Tulisan dan Lisan Cermin Keperibadian

Tulisan dan Lisan Cermin Keperibadian

- in Jumat Sejuk
186
0
Tulisan dan Lisan Cermin Keperibadian

Media sosial bukan sekedar ruang berinterkasi, tetapi juga menjadi ruang ekspresi diri dan cara orang menampakkan diri. Postingan tulisan, gambar dan video di media sosial adalah bagian dari representasi diri. Seseorang akan bisa dinilai dari tulisan sebagai cermin dari lisannya. Sementara lisan adalah cerminan dari hati dan keperibadian.

Jika tulisanmu menampakkan kata-kata halus, ramah dan santun sesungguhnya lisan dan hatimu merefleksikan diri sebagai orang bijak dan matang. Sebaliknya, jika postinganmu berisi kata-kata kasar, kotor dan penuh makian, sesungguhnya keperibadianmu sedang bermasalah.

Lisan ataupun tulisan dalam konteks hari ini di media sosial adalah cermin dari akal pikiran dan hati seseorang. Hubungan antara kepribadian, hati dan lisan adalah hubungan yang sangat terkait. Perkataan yang baik lahir dari pikiran yang baik. Pikiran yang baik muncul karena dorongan hati yang baik. Dan hati yang baik akan menciptakan keperibadian yang baik. Begitu pula sebaliknya.

Ada beberapa kata-kata bijak dari para sahabat ketika berbicara tentang lisan. Salah satunya misalnya dari sahabat Utsman bin Affan yang berkata : “Ketika lidah seseorang menjadi tenang dan ramah, maka hatinya menjadi saleh dan bersih”. Hati yang paling dalam tidak bisa diselami dan dikenali. Namun, pancaran hati bisa dilihat dari cara seseorang menularkan kata-kata baik dalam lisan maupun tulisan.

Sahabat Ali bin Abi Thalib juga memberikan perumpaan yang sangat anggun dalam menggambarkan hubungan antara hati dan lisan : “Kebijaksanaan adalah sebuah pohon yang tumbuh bersemi di hati dan berbuah di lidah.” Artinya, jangan pernah mengharapkan kebijaksanaan dari orang yang selalu menghiasi bibir dan jarinya dengan ucapan dan tulisan yang kasar dan kotor.

Perkataan baik secara lisan maupun tulisan merupakan buah dari hati. Ibnu Qayyim berkata “Lidah seseorang itu dapat memberitahu tentang hatinya.” Hati sangat lekat dengan keperibadian dan karakter seseorang yang mudah dilihat dari ucapan dan tulisannya di media sosial.

Seseorang yang memiliki kepribadian yang matang, dewasa dan bijak tidak akan mudah tersulut emosi yang menyebabkan ia mengeluarkan kata-kata kasar apalagi kotor di media sosial. Orang yang memiliki keperibadian bijak dan matang akan lebih memilih diam ketika tersulut amarah dari pada harus mengumbar emosi melalui kata-kata kasar dan penuh makian.

Terakhir, kita patut merenungi bersama sabda Rasulullah yang sangat revelan hari ini di tengah interaksi bising di ruang maya : keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan.

Facebook Comments