Waspada FPI Baru, Beserta Ancaman Intoleransi di dalamnya!

Waspada FPI Baru, Beserta Ancaman Intoleransi di dalamnya!

- in Suara Kita
937
0
Waspada FPI Baru, Beserta Ancaman Intoleransi di dalamnya!

Ruang publik dunia maya, kini dihebohkan dengan sebuah video berdurasi 1,51 menit. Perihal deklarasi FPI Baru. Yaitu Front Persaudaraan Islam yang digelar di Kabupaten Bandung Barat, pada (Minggu 5/9/2021). Bagaimana, deklarasi FPI baru ini, merupakan respons atas dibubarkannya  Front Pembela Islam yang dulu dinahkodai oleh Habib Rizieq itu.

Tentu, dengan munculnya FPI baru ini, yaitu Front Persaudaraan Islam, tampaknya kita perlu waspada akan hal itu. Karena, FPI lama yang dulu pernah eksis dan sebelum dibubarkan itu selalu memunculkan sikap dan tindakan yang intolerant. Jadi, FPI baru ini lahir, tentunya tidak akan terlepas dari karakteristik FPI lama tersebut. 

Mungkin secara legal-formal, FPI baru ini masih tidak memiliki legalitas resmi diakui oleh pemerintah. Namun, yang terpenting kita perlu waspada akan bahaya laten euforia intoleransi,  provokasi kebencian dan re-generasi secara ideologis dari FPI baru ini untuk merekrut umat sebanyak mungkin. Karena, bisa saja, saat ini mereka mulai mencari celah paling krusial agar memikat masyarakat untuk percaya dan mudah termakan oleh misi-misi yang seolah benar-benar peduli terhadap bangsa dan negara.

Sebagaimana dalam deklarasi itu, mereka memiliki misi untuk membela agama bangsa dan membela NKRI. Hal demikian disampaikan dalam bentuk persaksian bersama. Dilakukan secara berkerumun dan melanggar aturan protokol kesehatan yang ada. Bagaimana, mereka begitu kompak untuk tegak kembali dan ingin berjuang kembali atas misi yang telah disampaikan tersebut.

Tetapi, kita tidak boleh tergiur akan hal itu. Karena, itu hanyalah sebuah narasi, janji dan misi yang bisa saja hanya “daya pikat” agar masyarakat luluh dan takluk. Agar, masyarakat mudah bergabung dalam group FPI baru ini. Dengan begitu, mereka memiliki masa yang kuat dan melebarkan sayap-sayap perjuangan di dalamnya.

Namun sekali lagi yang perlu kita perhatikan. Bahwa itu hanya sebuah janji, misi atau narasi yang disampaikan dari mulut. Karena, jika kita lihat dari jejak sejarah FPI lama, itu semua tidak ada sedikit-pun yang berkaitan dengan apa yang mereka omongkan. Misalnya, mereka dengan pedenya ingin merevolusi akhlak umat. Namun, tindakan kelompok FPI lama ini, selalu melanggar norma-norma sosial, melakukan tindakan yang intolerant dan bahkan sering-kali berbuat onar.

Bahkan, tidak hanya revolusi akhlak yang tidak sesuai dengan tindakannya. Tetapi, hikayat perihal (amal makruf nahi mungkar) yang dulu juga pernah disampaikan oleh FPI lama, justru hal demikian sama-sekali tidak sesuai. Artinya, amal makruf yang mereka lakukan justru tidak menjauhi umat dari kemungkaran. Melainkan justru semakin mendekatkan umat kepada kemungkaran dan kemudharatan.

Jadi, kesimpulan penting bagi kita adalah jangan mudah termakan bujuk rayuan FPI baru ini. Juga, kita perlu waspada atas ancaman intoleransi yang sangat berpotensi besar semakin membabi-buta di negeri ini. Karena, FPI lama yang telah resmi dibubarkan, sejatinya selalu memunculkan “penyakit intoleransi” yang sangat membuat keharmonisan bangsa ini sakit. Serta selalu berada dalam kegaduhan dan kemudharatan dari setiap tindakan-tindakannya.

Oleh karena itu, kita perlu ekstra waspada mengenai munculnya FPI baru tersebut. Sebab, FPI lama atau FPI baru saya rasa bukan sesuatu yang berbeda secara “otak pemikiran”. Mereka muncul dan mendeklarasikan FPI baru ini semata untuk meneruskan perjuangan FPI lama yang telah resmi dibubarkan.            

Maka, hal demikian sejatinya tidak akan terlepas dari (gaya lama) yang bisa saja akan mereka aplikasikan kembali. Sehingga, kita perlu waspada akan FPI baru ini, beserta ancaman intoleransi di dalamnya. Maka dari itulah, kita perkuat persatuan dan persaudaraan untuk tetap menolak ormas yang hanya buat onar dan merusak NKRI ini.

Facebook Comments