Jumat, 6 November, 2026
Informasi Damai
Keagamaan

Keagamaan

Sensasionalisme Narasi Eskatologi: Pentingnya Studi Takhrij terhadap Hadis Akhir Zaman

Sensasionalisme Narasi Eskatologi: Pentingnya Studi Takhrij terhadap Hadis Akhir Zaman
Keagamaan
Isu eskatologi selalu memiliki daya pikat magis di tengah umat Muslim. Di era banjir informasi dan pesatnya media sosial, narasi seputar fitnah akhir zaman, kemunculan sosok eskatologis, hingga prediksi kehancuran dunia kerap mendapat engagement tinggi di media sosial. Sayangnya, antusiasme masyarakat sering kali tidak diimbangi dengan sikap kritis terhadap sumber ...
Read more 0

Belajar Kolaborasi Pemuda Lintas Iman dalam Aksi Kemanusiaan : Kepedulian Tidak Mengenal Batas Iman

Belajar Kolaborasi Pemuda Lintas Iman dalam Aksi Kemanusiaan : Kepedulian Tidak Mengenal Batas Iman
Keagamaan
Suatu hari di Mekah, jauh sebelum Muhammad diangkat menjadi nabi, seorang pedagang dari Zubaid, Yaman, menjual barangnya kepada seorang tokoh Quraisy dan tidak dibayar. Sebagai pendatang tanpa suku yang melindungi, ia hanya bisa berdiri di dekat Ka’bah dan berseru meminta tolong. Tidak ada yang menyusun pernyataan sikap. Sejumlah pemuka Mekah ...
Read more 0

Dajjal, Perang, dan Imam Mahdi: Mengapa Kajian Akhir Zaman Laku di Kalangan Kelas Menengah Muslim Urban?

Dajjal, Perang, dan Imam Mahdi: Mengapa Kajian Akhir Zaman Laku di Kalangan Kelas Menengah Muslim Urban?
Keagamaan
Ada fenomena menari yang terjadi di lanskap keislaman Indonesia kontemporer. Di tengah menguatnya kelompok kelas menengah muslim urban, ada gejala anomalistik yang menarik dicermati lebih lanjut. Yakni popularitas kajian akhir zaman yang para jemaahnya justru dari kalangan kelas menengah urban yang mayoritas terdidik dan mapan secara ekonomi. Para penceramah spesialis ...
Read more 0

Bahaya Tersembunyi di Balik Kesalehan : Mudah Menghakimi dan Merasa Paling Benar

Bahaya Tersembunyi di Balik Kesalehan : Mudah Menghakimi dan Merasa Paling Benar
Keagamaan
Ada fase dalam hidup ketika seseorang bertanya, “Aku ini siapa, dan hidupku untuk apa?” Bagi banyak anak muda, jawabannya ditemukan dalam agama. Mereka mulai rajin beribadah, berbusana lebih sopan, dan ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Itu kabar yang sangat menggembirakan. Namun para ulama sejak lama mengingatkan bahwa jalan menuju ...
Read more 0

Menyempurnakan Jihad Intelektual Generasi Muda

Photo 2025 12 11 12.15.55
Keagamaan
Ada satu kata yang nasibnya malang: jihad. Hari ini ia sering dipersempit menjadi urusan medan perang, padahal akar katanya jauh lebih luas. Dalam bahasa Arab, huruf jim-ha’-dal melahirkan jahd, yaitu kesungguhan yang melelahkan, dan juhd, yaitu batas kemampuan terbesar yang dimiliki seseorang. Dari akar yang sama lahir ijtihad, pengerahan nalar ...
Read more 0

Pancasila dalam Wacana Buddha, Resep bagi Dunia yang Kian Gaduh

Pancasila dalam Wacana Buddha, Resep bagi Dunia yang Kian Gaduh
Keagamaan
“Senjata terus diproduksi, kabar bohong menyebar secepat kilat, dan alam dikuras tanpa jeda. Di hadapan para pemimpin agama dunia, lima sila yang usianya lebih tua dari Buddhisme itu kembali diajukan sebagai jalan keluar.” Selain sebagai nilai dan landasan filosofis negeri ini, Pancasila juga menjadi pedoman moral bagi umat Buddha. Di ...
Read more 0

Etika di Balik Pagar : Ketika Jarak bukan Sekat dalam Beragama

Moderasi Beragama dan Transformasi Digital : Ikhtiar Mereduksi Intoleransi di Media Sosial
Keagamaan
Di atas kertas, iman digambar dengan garis yang tegas. Ada yang benar, ada yang keliru, dan di antaranya tidak ada ruang tawar. Tetapi garis itu mudah melunak begitu kita sampai di gang kampung. Di sana, soal keselamatan akhirat jarang menjadi urusan pertama. Yang lebih dulu dibicarakan adalah selokan yang mampet, ...
Read more 0

Ketika Pancasila Selalu Dipertentangkan dengan Agama

Ketika Pancasila Selalu Dipertentangkan dengan Agama
Keagamaan
Seorang pastor Katolik umumnya dikenal melalui pelayanan keagamaan dan karya misionernya. Namun, Y.B. Mangunwijaya memilih jalan berbeda dengan mengambil pelayanan di bantaran Kali Code, Yogyakarta yang terancam digusur. Kehadirannya disitu tidak untuk berkhotbah atau membangun gereja, melainkan untuk menata kehidupan kampung dengan mendampingi pendidikan anak-anak, menyediakan perpustakaan, merancang rumah warga, ...
Read more 0

Menggali Kembali Dinamika Islam di Era Modern

Negara Islami: Dari Bayang-Bayang Khilafah ke Etika Sosial yang Membumi
Keagamaan
Syariat Islam tampaknya sudah terbiasa menjadi “bola panas” yang digulirkan dalam diskursus publik, seringkali dengan narasi yang membenturkannya secara frontal dengan modernitas. Sebagian kelompok, dengan semangat membara namun pemahaman yang disayangkan sempit, getol mengkampanyekan citra syariat sebagai entitas hukum yang beku, kaku, dan tak lagi relevan dengan denyut zaman. Ironisnya, ...
Read more 0

Masjid sebagai Pusat Pelestarian Lingkungan: Dari Mimbar hingga Aksi Nyata

Memang ada segelintir orang yang memiliki warisan paham yang menganggap Indonesia sebagai negara kafir, thagut dan tidak Islami. Narasi ini sangat berbahaya karena implikasinya mendudukkan negara ini sebagai negeri perang. Tidak jarang pada akhirnya muncul terorisme dengan cita-cita ideologis mengganti dasar negara. Mungkin tidak perlu saya debatkan secara ideologis tentang dasar negara ini islami atau tidak. Pentolan mantan ideologi kelompok radikal terorisme, Abu Bakar Ba’asyir, ada akhirnya mengakuti keselarasan antara Pancasila dengan tauhid. Namun, fakta tak terbantahkan adalah kondisi sosiologis keislaman di Indonesia. Indonesia menjadi negara dengan jumlah masjid terbanyak di dunia. Dengan jumlah penduduk muslim di Indonesia sebanyak 237,53 juta jiwa per 31 Desember 2021, Indonesia memiliki kurang lebih 800.000 masjid di berbagai daerah. Lima provinsi dengan masjid terbanyak sebagai berikut Lampung (12.000 masjid), Sulawesi Selatan (14.313 masjid), Jawa Timur (48.947 masjid), Jawa Tengah (50.549 masjid) dan Jawa Barat (58.979 masjid). Selain itu, ditinjau dari sisi kebijakan pemerintah, tidak ada rekayasa yang menyulitkan umat Islam di Indonesia untuk mendirikan masjid. Bahkan bisa jadi masjid yang dibangun tidak berizin pun atas nama pribadi, keluarga dan masyarakat di kampung-kampung juga banyak ditemukan. Dan bayangkan hampir seluruh provinsi dan kabupaten di Indonesia memiliki masjid agung sebagai penanda sebuah wilayah. Lepas dari penjajahan, apa yang dipikirkan oleh pemimpin bangsa ini salah satunya adalah berdirinya sebuah masjid. Masjid Istiqlal diprakarsai oleh negara sebagai simbol implementasi Indonesia yang berdasarkan kepada Ketuhanan. Bayangkan ada masjid negara yang dibuat langsung oleh Presiden. Lalu, Indonesia dianggap negara kafir? Dalam aspek kebijakan lainnya, tidak pernah ada larangan dalam perayaan keagamaan khususnya Islam. Bahkan hari-hari besar Islam diperingati sebagai hari libur nasional. Bahkan beberapa peritsiwa penting seperti Maulid Nabi, Israk Mikraj dan Tahun baru Islam menjadi peringatan yang tidak hanya diperingati di tengah masyarakat tetapi peringatan di Istana Negara. Negara mana yang menyelenggarakan secara nasional dan diresmikan oleh negara beberapa kegiatan keislaman yang tidak hanya hari raya besar keisalaman saja? Bahkan nuzulul quran saja diperingati secara nasional dan diselenggarakan oleh negara. Negara juga memberikan kesempatan yang seluas-luasnya tidak hanya pada aspek hari-hari besar, bahkan pengajian, majlis taklim dan tabligh akbar bebas menguasai ruang-ruang publik di Indonesia. Kemeriahan dzikir juga banyak bertebaran di berbagai pelosok negeri yang sejatinya tidak akan pernah ditemukan di negara Islam seperti Timur Tengah sekalipun. Karena itulah, menjadi tidak logis bahkan sangat menyesatkan jika Indonesia dianggap negara kafir. Negara kafir berarti negara yang tidak memberikan ruang dan kebebasan kepada umat Islam. Negara kafir berarti negara yang secara nyata ingin memerangi umat Islam. Sebutan ini sejatinya akan melukai umat Islam itu sendiri yang secara nyata telah menjadi bagian dari negara ini. Dengan melihat kebebasan dan kenyamanan yang ada, sungguh negara ini sejatinya adalah negara Islam dengan label Pancasila. Pancasila menjadi perekat bagi keragaman dengan nafas Islam yang sangat kental. Islam menjadi ruh dari negara ini dalam merawat perdamaian.
Keagamaan
Masjid bukan sekadar tempat untuk melaksanakan shalat lima waktu. Sejak zaman Rasulullah SAW, masjid telah menjadi pusat peradaban Islam yang menjalankan fungsi sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan. Di tengah krisis lingkungan yang semakin mendesak, masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat gerakan pelestarian lingkungan—baik melalui dakwah yang membentuk kesadaran ekologis maupun ...
Read more 0