Narasi

Hikmah Ramadhan Di Tengah Pandemi Covid-19

Memasuki minggu ke dua bulan suci Ramadhan (1441 Hijriah) masyarakat Indonesia masih di uji dengan pandemi Covid-19 bahkan diseruluh dunia. Seperti dilansir dari situs resmi pemerintah Indonesia http://covid19.go.id, Minggu (10/05/2020). Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menginformasikan pasien positif mencapai angka 13.645 orang, sementara pasien sembuh mencapai angka 2.607 orang dan pasien meninggal mencapai angka 959 orang.

Data tersebut menunjukan panedemi Covid-19 masih berlansung dan tidak ada yang mengetaui pasti kapan ujian ini akan berahir. Diperlukan kedisiplinan dan kesadaran kolektif seluruh masyarakat untuk menaati protokol kesehatan agar Indonesia dapat segera lulus dari ujian pandemi ini.

Meskipun demikian, ujian pandemi Covid-19 tidak mematahkan semangat masyarakat Indonesia yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Radamdhan. Ibadah puasa pada titik ini bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus, tetapi mengasah masyarakat Indonesia dengan rasa kemanusiaan yang semakin kuat. Semua elemen masyarakat merasakan dampak pandemi ini, bagaimana pengusaha kecil atau pedagang saat ini jualannya banyak yang sepi pembeli, bahkan masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan semakin sulit mencari penghasilan.

Dengan demikian sebagai masyarakat Indonesia yang plural, ujian pandemi Covid-19 dapat mengajarkan prinsip persamaan manusia dari latarbelakang suku, etnik, budaya dan status social yang beragam untuk saling membantu sesamanya. Salah satunya dengan bersedekah di tengah ujian pandemi Covid-19.

Baca Juga : Puasa, Covid-19 Dan Keshalihan Sosial

Seperti dilansir dari muslim.okezone.com, Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin menjelaskan, hal tersebut merupakan amalan saleh yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. “Adanya pandemi Covid-19 kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak sedekah karena terdapat keutamaan di dalamnya,” ujarnya, Selasa (14/04/2020).

Selain bersedekah uang dan makanan, ditengah pandemi seperti ini masyarakat juga bisa bersedekah dalam bentuk memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) ke beberapa rumah sakit untuk semua tenaga kesehatan, dokter, perawat dan pendukung lainnya yang saat ini menjadi garda terdepan menangi Covid-19. Sedekah juga tidak melulu soal harta dan benda, ditengah ujian pandemi ini memberikan semangat terhadap masyarkat yang positif Covid-19 juga bagian dari sedekah. Hikmah bersedekah ditengah ujian pandemi ini selain menambah pahala dari harta yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, juga tumbuhnya rasa kemanusiaan terhadap sesama tanpa melihat latarbelakang sosialnya. Masyarakat diharpakan untuk saling menguatkan satu sama lain, bahkan masyarakat yang terkena dampak Covid-19 atau masyarakat yang positif terpapar Covid-19. Karena Indonesia mampu melewati ujin pandemi ini, masyarakat Indonesia yang lekat dengan semboyan gotong-royang tidak mengenal perbedaan. Ibadah puasa kali ini mengajarkan masyarakat hidup damai dan harmonis ditengah pandemi Covid-19.

This post was last modified on 11 Mei 2020 2:38 PM

Rini Ananing

Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Aktiv Di LPM SiGMA

View Comments

Recent Posts

Pranciskan Indonesia!: Ketika Slogan Menggelegar Menggantikan Kedalaman Intelektual

Tanda seru dalam slogan “Pranciskan Indonesia!” seolah menyimpan energi perlawanan yang meluap. Ia terdengar heroik,…

6 jam ago

Saat Konflik Geopolitik Diubah Menjadi Perang Akidah

Konflik geopolitik dunia kini telah menjadi bagian dari percakapan generasi muda Indonesia. Melalui media sosial,…

6 jam ago

Manuver Black Bloc di Balik Demo Perancis: Alarm Keras bagi Demokrasi Indonesia

Gelombang protes masif yang melanda Prancis dalam beberapa waktu terakhir kembali menarik perhatian dunia internasional.…

6 jam ago

Dajjal, Perang, dan Imam Mahdi: Mengapa Kajian Akhir Zaman Laku di Kalangan Kelas Menengah Muslim Urban?

Ada fenomena menari yang terjadi di lanskap keislaman Indonesia kontemporer. Di tengah menguatnya kelompok kelas…

1 hari ago

Di Balik Konflik Saudi–Houthi: Bahaya Geopolitik dan Ekonomi yang Sering Disederhanakan Politisasi Agama

Konflik Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali memasuki fase kritis. Eskalasi yang semakin…

1 hari ago

Menjernihkan Simplifikasi Geopolitik: Merawat Solidaritas Kemanusiaan Tanpa Merobohkan Rumah Bangsa

Kepedulian generasi muda Indonesia terhadap gejolak geopolitik dunia, khususnya yang terjadi di dunia Islam, hari…

1 hari ago