Narasi

Jangan Khawatir Imanmu Goyah Ketika Mengucapkan Selamat Natal

Saya adalah muslim dan Saya memiliki banyak teman dari umat Kristiani. Setiap menjelang perayaan Natal, Saya selalu mengucapkan selamat hari natal itu. Lantas, apakah iman Saya berkurang? Lalu menjadi hina karena mengucapkan selamat keagamaan yang semacam itu?

Apa yang Saya lakukan justru tidak pernah mengurangi sedikit-pun kadar keimanan yang Saya anut. Bahkan, Saya merasa ini sebagai pancaran dari iman yang saya yakini. Bahwa, iman yang saya imani sejatinya penuh rahmat, penuh kasih-sayang dan membawa maslahat.

Mereka yang Saya ucapkan selamat keagamaan merasa bahagia. Dia merasa diakui sebagai saudara meskipun berbeda keyakinan. Begitu sebaliknya, Saya merasa ikatan persaudaraan yang Saya miliki justru semakin tertanam dengan baik.

Ini adalah pengalaman yang Saya miliki. Bahwa, ucapan selamat keagamaan pada dasarnya tidak pernah mengurangi kadar keimananku. Begitu juga yang diucapkan tidak ada harapan untuk mengikuti imannya yang dimiliki.

Sebab, ini adalah jalan bagi kita membuka ruang kesadaran untuk membangun keharmonisan di tengah perbedaan agama yang membuat kita saling tertutup. Bahkan, perbedaan agama semakin membangun jarak pemisah, tembok penutup hubungan sosial dan ini menjadi satu problem penting yang harus benahi.

NKRI yang Majemuk harus Hidup dalam Keharmonisan

Kunci kokohnya bangsa yang majemuk adalah menjaga keharmonisan di dalamnya. Maka, perilaku yang berkaitan dengan saling mengucapkan selamat keagamaan dan saling melindungi antar umat beragama adalah jalan menuju keharmonisan itu.

Sebab, toleransi tidak sekadar menjadi pembatas. Lalu acuh terhadap segala bentuk hubungan sosial. Sebab, ini adalah kondisi yang sangat sulit di tengah arus kelompok radikal yang selalu memanfaatkan perbedaan sebagai jalan untuk merusak bangsa ini.

Maka, poin penting di balik sikap kita yang terbuka, saling mengucapkan selamat keagamaan, penuh keharmonisan dan kokoh pada persatuan di tengah perbedaan. Hal ini pada dasarnya menjadi satu kunci penting bagi kita di dalam menjaga NKRI.

Jadi, dari sinilah pentingnya membangun semacam hubungan yang solid antar umat beragama. Seperti halnya umat Kristiani akan melaksanakan hari raya Natal. Maka, sebagai umat Islam tampaknya kita perlu mengucapkan selamat keagamaan demi terjaganya keharmonisan demi menjaga bangsa ini.

Begitu juga sebaliknya, ketika umat Islam melaksanakan hari raya Idul Fitri, tentu umat Kristiani juga akan melakukan hal yang sama. Yaitu saling mengucapkan selamat keagamaan. Sehingga, hubungan antar umat beragama menjadi lebih solid dan penuh dengan kebersamaan.

Radikalisme Akan Runtuh Jika Kita Utuh

Pada dasarnya, radikalisme selalu menginginkan bangsa ini runtuh. Dengan membawa semacam narasi kebencian, permusuhan dan bahkan menganggap mereka yang berbeda agama sebagai musuh.

Maka, dengan sikap-sikap sosial-harmonis di tengah perbedaan inilah kita bisa melawan gerakan radikalisme tersebut. Sebagaimana, radikalisme pada dasarnya akan runtuh, jika kita tetap utuh dalam persatuan, kebersamaan dan saling melindungi.

This post was last modified on 23 Desember 2022 11:46 AM

Sitti Faizah

Recent Posts

Di Tengah Gencar Ketahanan Pangan dan Energi, Jangan Lupakan Ketahanan Ideologi dan Literasi

Beberapa waktu terakhir, narasi besar pembangunan Indonesia terasa semakin konkret dengan tema ketahanan pangan dan…

1 minggu ago

Game Online, Agresi, dan Krisis Realitas

Indonesia menempati posisi strategis dalam peta ekonomi pasar gim online global. Kompas (2026) menghitung pengeluaran…

1 bulan ago

Menakar Nilai (In)Toleransi Sekolah Agama

Preferensi orang tua memasukkan anaknya ke sekolah agama sangat bisa dipahami. Terutama di Indonesia. Sebagai…

2 bulan ago

White Supremacy dan Gelombang Teror Baru oleh Anak

Serangan bom molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat, awal Februari 2026 tak…

3 bulan ago

Mengenal Bahaya FIMI dan Pentingkah RUU Antipropaganda Asing?

Negara modern jarang runtuh karena kudeta bersenjata. Ia lebih sering melemah secara perlahan karena dikikis…

3 bulan ago

Tidur Panjang di Era Media Sosial: Algoritma dan Ilusi Kesadaran

“__Bahaya terbesar zaman modern adalah manusia tidak sadar bahwa ia tidak sadar.” — Herman Broch__…

3 bulan ago