Senin, 26 Agustus, 2019
Informasi Damai
sara

sara

Historiografi Gotong Royong

Historiografi Gotong Royong
Suara Kita
Disengat panas terik matahari, warga Desa Kemudo, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, bergotong royong membuat talud pinggir jalan serta memperbaiki lahan budidaya tanaman anggur. Apa yang mereka lakukan adalah dalam rangka menyelesaikan program Padat Karya Tunai (PKT) yang didukung penuh oleh PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur. Dengan gotong royong, lebih dari 300 warga desa, sejumlah perangkat desa, serta beberapa anggota karang taruna bekerja sama mewujudkan PKT. Di samping kuatnya hasrat ...
Read more 2

Hatta, Islam Subtantif, dan Kemerdekan Kita

Hatta, Islam Subtantif, dan Kemerdekan Kita
Suara Kita
Kemerdekaan itu dari dan untuk semua, bukan dari dan untuk sekelompok orang. Itulah pelajaran berharga dari Bapak Bangsa, Mohammad Hatta. Dengan alasan ini, Hatta berani menghapus tujuh kata dengan kewajiban syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya dari sila pertama Pancasila. Tujaan utama Hatta tak lain adalah demi persatuan bangsa. Pancasila sebagai dasar negara sudah seharusnya mengakomodir semua golongan. Sebab Indonesia menurut Hatta, bukan hanya dimiliki umat Islam, melainkan juga agama dan kepercayaan ...
Read more 2

Menjadi Muslim Kaffah, tidak Harus Bernegara Syariah

Menjadi Muslim Kaffah, tidak Harus Bernegara Syariah
Suara Kita
Permasalahan klasik selalu diperbedatkan, antara agama menjadi negara atau tidak. Terlebih masyarakat Indonesia yang notabene sebagai masyarakat beragam Islam. Selalu saja ada –segelintir muslim yang selalu menginginkan ajaran Islam diterapkan dalam kehidupan bernegara secara penuh. Padahal permasalahan ini sudah tuntas diselesaikan para pendiri negara ini. Islam, kata Bung Hatta, harus seperti garam, buku seperti gencu. Di mana nilai-nilai islam harus masuk dalam sendi-sendi kehidupan pribadi seseorang, yang kemudian memberi efek ...
Read more 2

Indonesia Merdeka: Jaga Identitas Kebangsaan, Tolak Radikalisme

Indonesia Merdeka: Jaga Identitas Kebangsaan, Tolak Radikalisme
Suara Kita
Tujuh puluh empat tahun tentunya bukan usia yang muda lagi, meski belum bisa dikatakan sebagai usia yang tua bagi suatu kemerdekaan, sebagaimana negara-negara lain yang usia kemerdekaannya sudah mencapai ratusan tahun. Point of interest dari pembahasan kali ini tentunya bukan pada usia biologis ansich, akan tetapi yang jauh lebih penting adalah usia ideologis, dalam pengertian sudah sampai sejauhmana capaian atas target sebagai negara demokrasi  yang berdasarkan Pancasila. Diskursus atas hal ...
Read more 1

Merdeka dari Teror, Hate Speech, dan Hoax

Merdeka dari Teror, Hate Speech, dan Hoax
Suara Kita
“Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya.” (Soekarno) Penggalan kalimat di atas adalah bagian dari pidato Soekarno saat hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno membakar semangat seluruh rakyat dan meyakinkan mereka bahwa hari itu adalah hari kemerdekaan bangsa. Semenjak hari itu dan seterusnya, ...
Read more 1

Kemerdekaan, Rekonsiliasi dan Imajinasi Kolektif

Kemerdekaan, Rekonsiliasi dan Imajinasi Kolektif
Suara Kita
Perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini berbarengan dengan momentum pasca Pemilihan Presiden 2019 yang meninggalkan sejumlah residu persoalan. Seperti kita lihat bersama, Pilpres 2019 adalah kontestasi terpanas yang pernah terjadi sepajang sejarah Indonesia pasca Reformasi. Pilpres 2019 boleh dibilang adalah puncak dari akumulasi praktik politik kotor yang dimulai sejak Pilpres 2014 dan Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Jakarta tahun 2017 lalu. Sejak Pilpres 2014, perjalanan demokrasi Indonesia menunjukkan perkembangan ke ...
Read more 2

“Bayi” Indonesia Dimakan Hoaks

“Bayi” Indonesia Dimakan Hoaks
Suara Kita
Perkampungan dipercantik. Warganya juga bahagia mengikuti aneka lomba. Panorama indah ini hanya biasanya kita jumpai saat perayaan HUT kemerdekaan RI. Di sesela itu, disegarkan pula cerita heroik bangsa Indonesia mengusir penjajah. Sekeping fakta menarik yang perlu diumumkan ke publik ialah “bayi” Indonesia yang baru berumur 2 tahun hampir “mampus” dikoyak hoaks. Ternyata kabar bohong bukan hanya mengguncang kita dewasa ini. Kabar palsu juga telah merongrong negeri ini pada awal kemerdekaan. ...
Read more 1

Pancasila, NKRI, dan Muhammadiyah

Pancasila, NKRI, dan Muhammadiyah
Suara Kita
Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan, memilki pengalaman dan kontribusi dalam dinamika penerimaan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Muhammadiyah telah mengalami  masa-masa “ketegangan”, di mana muncul perdebatan yang sangat sengit di internal organisasi tentang penerimaan Pancasila, maupun secara eksternal dalam hubungannya dengan negara. Jika dilacak ke belakang, maka dapat diamati peran dan kontribusi Muhammadiyah dalam proses perumusan awal Pancasila. Peran penting itu dilakukan oleh beberapa tokoh Muhammadiyah dalam BPUPKI: Ki Bagus Hadikusumo ...
Read more 4

Menafsirkan Kemerdekaan Indonesia

Menafsikan Kemerdekaan Indonesia
Suara Kita
Bangsa Indonesia saat ini belumlah menjadi Indonesia yang utuh. Proses menjadi Indonesia harus dengan rendah hati diiterima dalam kesadaran kita sebagai proses lanjutan Hindia Belanda, yang oleh para pendiri bangsa ini secara politis diproklamasikan 18 Agustus 1945 sebagai Republik Indonesia. Kebudayaan Indonesia terus berproses menanggapi panggilan-panggilan sejarahnya secara dialektis dari sosok budaya feodalistik, aristokratik menuju ke sosok budaya Indonesia yang maju, beradab, demokratis, terbuka, dan saling menghormati keragaman. Inilah jalan ...
Read more 3

74 Tahun Indonesia: Kemerdekaan Beragama

74 Tahun Indonesia: Kemerdekaan Beragama
Suara Kita
Pada momentum hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-74 tahun sudahkah bangsa ini merdeka dalam menjalankan agamanya. Kemerdekaan beragama dan berkepercayaan mengandung arti bahwa tiap-tiap manusia bebas memilih, melaksanakan ajaran agama menurut keyakinan dan kepercayaaannya, dan dalam hal ini tidak boleh dipaksa oleh siapapun, baik itu oleh pemerintah, pejabat agama, masyarakat, maupun orang tua sendiri. Kemerdekaan beragama dan berkepercayaan muncul karena secara prinsip, tidak ada tuntunan agama apa pun yang mengandung unsur ...
Read more 1
Translate »