Fenomena radikalisme di kalangan siswa bukan lagi ancaman samar, melainkan sesuatu sudah meresap ke ruang-ruang kecil tempat anak-anak tumbuh dan belajar. Di era digital yang serba cepat, paparan terhadap ide-ide ekstrem dapat menyelinap masuk melalui berbagai pintu: media sosial, video pendek, forum online, hingga gim daring. Pola penyebarannya seperti virus ...
Read more 0 Narasi
Indonesia, sebagai negara dengan keberagaman etnis, agama, dan budaya, menghadapi tantangan besar dalam menjaga persatuan di tengah gelombang ekstremisme yang kerap kali muncul dalam bentuk radikalisasi ideologi atau kekerasan. Dalam menghadapi ancaman ini, penanaman nilai Bela Negara dan Moderasi Beragama di kalangan masyarakat, terutama generasi muda, menjadi strategi yang sangat ...
Read more 0 Dalam dinamika sosial yang semakin kompleks, peran guru pendidik tidak hanya berkutat pada transfer pengetahuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Di tengah meningkatnya paparan informasi digital—serta fenomena radikalisme dan ekstremisme yang menyusup melalui ruang-ruang maya—guru menjadi garda terpenting dalam menanamkan budi pekerti sekaligus ...
Read more 0 Dulu, untuk mengetahui penyebab Perang Diponegoro atau memahami rumus volume kubus, seorang siswa harus duduk manis, melipat tangan, dan menatap papan tulis kapur selama, mendengarkan gurunya berceramah. Kini? Cukup tanya ChatGPT, Gemini, atau mesin pintar lainnya. Dalam hitungan detik jawaban itu sudah tersaji. Bahkan ada fitur di dalam smartphone ketika ...
Read more 0 Peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta pada awal November 2025 lalu bukan sekadar insiden kriminal biasa. Itu adalah alarm nyaring yang membangunkan kita dari tidur panjang. Di balik asap dan kepanikan, tersingkap realitas pahit: seorang siswa, yang seharusnya menimba ilmu, justru merakit bahan peledak. Kasus ini menjadi “wajah” dari fenomena ...
Read more 0 Adalah Asy-Syifa binti Abdillah al-Adawiyah dari suku Quraisy, yang begitu terkenal dengan kepandaian literasinya, ketika pada zaman tersebut hanya segelintir perempuan saja yang bisa membaca dan menulis. Kisah Asy-Syifa bisa kita gunakan untuk berkaca. Hari ini, kita hidup di zaman yang serba canggih, namun ironisnya, kita justru menghadapi bentuk “jahiliyah” ...
Read more 0 Mari mulai dari sebuah pertanyaan sederhana namun menyentil: untuk apa sebenarnya sekolah didirikan? Jika jawabannya hanya “menghasilkan nilai bagus”, maka kita sedang menyusutkan makna pendidikan menjadi sekadar lomba angka. Namun jauh di dalam nurani, kita tahu bahwa sekolah seharusnya melahirkan pribadi yang berpikir jernih, beretika, dan peka pada sesama. Di ...
Read more 0 Pendidikan berbasis karakter adalah fondasi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan moral. Di Indonesia, di mana keberagaman budaya, agama, dan sosial sangat kuat, pengajaran nilai-nilai moral dan etika harus menjadi bagian integral dalam sistem pendidikan. Guru bukan hanya pengajar materi ...
Read more 0 Indonesia tidak dibangun oleh tumpukan data biner. Bangsa ini tidak didirikan di atas algoritma yang dingin, melainkan di atas keringat, darah, air mata, dan cita-cita luhur manusia-manusia yang memiliki jiwa. Di ambang visi Indonesia Emas 2045, kita menyadari bahwa kemajuan bangsa ini sangat bergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ...
Read more 0 Kamis siang (20/11/) saya mendapat undangan sebagai narasumber podcast pada program “Sarapan Bubur Pedas” (Saran dan Pandangan, Bual-bual Urusan Politik, Edukasi Kesadaran Sosial) Seri ke-8 gawenya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Acara ini diadakan di Podcastnya harian Tribun Batam di Batam. Temanya cukup menggugah: “Kewaspadaan ...
Read more 0
