Minggu, 21 April, 2019
Informasi Damai

Artikel Edukasi Damai

Suara Kita

Pasca Pemilu 2019 : Mewujudkan Kerukunan dalam Persaudaraan Berbangsa

Tepat pada tanggal 17 April 2019, Indonesia telah melakukan Pemilihan umum Presiden, DPR RI, DPD ...
Read more 0
Rekonsiliasi Harga Mati!
Suara Kita

Rekonsiliasi Harga Mati!

Meskipun berbeda pilihan politik dalam pesta akbar demokrasi yang pada tanggal 17 April 2019 telah ...
Read more 0
Suara Kita

Pasca Pemilu: Membangun Kerukunan untuk Meredam Kebencian

Setiap orang pasti memiliki cara sendiri-sendiri untuk bersikap dan bertingkah laku. Tetapi yang harus dimengerti ...
Read more 0
Pesta Demokrasi 2019: Letakkan Persaudaraan di Atas Pilihan Politik
Suara Kita

Pesta Demokrasi 2019: Letakkan Persaudaraan di Atas Pilihan Politik

Pemilihan umum  sebagai manifestasi demokrasi akan dilaksanakan secara serentak 17 April 2019. Beberapa bulan sebelumnya,  ...
Read more 1
Nasionalisme pada dasarnya memiliki pemaknaan yang baik, bahkan harus dimiliki setiap warga negara agar mencintai negaranya. Secara arti, nasionalisme merupakan paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri, tanpa memandang dia dari suku, agama dan kebudayaan tertentu; masyarakat yang mencintai bangsanya juga ikut berperan andil dalam menjaga kehidupan yang adil dan damai. Nasionalisme menjadi barang rapuh ketika nasionalisme didasari pada sifat kesukuan (tribal). Maksudnya Nanaslime tribal merupakan berasal dari kesadaran dari sukuisme yang diperluas dengan komitmen untuk menyatukan semua orang yang memiliki darah yang sama atau asal-usul rohani yang sama (agama) untuk menandai pembeda “bangsa” di atas semua yang lain. Nasionalisme tribal akan mengakibatkan negara hanya mengayomi masyarakat mayoritas dan menindas masyarakat minoritas. Ironinya lagi, ketika agama tertentu dijadikan alasan nasionalisme tanpa melihat bahwa sifat nasionalisme harus dimiliki semua masyarakat tanpa terkecuali, maka akan mudah terjadinya peperangan atas nama kelompok bahkan agama tertentu. Meningkatnya nasionalisme “tribal” sangat kita rasakan saat kampanye akhir-akhir ini, di mana para politisi secara agitasi para politisi. Bahkan meraka memanfaatkan masyarakat yang memiliki nasionalisme “tribal” untuk kepentingan-kepentingan mereka sendiri, bahkan secara nyata para politisi ini mengabaikan kepentingan negara ini, terlebih negara ini merupakan negara kesatuan dari beberapa suku, agama dan ras. Agitas-agitasi yang menggunakan nasionaslime tribal telaah menciderai dasar negara Indonesia, Pancasila, di mana dasar negara telaah mengayomi semua masyarakat tanpa melihat siapa dirinya. Sebab Pancasila menerapkan prinsip kemanusiaan dan musyawarah; dua titik poin ini merupakan nilai yang tidak bisa diubah dalam menjalankan kehidupan berbangsa Indonesia. Kita tengok awal berdirinya Negara Indonesia, para pendiri bangsa tidak mementingkan nasionalisme “tribal”, ini sangat terlihat di mana pergulatan menganai sila pertama; apa harus menggunakan tujuh kata yang lebih mengarah kepada agama tertentu atau tidak. Dengan pertimbangan segala kepentingan, para pendiri lebih mengutamakan musyawarah dan kemanusiaan, di mana sila pertama yang bisa mengayomi semua masyarakat tanpa melihat apa keyakinannya tersebut. Tindakan para pendiri bukan bukan sebuah kekalahan melainkan titik awal kemenangan dalam ajaran Islam itu sendiri. Sebab ajaran Islam pada dasarnya adalah keselamatan kepada seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Saat ajaran agama, melukai sedikit pun dalam kehidupan, bahkan melukai binatang, maka cara beragama patut dipertanyakan. Penulis tidak perlu menunjukkan dalil atau sejenisnya, sebab dalam beberapa literatur al-Quran dan Hadits menunjukkan bahwa keutamaan Islam adalah menjaga persaudaraan dan perdamaian. Dengan kehadiran Pancasila dengan mengedepankan rasa kemanusiaan, mengayomi semua perbedaan tetapi nilai-nilai Pancasila berlandaskan pada Ketuhanan yang Maha Esa. Landasan ini sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Karena, Tuhan ada kebenaran yang sejati, kebenaran yang murni. Mencapai kebenaran dalam kehidupan umat manusia sangat terlihat, salah satunya tanda adalah kebenaran itu dapat mengayomi semua perbedaan, tanpa melihat siapa dia, agamanya, sukunya serta bentuk wajahnya. Para pendiri menyadari bangsa Indonesia tidak hanya dibangun dan diperjuangkan satu suku semata, tetapi negara Indonesia diperjuangkan semua masyarakat dengan semangat kemerdekaan yang sama. Kita tidak bisa membayangkan, bila sila pertama dengan tujuh katanya tetap dipertahankan maka negara Indonesia bukan lagi menjadi negara yang demokrasi tetapi negara yang berdasarkan kepada agama atau suku tertentu. Selepas itu, di masa tenang dalam kampanye pemilu yang melelahkan ini, mari kita merawat dan menguatkan Pancasila pada setiap individu masyarakat terkecuali. Yang terpenting dalam merawat Pancasila adalah adanya suri tauladan para elitik negara, mereka harus memberikan contoh bagaimana kehidupan berbangsa yang mengayomi semua masyarakat tanpa suku atau agamanya. Para elite negara merupakan cerminan bagaimana kehidupan masyarakat yang dibawahnya, bila mereka mengendepankan nasionalisme tribal dalam menjalankan negara, maka masyarakat akan menjadi terkotak-kotak. Bila hal ini terjadi maka akan mudahnya terjadi konflik yang diterjadi karena kesenjangan sosial. Oleh karena itu, merawat Pancasila tetap menjadi ideologi Negara Indonesia, maka sama halnya menjadi merawat Indonesia tetap majemuk dan damai dalam perbedaan.
Suara Kita

Merawat Pancasila, Meruntuhkan Nasionalisme “Tribal”

Nasionalisme pada dasarnya memiliki pemaknaan yang baik, bahkan harus dimiliki setiap warga negara agar mencintai ...
Read more 2
Pemilu 2019; Damai dan Bersaudara dalam Demokrasi Pancasila
Suara Kita

Pemilu 2019; Damai dan Bersaudara dalam Demokrasi Pancasila

Pemilu 2019 menjadi momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia dalam perjalanan mematangkan demokrasi. Pada 17 April ...
Read more 2
Berbeda Pilihan Politik, Tetap Bersaudara
Suara Kita

Berbeda Pilihan Politik, Tetap Bersaudara

Hajatan politik lima tahunan Pemilu serentak mencapai puncaknya pada 17 April 2019. Dalam momentum ini, ...
Read more 2
Pemilu 2019: Berpartisipasi Dan Bersaudara Walau Berbeda
Suara Kita

Pemilu 2019: Berpartisipasi Dan Bersaudara Walau Berbeda

Kontestasi Demokrasi yaitu Pemilu 2019 akhirnya mencapai fase puncak pada 17 April 2019. Hari tersebut ...
Read more 1
Merayakan Demokrasi, Memperkuat Persaudaraan
Suara Kita

Merayakan Demokrasi, Memperkuat Persaudaraan

Puncak perayaan demokrasi di Indonesia sebentar lagi hadir. Dalam beberapa hari ke depan, rakyat Indonesia ...
Read more 2
Kisah Generasi Millennial Gunung Lemongan: Menjaga Alam dan Mengamalkan Pancasila
Suara Kita

Kisah Generasi Millennial Gunung Lemongan: Menjaga Alam dan Mengamalkan Pancasila

Pada tanggal 07 April, penulis bersama dengan para penggerak komunitas Gusdurian se-Jawa timur melakukan penanaman ...
Read more 0
Khalifah Millennial: Menjaga Keutuhan Indonesia dengan Empat Konsensus Kebangsaan
Suara Kita

Khalifah Millennial: Menjaga Keutuhan Indonesia dengan Empat Konsensus Kebangsaan

Empat pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, ...
Read more 1
Menjadi Pejuang Pancasila: Menganggit Kisah Kemanusian Orang Muda
Suara Kita

Menjadi Pejuang Pancasila: Menganggit Kisah Kemanusian Orang Muda

Banyak pihak yang telah berupaya mendorongkan pemahaman utuh mengenai Pancasila dan berusaha mewujud-nyatakannya sebagai pandangan ...
Read more 1
Khilafah Masa Kini, Merawat Pancasila Sebagai Ikatan Persaudaraan
Suara Kita

Muda-Mudi Millennial Sebagai Perisai Pancasila

Menjaga Pancasila agar tetap eksis sebagai Ideologi dan prinsip hidup masyarakat Indonesia, adalah perintah Tuhan ...
Read more 1
Khalifah Masa Kini, Merawat Pancasila Sebagai Ikatan Persaudaraan
Suara Kita

Khalifah Masa Kini, Merawat Pancasila Sebagai Ikatan Persaudaraan

Indonesia memiliki penduduk usia produktif yang lebih banyak dibandingkan lima negara Asia lainnya yang memiliki ...
Read more 1
Menjadi Khalifah Pencegah Radikalisme dengan Ideologi Pancasila
Suara Kita

Menjadi Khalifah Pencegah Radikalisme dengan Ideologi Pancasila

Sikap dan tindakan menjadi poin penting dalam mendidik seorang anak. Dengan sikap seseorang bisa mendidik ...
Read more 1
Translate »