Narasi

Wonderland Indonesia: Kreativitas, Nasionalisme, dan Imun Bangsa

Salah satu imun paling ampuh yang membuat seseorang tak sudi menjadi bagian dari kelompok radikal-terorisme adalah rasa nasionalisme dan cinta Tanah Air. Nasionalisme dan cinta Tanah Air yang terus dirawat adalah benteng kokoh penangkal ideologi radikal atau transnasional.

Hari-hari ini, kita dibuat takjub dengan sebuah karya luar biasa dari anak bangsa. Sebuah karya musik video yang tak sekadar membuat kita sadar betapa berharganya negeri kita tercinta ini; budaya, tradisi, alam, karakter, seni, dan sebagainya.

Lebih dari itu, juga membuat kita makin teguh untuk menolak segala bentuk ancaman yang bisa merusak segala hal berharga yang ada di negeri kita tersebut.

“Wonderland Indonesia” muncul di YouTube untuk memeringati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76. “Wonderland Indonesia” merupakan karya Awwalur Rizqi Al-firori atau Alffy Rev dan timnya, berkolaborasi dengan penyanyi Novia Bachmid, bekerja sama dengan berbagai pihak dan elemen masyarakat.

Kreativitas mereka menghasilkan sebuah musik video yang menakjubkan. Paduan antara 10 lagu daerah, lagu nasional, disertai aransemen harmonis musik tradisional dengan musik EDM yang modern, menghasilkan sebuah tontonan yang bisa menggetarkan hati dan jiwa kita sebagai bangsa Indonesia.

Di video musik tersebut, dinyanyikan lagu: Paris Barantai (Kalimantan), Si Patokaan (Sulawesi Utara), Sajojo (Papua), Janger (Bali), Anak Kambing Saya (NTT), Manuk Dadali (Jawa Barat), Lelo Ledhung (Jawa Tengah), Kampuang nan Jauh di Mato (Sumatera Barat), Soleram (Riau), dan ditutup dengan lagu nasional Bagimu Negeri.

Musik video berdurasi 10 menit 52 detik tersebut tak berhenti pada musik daerah yang dipadukan dengan musik modern. Ada cerita dan pesan yang bisa dengan sendirinya kita rasakan dengan menyaksikannya.

Menyaksikan satu per satu lagu daerah dinyanyikan dengan apik oleh Novia Bachmid dengan kostum tradisional masing-masing disertai tarian, dipadu dengan spirit dan semangat musik modern anak muda, adalah hal menarik: cara cerdas mendekatkan anak-anak muda dengan musik tradisional sebagai bagian dari akar jati diri kita.

Ada keindahan dan kekayaan Indonesia yang ditampilkan lewat lagu, tarian, kostum, dipadu musik EDM dan layar background modern, cuplikan suara Bung Karno saat membaca naskah proklamasi kemerdekaan diiringi genderang pukulan drum yang membakar semangat, kemudian diakhiri lantunan lagu nasional Padamu Negeri yang dinyanyikan berbaris dengan bercucuran air mata, adalah pemandangan yang sulit membuat kita tidak ikut berkaca-kata saat melihatnya sebagai bangsa Indonesia.

Seolah tak ingin berhenti di sana, itu dilanjutkan dengan adegan Alffy mendaki ke puncak bukit sembari membawa bendera Merah Putih yang berkibar-kibar gagah.

Kemudian bendera tersebut ditancapkan ke tanah dan itu membangunkan sosok makhluk besar berwujud naga yang kemudian terbang gagah di angkasa.

Di Instagramnya, Alffy menjelaskan bahwa makluk tersebut adalah sosok Antaboga yang melekat pada budaya Jawa dan Bali. Biasanya terdapat di ukiran gamelan, gerbang, atau gapura, sebagai simbol “penjaga”.

“Kenapa tidak Garuda dengan Pancasilanya saja ? Garuda Pancasila adalah lambang negara yang tentunya sensitif jika difantasikan secara purba. Karena lambang negara tersebut dilindungi undang-undang,” tulis Alffy.

“Secara fisik, Antaboga memang lebih menyerupai ular naga, tapi kita kembangkan dengan perpaduan gagahnya Garuda dengan sayapnya. Sebagai sebuah simbol penjaga dunia atas dan bawah,” tambah Alffy di Instagram @alffy_rev Sabtu, 21 Agustus 2021.

Kita melihat kejeniusan anak muda dalam berkarya. Bagaimana menyelaraskan ide kreatif dengan tetap menghormati aturan atau undang-undang.

“Wonderland Indonesia” adalah salah satu kado terindah untuk Indonesia di usia 76 tahun. Video tersebut kini berada di puncak tranding nomor 1 YouTube dan sudah disaksikan lebih dari 8,3 juta penonton sejak diunggah seminggu lalu.

Tak hanya itu, sudah puluhan YouTuber luar negeri membuat video reaction atas Wonderland Indonesia dan mereka semua takjub atas karya tersebut.

Orang-orang semakin tahu dan takjub dengan Indonesia. Maka, tak ada alasan bagi kita, sebagai bangsa Indonesia sendiri, untuk tidak bangga dengan jati diri kita, dengan bangsa kita, dengan tradisi dan budaya kita.

Melalui sebuah video musik, kita dibuat bangga, takjub, terharu, sekaligus tersadar akan kewajiban yang harus kita lakukan untuk bangsa ini: merawat dan selalu menjaganya.     

Wonderland Indonesia tak sekadar video musik. Menyaksikannya menumbuhkan kecintaan pada Tanah Air, memantik rasa nasionalisme, dan dengan sendirinya membuat kita semakin sadar betapa pentingnya menjaga persatuan, keharmonisan, dan perdamaian di Indonesia.

Bisa dikatakan, karya ini menjadi penguat imun dalam diri bangsa Indonesia, yang melindungi kita dari segala bentuk pengaruh ideologi atau paham transnasional yang bisa  mengancam keutuhan dan kedaulatan Indonesia.

This post was last modified on 26 Agustus 2021 2:56 PM

Al Mahfud

Lulusan Tarbiyah Pendidikan Islam STAIN Kudus. Aktif menulis artikel, esai, dan ulasan berbagai genre buku di media massa, baik lokal maupun nasional. Bermukim di Pati Jawa Tengah.

Recent Posts

Mengenal Bahaya FIMI dan Pentingkah RUU Antipropaganda Asing?

Negara modern jarang runtuh karena kudeta bersenjata. Ia lebih sering melemah secara perlahan karena dikikis…

9 jam ago

Tidur Panjang di Era Media Sosial: Algoritma dan Ilusi Kesadaran

“__Bahaya terbesar zaman modern adalah manusia tidak sadar bahwa ia tidak sadar.” — Herman Broch__…

2 hari ago

Upacara, Ikrar Pelajar dan Rukun Sama Teman : Revolusi Sunyi Penanaman Karakter Anak Nusantara

Inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menindaklanjuti arahan Presiden melalui SE Mendikdasmen No. 4…

2 hari ago

Menghitung Monetisasi Industri Kecurigaan & Kemarahan Di Ruang Digital Oleh Kreator

Di era Digital, kemarahan dan kecurigaan bukan sekadar reaksi emosional; mereka telah menjadi mata uang…

1 minggu ago

Digital Grooming dan Radikalisasi Anak secara Online : Jejak Ancaman Tersamar di Ruang Maya

Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan transformasi digital yang luar biasa, di mana anak-anak…

1 minggu ago

Ketika Algoritma Membentuk Ideologi: Anak dan Ancaman Radikalisme Digital”

Anak-anak Indonesia hari ini tumbuh di tengah dunia digital yang tanpa jeda. Gawai bukan lagi…

2 minggu ago