Rabu, 27 Desember, 2023
Informasi Damai
sara

sara

Toleran adalah Watak Masyarakat Nusantara

Kebangsaan
Pada hakikat dan prakteknya, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang sudah terbiasa dengan perbedaan. Sejak dulu, karakter masyarakat Nusantara adalah masyarakat yang beragam, tetapi dapat hidup dalam keragaman. Tidak hanya persoalan suku, etnik dan budaya, tetapi persoalan keyakinan dan agama hidup dalam watak karakter masyarakat yang toleran. Banyak bukti dari sejarah masa lalu yang memperlihatkan bagaimana watak toleran dan guyub (hidup saling berdampingan dan tolong menolong) walaupun berbeda agama.Prasasti Batu Kalinga ...
Read more 0

Titik-Temu Toleransi Universal dalam Sila Ketuhanan Pancasila

Narasi
Tindakan intoleransi dan extremism bisa datang dari semua kalangan umat agama. Tetapi, semua agama tidak mengajarkan intoleransi dan ekstrimisme. Mengapa? karena yang keliru bukan agama, tetapi kekeliruan umat dalam beragama. Kekeliruan beragama inilah yang harus dibenahi. Demi menyemai toleransi yang dibenarkan dalam semua agama (toleransi universal). Sebagaimana, kita harus menyembuhkan penyakit klaim ketuhanan secara eksklusif dan destruktif. Karena ini menjadi faktor fundament umat agama bersikap intolerant, ekstrimis, anti-keragaman dan radikal. ...
Read more 0

Kritik Nalar Islam ala Mohammed Arkoun: Upaya Agama Menjawab Tantangan Modernitas

Tokoh
Para pemikir Muslim progresif sering kali mengkhawatirkan masa depan Islam di generasi yang akan datang. Bukan karena umat Muslim menurun secara kuantitatif, melainkan anjlok secara kualitatif di mana beberapa kelompok Muslim masih belum beranjak dari pola pikir teologis-dogmatis yang kaku sehingga berbenturan dengan tren masyarakat kontemporer. Adalah Mohammed Arkoun, seorang filsuf Islam modern yang juga resah akan gelombang konservatisme ini. Karena itu, ia berpikir ekstra untuk mengkompromikan bagaimana nilai-nilai dalam Islam ...
Read more 0

Antara Kesatuan Wujud dan Persatuan Nasional

Narasi
Di Jawa apa yang dikenal dalam agama sebagai problem tauhid kerap dianggap sebagai sebuah problem yang sudah selesai. Anggapan semacam ini dapat saya perluas lagi pada problem akhlak atau yang di Jawa dikenal dengan istilah “budi pakerti.” Sebab, dua problem ini memiliki keterkaitan yang erat dimana oleh kalangan wujudiyah Nusantara apa yang disebut sebagai relasi antara Khaliq dan makhluq terjembatani oleh akhlaq. Maka dapat dikatakan, sebagaimana penyimpulan M.C. Ricklefs, agama—dalam ...
Read more 0

Ajaran Toleransi Enam Agama di Indonesia

Narasi
Ajaran toleransi menjadi pijakan kokoh dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Keenam agama resmi di Indonesia, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, sama-sama mengandung nilai-nilai toleransi yang mendalam, yang menarik untuk didiskusikan dan serta juga penting untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ajaran Islam, toleransi diwujudkan melalui konsep “ukhuwah Islamiyah” (persaudaraan Islam) atau ”ukhuwah insaniyah” (persaudaraan sesama umat manusia). Selain itu, sebagai pedoman umat Islam, Al-Qur’an menekankan ...
Read more 0

Tradisi Pela Gandong; Kearifan Lokal Nusantara Sebagai Strategi Resolusi Konflik

Kebangsaan
Sebagai negara majemuk, Indoensia selalu dihantui oleh potensi perpecahan dan konflik. Mengelola masyarakat dengan multiidentitas bukan persoalan mudah. Maka, kita patut berbangga bahwa sampai hari ini, negara ini tetap eksis dan bertahan dengan kemajemukannya. Bahwa ada riak-riak konflik yang mewarnai relasi antar-masyarakat itu tentu tidak bisa dibantah. Tempo hari misalnya, muncul gesekan sosial di Bitung, Sulawesi Utara. Dua ormas terlibat bentrok massa. Satu hal yang patut dicermati dari konflik Bitung ...
Read more 0

Solidaritas Palestina dan Soliditas Kebangsaan Pasca Tragedi Di Bitung

Faktual
Sabtu sore menjelang malam (25/11/23), pecah keributan yang sangat tidak diinginkan di Kota Bitung yang damai. Dua kelompok massa saling lempar kata-kata dan akhirnya saling lempar batu. Pecah konflik dan keributan yang terjadi di Bitung antara Ormas dan Massa Aksi Bela Palestina sangat disesalkan. Namun, kesimpangsiuran atas kejadian tersebut beredar di media sosial. Berita yang muncul dan sebaran video viral telah membingkai informasi yang cepat menyulut emosi. Beberapa narasi yang ...
Read more 0

Absursditas Agenda Formalisasi Syariah dalam Konteks Negara Pancasila

Narasi
Isu penerapan hukum Islam atau formalisasi syariah sebenarnya bukan isu baru. Sejak awal berdirinya negara ini, perdebatan tentang formalisasi syariah sudah mencuat. Kelompok nasionalis-islamis menginginkan Indonesia menjadi negara Islam berdasar hukum syariah. Namun kubu nasionalis-modernis menghendaki Indonesia menjadi negara bangsa (nation-state) yang bertumpu pada Pancasila dan UUD 1945. Debat itu dimenangkan oleh kubu nasionalis-moderat dengan disahkannya Pancasila dan UUD 1945. Meski demikian, isu formalisasi syariah tidak pernah benar-benar padam. Pasca ...
Read more 0

Kutipan Umar bin Khattab yang Sering Disalahpahami sebagai Dalil Menegakkan Khilafah

Keagamaan
Sebuah hadis pernah meriwayatkan sebuah āṡār dari Umar bin Khattab. Kurang lebih āṡār tersebut berbunyi seperti di bawah ini, عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ قَالَ تَطَاوَلَ النَّاسُ فِي الْبِنَاءِ فِي زَمَنِ عُمَرَ فَقَالَ عُمَرُ يَا مَعْشَرَ الْعُرَيْبِ الْأَرْضَ الْأَرْضَ إِنَّهُ لَا إِسْلَامَ إِلَّا بِجَمَاعَةٍ وَلَا جَمَاعَةَ إِلَّا بِإِمَارَةٍ وَلَا إِمَارَةَ إِلَّا بِطَاعَةٍ فَمَنْ سَوَّدَهُ قَوْمُهُ عَلَى الْفِقْهِ كَانَ حَيَاةً لَهُ وَلَهُمْ وَمَنْ سَوَّدَهُ قَوْمُهُ عَلَى غَيْرِ فِقْهٍ كَانَ هَلَاكًا لَهُ وَلَهُمْ. “Dari ...
Read more 0

Negara Islam vis-à-vis Negara Yahudi: Fundamentalisme Agama di Era Politik Sekularisme

Negara Islam vis-à-vis Negara Yahudi: Fundamentalisme Agama di Era Politik Sekularisme
Analisa
Perspektif fungsionalis yang dipelopori oleh Émile Durkheim berkeyakinan bahwa agama berfungsi sebagai perekat sosial yang dapat meningkatkan kesatuan dan solidaritas sosial. Fungsi tersebut dicapai melalui mekanisme introduksi doktrin-doktrin agama untuk meningkatkan emosional para pengikutnya dan menyelenggarakan ritual yang ditujukan untuk memantapkan hubungan sosial. Pandangan ini sekaligus mempromosikan tesis kebangkitan agama di tengah poros politik sekuler. Pasalnya, para sosiolog agama telah memperkirakan bahwa agama akan kehilangan perannya semenjak awal modernisasi berkembang. ...
Read more 0