Banyak yang cemas soal inisiatif Kementerian Agama yang hendak menyelenggarakan perayaan Natal bersama bagi pegawainya, misalnya, langsung disambut dengan sirene bahaya. Reaksi seperti tuduhan sinkretisme dan pencampuradukan agama meramaikan ruang maya. Seolah-olah, sekadar hadir untuk menghormati kebahagiaan rekan kerja yang berbeda iman akan serta-merta melunturkan teologi yang telah dianut seumur hidup. Mengapa kita menjadi bangsa yang begitu cemas? Jangan-jangan, kita sedang tidak mempertahankan esensi agama, melainkan mempertahankan “simulasi” dari agama. ...
Read more 0 Damai
Damai
Penolakan kegiatan Natal Bersama Kementerian Agama menandakan bahwa sebagian umat beragama terutama Islam masih terjebak pada nalar dikotomistik. Nalar dikotomistik beragama dapat diidentifikasi dasi setidaknya tiga hal. Pertama, disparitas yang tajam atau mutlak. Dalam artian melihat segala sesuatu yang berbeda dengan pendekatan konfliktual. Maka, segala yang berbeda akan dianggap bermusuhan. Kedua, pola pikir hitam putih yang menjurus labelisasi juga penghakiman. Nalar pikir hitam putih ini melihat segala sesuatu dengan perspektif ...
Read more 0 Dalam spiritualitas Islam terdapat tiga kutub yang diyakini mewakili tiga bentuk pendekatan ketuhanan yang kemudian berkonsekuensi terhadap sikap keberagamaan. Tiga kutub itu adalah Syekh Abdul Qadir al-Jilani (yang mewakili pendekatan ibadah), Jalaluddin Rumi (yang mewakili pendekatan perasaan), dan Muhyiddin Ibn ‘Arabi (yang mewakili pendekatan pengetahuan). Saya tak hendak menyingkap dua dari yang pertama karena memang dalam kejawen atau spiritualitas yang berbasiskan budaya Jawa tak cukup memiliki pengaruh atau tak cukup ...
Read more 0 Setiap menjelang peringatan Natal, ruang publik digital kita riuh oleh perdebatan tentang boleh tidaknya umat Islam mengucapkan selamat Natal pada umat Kristen. Tahun ini, debat itu kian riuh oleh rencana Kemenag mengadakan perayaan Natal Bersama. Natal bersama dianggap sebagai bentuk sinkretisme yang membaurkan ajaran agama-agama. Natal bersama dianggap sebagai upaya mendangkalkan akidah umat Islam. Benarkah demikian? Satu hal yang wajib kita pahami terlebih dahulu adalah bahwa Natal bersama salah rangkaian ...
Read more 0 Di tengah pluralitas agama yang menjadi ciri khas Indonesia, gagasan “agama cinta” sering terdengar sebagai semboyan yang indah namun sulit diwujudkan. Padahal, jika dipahami dengan tepat, agama cinta bukan konsep abstrak yang hanya cocok dipidatokan, melainkan sebuah cara hidup yang berakar pada nilai paling mendasar dalam ajaran Islam yang relevan. Karena itu, ketika kabar mengenai rencana Kementerian Agama menggelar perayaan Natal bersama bagi para pegawai beragama Kristen muncul dan dibalas ...
Read more 0 Belakangan ini, lini masa media sosial ramai dengan perbincangan terkait keputusan Kementerian Agama untuk menggelar perayaan Natal bersama bagi pegawainya. Sebagian pihak menyambutnya dengan kecurigaan yang besar, bahkan mengaitkannya dengan tuduhan-tuduhan berat, seperti sinkretisme, penyamaan agama, dan ancaman terhadap akidah umat Islam. Sebuah wacana yang sejatinya mengundang perdebatan serius tentang arti dan kedudukan toleransi dalam kehidupan beragama di Indonesia, negara yang sejak awal kemerdekaan telah memilih Pancasila sebagai dasar negara ...
Read more 0 Desember selalu memiliki aroma yang khas. Ada bau tanah basah sisa hujan sore hari, aroma liburan yang dinanti-nanti, hingga semarak lampu warna-warni yang mulai menghiasi sudut-sudut kota menjelang Natal dan Tahun Baru. Di momen seperti inilah, ritme sosial kita sering kali diuji. Di antara hiruk-pikuk perayaan saudara-saudara kita yang beragama Nasrani dan pergantian tahun masehi, kita diajak untuk menengok kembali ke dalam diri: sejauh mana kita telah “membumikan” sifat Tuhan ...
Read more 0 Agenda Natal Bersama Kementerian Agama 2025 menuai polemik di tengah masyarakat. Agenda itu dianggap sebagai sinkretisme agama bahkan penggadaian akidah oleh sebagian kalangan. Agenda Natal Bersama juga dianggap sebagai kampanye terselubung paham pluralisme agama. Mudah ditebak, tudingan itu muncul dari kelompok konservatif. Kaum yang menganggap pluralisme agama sebagai ancaman. Pertanyaannya, mengapa mereka begitu curiga dengan pluralisme? Salah satu faktor utamanya adalah mereka gagal paham terhadap definisi pluralisme itu sendiri. Kaum ...
Read more 0 Di era modern ini, kita sering terjebak dalam sebuah kerancuan berpikir yang cukup fatal mengenai toleransi. Atas nama perdamaian, sering kali kita tergoda untuk berkata, “Semua sama saja.” Kalimat ini terdengar manis di telinga, seolah menjadi obat paling ampuh untuk meredam konflik antar-identitas, baik itu agama, budaya, maupun ideologi. Namun, jika kita telelisik lebih dalam dengan kejernihan akal dan kejujuran hati, pandangan yang memaksakan penyatuan segala hal, atau yang kita ...
Read more 0 Indonesia bisa dikatakan sebagai negara yang unik. Kita bukan negara agama, sekaligus juga bukan negara sekuler. Relasi agama dan negara dalam konteks Indonesia didesain dengan spirit yang moderat. Indonesia tidak didasari oleh hukum satu agama. Namun, sistem hukum kita tidak meminggirkan agama dari ruang publik. Maka, relasi agama dan negara di Indonesia cenderung lebih cair, luwes, dan moderat. Hal ini tampak pada perayaan Hari Besar Keagamaan yang selalu difasilitasi oleh ...
Read more 0
