

Merdeka dari Radikalisme
Suara Kita
Tanggal 17 agustus 1945, sekitar 74 tahun yang lalu. Terjadi satu peristiwa penting bagi rakyat Indonesia. Bung Karno, presiden pertama Republik Indonesia, pada hari itu, membacakan pernyataan merdeka yang telah ditunggu beratus-ratus tahun lamanya oleh seluruh warga Indonesia. Deklarasi yang bermakna bahwa kita telah terbebas dari belenggu penjajahan selama kurun waktu kurang lebih 350 tahun. Memang, proklamasi sendiri hanya sebuah pengumuman. Sementara itu, “Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, ...
Read more 4

Islam, Perempuan, dan Kemerdekaan

Islam, Perempuan, dan Kemerdekaan
Islam sebagai agama yang rahmatal lil alamin hadir sekitar 1400 an tahun yang lalu di Jazirah Arab, tepatnya di Kota Makkah. Pada masa itu, masyarakat Makkah masih jahiliyyah dan banyak melakukan hal-hal negatif yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Salah satu kebiasaan buruk mereka adalah mengubur bayi perempuan hidup-hidup dan menganggap perempuan tidak berguna. Sejak Nabi Muhammad SAW hadir mendakwahkan Islam, sejak saat itu derajat perempuan diangkat dan dimuliakan. Sebagaimana ...
Read more 1

Merdeka dari Radikalisme, Menuju Indonesia Damai

Merdeka dari Radikalisme, Menuju Indonesia Damai
Suara Kita
Indonesia sebagai negara berdaulat sudah memproklamirkan kemerdekaanya pada 17 Agutus 1945 lalu. Pertanda segala belenggu penjajahan sudah lepas. Pasca proklamasi, tugas utama anak bangsa adalah mengisi kemerdekaan. Mempertahankan agar dinding-dinding pertahanan itu jangan sampai jebol dari ancaman. Ancaman bersifat fisik: penyerangan, revolusi, kudeta, dan perang –dalam sejarah Indonesia masih bisa ditangkal. Akan tetapi, ada ancaman bersifat non-fisik berupa ajaran, paham, atau doktrin radikalisme yang tidak kalah berbahayanya dengan ancaman fisik ...
Read more 1

Islam Rahmatallil’alamin, Menghidupi Pesan Syaikhina KH Maimun Zubair

Islam Rahmatallil’alamin, Menghidupi Pesan Syaikhina KH Maimun Zubair
Suara Kita
Selasa Pon, 5 Dzulhijjah atau bertepatan dengan 5 Agustus 2019 umat Islam Indonesia berduka. Salah seorang ulama kharismatik, guru dari para kyai dan ribuan santri Indonesia telah kembali kepada Allah SWT. Salah satu generasi terbaik yang dimiliki bangsa ini kembali meninggalkan kita. Ribuan orang berduka, mengenang sosok Mbah KH Maimun Zubair yang sungguh luar biasa. Tidak terhitung begitu banyak sumbangsih yang telah diberikan kepada bangsa ini. Keteladanannya telah memberikan angin ...
Read more 0

Merdeka Secara Diskursif

Merdeka Secara Diskursif
Suara Kita
There is only one world, the world of language, and there is no the way out. Demikianlah kurang lebih kesimpulan Don Cupitt, seorang yang membawa peristiwa the linguistic turn ke ranah teologi. Problem bahasa, problem teks, problem diskursus, sebenarnya telah lama menjadi problem kemanusiaan. Sebelum peristiwa the linguistic turn, dalam dunia filsafat, kita mengenal yang namanya tradisi filsafat anglo saxon atau filsafat non-kontinental. Fungsi filsafat pada saat itu tak lebih ...
Read more 1

Idul Adha: Mengakhiri Egoisme, Menebarkan Damai dan Kasih Sayang

Idul Adha: Mengakhiri Egoisme, Menebarkan Damai dan Kasih Sayang
Suara Kita
Idul adha adalah momentum umat Islam untuk berbagi kepada sesama. Idul Adha secara ritual merupakan kilas balik sejarah umat manusia untuk saling peduli dan berbagi dalam rangka menemukan hakekat diri menggapai ridho Allah SWT. Idul Adha juga ritual kolosal yang tercermin dalam ibadah haji, jejak warisan Nabi Ibrahim menemukan tauhidnya. Makanya, haji menjadi momentum global dalam menguatkan kembali peradaban dunia di tengah maraknya gejolak radikalisme dan terorisme global. Haji menjadi ...
Read more 0

Semangat Berkurban: Semangat Menjauhi Kejumudan Intelektual

Semangat Berkurban: Semangat Menjauhi Kejumudan Intelektual
Suara Kita
Baru-baru ini kita kembali mendapati informasi mengenai peristiwa yang menggambarkan kejumudan intelektual, di mana terdapat beberapa orang yang mengatasnamakan salah satu kelompok masyarakat dengan agama tertentu melakukan aksi sweeping terhadap sejumlah literatur. Secara sekilas hal ini bisa menunjukkan kepada kita bahwa kejadian di kota Makasar merupakan sebentuk representasi dari banyak-nya pihak yang sangat anti terhadap literasi dan menyenangi populernya semangat-semangat populisme. Pemikiran semacam ini tidaklah hadir tanpa latar yang mendukungnya, ...
Read more 0
Translate »