Waspada, “Basis Ideologi” Berbungkus Agama Tidak Akan Pernah Mati!

Waspada, “Basis Ideologi” Berbungkus Agama Tidak Akan Pernah Mati!

- in Suara Kita
730
0
Waspada, “Basis Ideologi” Berbungkus Agama Tidak Akan Pernah Mati!

Munculnya kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang kini telah terkonfirmasi melakukan pembaiatan terhadap 59 anak di Garut, Jawa Barat itu, sejatinya sebagai bukti nyata. Bahwa, segala sesuatu yang berkaitan dengan “basis ideologis” berbungkus agama itu, sejatinya tidak akan pernah mati. Meskipun secara organisasi dan segala aktivitasnya telah dibubarkan.

Sebab, segala sesuatu yang berkaitan dengan ideologi itu sifatnya “otak” dari segala tindakan. Dia mendekam secara transparan dalam setiap pikiran seseorang tanpa kelihatan. Jadi, meskipun secara organisasi para ideologi berbungkus agama itu dibubarkan, tetapi basis dari ideologi yang mereka miliki, sejatinya akan terus hidup. Mereka akan terus mencari “wajah baru” dengan trik dan metode yang baru pula.

Maka, dari kenyataan yang semacam ini, sebetulnya tidak ada jalan lain bagi kita untuk melakukan tiga langkah. Pertama selalu waspada, melawan atau dan memperkuat komitmen kebangsaan. Tiga dasar ini adalah kunci bagi kita untuk tidak terpengaruh, tidak ter-reduksi dan bahkan tidak mudah terbawa arus provokasi ideologi pemecah-belah bangsa tersebut.

Sebagaimana kasus yang baru-baru ini terjadi. Di mana, para generasi bangsa mulai diracuni oleh kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang tengah dikibuli dengan berbagai motif keagamaan sebagai bungkus sebuah kepentingan (kekuasaan)

Sebagaimana doktrin-nya, bahwa pemerintah yang saat ini buruk, tidak sesuai ajaran-Nya dan bahkan perlu diganti dengan prinsip negara Islam tadi. Hal itu dilakukan oleh kelompok ini secara ideologis, agar para generasi bangsa bisa terkontaminasi oleh pemahaman yang demikian.

Dari sinilah, mengapa kita perlu waspada terhadap “basis ideologis” dari para perusak NKRI. Sebab, meskipun mereka secara organisasi dan seluruh kegiatannya dibubarkan, tetapi tidak serta-merta ideologi yang mereka miliki itu juga bisa dibubarkan. Karena, ideologi itu sifatnya tersembunyi dan bisa kapan-pun ideologi itu bisa didoktrinkan. Tentunya, mereka selalu menunggu momen dan menunggu kesempatan di balik kesempitan.

Jadi, jangan sampai kita “merasa aman” atau bahkan “merasa gembira” ketika organisasi dan tindakan para perusak NKRI itu dibubarkan. Lalu, dengan mudahnya kita lalai dan melupakan mereka secara ideologi. Tanpa kita sadari, bahwa mereka sewaktu-waktu bisa bangkit kembali dan menjelma sebagai perusak NKRI yang lebih kokoh, ter-organisir dan transparan.

Sebagaimana fakta yang telah kita alami saat ini. Di mana, kelompok Negara Islam Indonesia yang dari dulu telah dinyatakan bubar secara organisasi. Lalu kita merasa aman dan tanpa ada sedikit-pun untuk waspada bahwa ia akan bangkit sewaktu-waktu. Hal itu tampaknya saat ini benar-benar terjadi. Kita seolah merasa kaget dan heran kenapa mereka bisa sampai melakukan pembaiatan terhadap para generasi bangsa sebanyak 59 anak.

Ini adalah kenyataan yang tidak perlu kekagetan kita. Tetapi, ini adalah kenyataan yang perlu untuk kita waspadai. Sebagaimana titik tekannya tulisan ini. Bahwa segala sesuatu yang “berbasis ideologi”, termasuk ideologi perusak NKRI itu, sejatinya tidak akan pernah punah apa-lagi mati. Meski-pun mereka secara organisasi atau secara hukum telah resmi dibubarkan.

Artinya, ini adalah pelajaran penting. Di mana, kita memiliki tiga peran penting. Pertama, membangun kewaspadaan secara ideologis para perusak NKRI. Kedua, melakukan semacam perlawanan untuk menolak mereka. Baik secara tindakan atau-pun secara organisasi. Ketiga, kita perlu untuk memperkuat komitmen kebangsaan.            

Karena, di antara tiga strategi ini, kita perlu lakukan semua. Artinya, ketika secara organisasi telah dibubarkan, bukan berarti kita lalai terhadap ideologi-nya. Atau, kita hanya fokus waspada terhadap ideologi perusak NKRI ini, tanpa memerhatikan betul gerak-gerik secara aksi mereka. Artinya, harus seimbang dan kita perlu membangun ekstra kewaspadaan. Bahwa, segala sesuatu yang bersifat “basis ideologis” itu sejatinya tidak akan pernah mati. Maka, di sinilah kewaspadaan kita perlu dibangun. Sebagaimana basis ideologi itu sering-kali membungkus agama demi kepentingan kekuasaan untuk selalu waspada.

Facebook Comments