Di tepi barat Kota Yogyakarta, tepatnya di Desa Nogotirto, Gamping, Sleman, membentang sebuah kawasan yang sarat akan nuansa spiritual bernama Dusun Mlangi. Nama Mlangi secara etimologis berakar dari frasa bahasa Jawa Mulangi, yang bermakna mengajar atau memberikan petunjuk. Sejarah dusun ini tidak dapat dilepaskan dari dinamika sosial-politik Jawa pada abad ...
Read more 0 Kebangsaan
Bagi generasi hari ini, makna kesaktian Pancasila itu terasa abstrak. Istilah sakti nyaris selalu berkonotasi pada hal mistis. Orang sakti sering merujuk pada sosok kebal senjata, tidak mempan ditembak, dan punya kekuatan supranatural layaknya super hero. Lantas, apakah kesaktian Pancasila juga merujuk pada makna mistis tersebut? Tentu tidak. Kesaktian Pancasila ...
Read more 0 Dzating manungsa luwih tuwa tinimbang sifating Allah —Ronggawarsita. Syahdan, di wilayah Magetan dan Madiun, Jawa Timur, terdapat sebuah kisah tentang diaspora segolongan orang yang menjadi simpul darah dari tiga kerajaan di pulau Jawa: Pajajaran, Cirebon, dan Mataram Islam. Secara politis, mereka berdiaspora ketika kerajaan Mataram Islam tengah mengalami beberapa ...
Read more 0 Basa ngelmu Mupakate lan panemu Pasahe lan tapa Yen satriya tanah Jawi Kuno-kuno kang ginilut tri prakara Lila lamun Kelangan nora gegetun Trima yen kataman Sakserik sameng dumadi Trilegawa nalangsa srahing Bathara —Serat Wedhatama Istilah “pahlawan” konon merupakan istilah yang mengacu pada sosok-sosok yang berjasa sekaligus, ironisnya, tak ...
Read more 0 Dhalang puniku Ingsun Tanpa cempala yaga lan ringgit Tanpa kothak keprak sindhen puniku Tanpa kelir debog dudu Punapa dene belencong Sapa sira sapa Ingsun —Sapa Sira, Sapa Ingsun, Heru Harjo Hutomo “Jawa,” atau “menjadi Jawa,” pada dasarnya adalah tak sekedar memakai blangkon, bertingkah-laku yang penuh dengan subasita (sopan-santun), tahu ...
Read more 0 Menggah dunungipun iman wonten eneng Dunungipun tauhid wonten ening Ma’rifat wonten eling —Serat Pengracutan, Sultan Agung Hanyakrakusuma Adakah, di hari ini, keberagamaan yang benar-benar beragama yang sesuai dengan agamanya, atau beragama secara otentik? Kierkegaard, seorang filosof eksistensial pertama di Barat, pernah menyangsikan otentisitas keberagamaan pada zamannya. Banyak orang beragama ...
Read more 0 Seorang pujangga kenamaan Jawa, Ronggawarsita, mengabarkan bahwa bangsa Jawa adalah keturunan Nabi Ismail dari jalur Prabu Sarkil yang beranakkan Aji Saka. Kabar itu terdapat dalam Serat Paramayoga, sebuah serat yang menyajikan silsilah para raja Jawa. Sebelum filologi menjadi bagian yang penting dalam bidang kajian sejarah agama-agama, dimana salah satunya cukup ...
Read more 0 Dalih bahwa teks adalah landasan moral agama yang dibawakan tradisi keagamaan puritan tidak sepenuhnya salah. Sejatinya, teks seperti Al-Qur’an muncul dari sebuah entitas suci (Tuhan) dan sebuah risalah kenabian. Mengabaikan teks bisa jadi menanggalkan sakralitas risalah itu. Namun demikian dalam konteks penafsiran, kekhawatiran bahwa interpretasi yang terlalu terikat pada teks ...
Read more 0 Seorang Abdurrahman Wahid pernah mencetuskan istilah “Islam Pribumi” jauh sebelum istilah “Islam Nusantara” ada. Dan, dalam bidang Islamic Studies, pernah ada yang mempermasalahkan istilah “pribumi” di situ, seakan-akan dapat menyingkapkan potensi diskriminasi dan perpecahan. Atau kalau tak demikian, dengan menjumput logika kaum postmodernis-ngehe, kemustahilan keaslian yang merujuk pada ide besar ...
Read more 0 Di tengah perdebatan tentang sistem pemerintahan yang ideal, seringkali pandangan kita tertuju pada model-model masa lalu, termasuk sistem Khilafah pada era Khulafaur Rasyidin. Kelompok HTI mungkin melihatnya sebagai antitesis dari demokrasi modern. Namun, jika kita telaah lebih dalam, ada prinsip-prinsip fundamental dalam praktik pemerintahan Islam awal yang justru bisa menjadi ...
Read more 0
