Narasi

Mewaspadai Bahaya Hoax Pasca di Larangnya Haji 2021

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi telah membatalkan pemberangkatan haji di tahun 2021. Alasan mendasar yang menjadi banyak pertimbangan ialah bahaya penyebaran covid-19 yang belum juga kunjung usai sampai saat ini di berbagai negara, termasuk Indonesia dan Arab Saudi. Pembatalan pemberangkatan haji memang memberikan luka bagi sebagian masyarakat yang sudah ingin sekali melaksanakan rukun terakhir dari rukun Islam. Namun, di lain sisi kita juga harus menyadari, bahwa kepentingan kesehatan dan keselamatan juga menjadi poin penting. Seperti misalnya apabila kita di tengah perjalanan ada yang terkena covid-19. Hal ini selain merugikan diri sendiri, tentunya juga keluarga kita masing-masing.

Terlepas dari itu, yang lebih membahayakan dari pembatalan haji, ialah hadirnya berita-berita hoax selepas diputuskannya pembatalan haji 2021. Di mana ada isu-isu miring tidak ada bukti kebenarannya menyebar berbagai media sosial. Salah satu hoax yang ramai diperbincangkan ialah kuota haji yang katanya hanya diberikan kepada 11 negara.  Padahal  apabila di telisik lebih dalam lagi, sampai dengan pembatalan haji oleh pemerintah Indonesia, Arab Saudi belum mengumumkan secara resmi negara mana saja yang mendapatkan kuota haji tahun 2021. Selain itu, ada juga hoax yang muncul bahwa pembatalan haji 2021 oleh masyarakat Indonesia, dikarenakan Indonesia memiliki hutang terhadap Arab Saudi. Hoax ini kemudian di sanggah serius oleh menteri agama Yaqut Cholil Qoumas dengan menyebut bahwa informasi tersebut 100 persen hoax.

Kejahatan yang demikianlah yang harus di waspadai bersama. Bahwasanya informasi yang  akurat akan melahirkan pemahaman yang mendamaikan, dan informasi yang belum tentu kebenarannya akan membawa perpecahan bangsa. Hoax yang hadir di tengah-tengah masyarakat ini apabila tidak disikapi dengan serius, tentu akan melemahkan ketahanan masyarakat untuk mempercayai pemerintah. Maka, selain memberikan klarifikasi yang sebenar-benarnya, ketegasan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat memang sangat dibutuhkan sebagai ketahan dari hoax dan provokasi.

DPP SAHI juga menyerukan, Abdul Khaliq Ahmad menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk memahami keputusan pembatalan keberangkatan calon jamaah haji Indonesia secara jernih dan husnudzon. Karena dari situ kita bisa menjaga kehidupan nasional tetap kondusif. Sehingga hal ini bisa memberikan pengaruh yang memadai untuk pemulihan ekonomi dan kesehatan masyarakat di tengah Pandemi covid-19 juga bisa berangsur membaik dan bangkit kembali.

Melihat betapa bahaya hoax yang bisa menghasilkan perpecahan. Sudah seharusnya kita menjadi cerdas dalam berbagai sisi kehidupan. Dengan kata lain, kita harus menjadi manusia yang cerdas memilih dan memilah informasi dengan baik. Mampu menyaring terlebih dahulu sebelum di share kepada jajaran masyarakat lainya. Selain itu kita harus ikut ambil andil dalam menyebarkan pesan-pesan kebenaran sebagai salah satu cara menutup hoax yang bertebaran di dinding sosial media.

Untuk itu, mari kita jaga kemaslahatan bangsa Indonesia dengan senantiasa mengedepankan pesan-pesan kebenaran. Baik dalam dunia maya ataupun dunia nyata. Sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman dalam memahami berbagai kebijakan yang disuarakan pemerintah. Karena pada kenyataannya dalam pembatalan haji 2021 ini, juga memiliki tujuan yang jelas, yaitu keselamatan bagi seluruh masyarakat Indonesia dari bahaya covid-19.

This post was last modified on 11 Juni 2021 1:48 PM

Suroso

Recent Posts

Di Tengah Gencar Ketahanan Pangan dan Energi, Jangan Lupakan Ketahanan Ideologi dan Literasi

Beberapa waktu terakhir, narasi besar pembangunan Indonesia terasa semakin konkret dengan tema ketahanan pangan dan…

1 minggu ago

Game Online, Agresi, dan Krisis Realitas

Indonesia menempati posisi strategis dalam peta ekonomi pasar gim online global. Kompas (2026) menghitung pengeluaran…

1 bulan ago

Menakar Nilai (In)Toleransi Sekolah Agama

Preferensi orang tua memasukkan anaknya ke sekolah agama sangat bisa dipahami. Terutama di Indonesia. Sebagai…

2 bulan ago

White Supremacy dan Gelombang Teror Baru oleh Anak

Serangan bom molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat, awal Februari 2026 tak…

3 bulan ago

Mengenal Bahaya FIMI dan Pentingkah RUU Antipropaganda Asing?

Negara modern jarang runtuh karena kudeta bersenjata. Ia lebih sering melemah secara perlahan karena dikikis…

3 bulan ago

Tidur Panjang di Era Media Sosial: Algoritma dan Ilusi Kesadaran

“__Bahaya terbesar zaman modern adalah manusia tidak sadar bahwa ia tidak sadar.” — Herman Broch__…

3 bulan ago