Editorial

Pancasila yang Dilahirkan

Pancasila bukan diciptakan. Ia hanya dilahirkan dari rahim ibu pertiwi sebagai hasil perkawinan nilai-nilai luhur bangsa dan ajaran agama. Pancasila bukan barang asing bagi negeri ini. Sila-sila yang terkandung adalah cerminan jati diri bangsa ini.

Pada Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dalam pembahasan dasar negara 28-Mei hingga 1 Juni, para pendiri bangsa berdiskusi, mencari dan merumuskan gagasan tentang dasar yang menjadi pedoman dan falsafah bangsa. Tepatnya, tanggal 1 Juni Bung Karno mengurai dan menamakan dasar negara ini : Pancasila.

“Namanya bukan Panca Dharma, tetapi – saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa namanya ialah Panca Sila. Sila artinya azas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia, kekal dan abadi”. Demikian petikan pidato Bung Karno kala itu.

Jika kita mencoba melintasi waktu dengan meneropong dan melihat suasana kebatinan dan semangat para pendiri bangsa itu mempersiapkan kemerdekaan bangsa ini, tentu jiwa-jiwa ini akan tergugah. Sebelum memproklamasikan kemerdekaan, para generasi emas bangsa ini telah berjuang merumuskan dan melahirkan dasar negara sebagai pedoman kita berbangsa hingga hari ini.  

Kemerdekaan bukan diberikan, tetapi diperjuangkan. Para pejuang, pendiri dan pahlawan bangsa ini telah mencurahkan nyawa, tenaga, dan pikirannya untuk mewujudkan kemerdekaan. Merdeka yang sesungguhnya yang mempunyai orientasi kebangsaan yang kuat dan kokoh. Berdirilah Indonesia dengan dasar negara Pancasila.

Sila-sila Pancasila yang diuraikan Bung Karno pada Sidang BPUPKI bukanlah penemuan baru, tetapi proses menggali nilai-nilai yang sudah ada dalam pengalaman dan praktek sosial bangsa ini sepanjang sejarah. Untuk menjadi merdeka bangsa ini harus mempunyai pengetahuan sejarah dan pandangan hidup sebagai jati diri. Para pendiri bangsa ini hanya melahirkan dengan menggali ide dari sejarah dan nilai luhur bangsa, lalu menamakan dasar-dasar ini dengan Pancasila.

Walaupun sudah dilahirkan, sebagaimana ditegaskan oleh Bung Karno bahwa sebuah falsafah hidup tidak akan pernah menjadi kenyataan jika tidak tidak selalu diperjuangkan. Tidak ada satu Weltanschauung dapat menjadi kenyataan, menjadi realiteit, jika tidak dengan perjoangan!

Karena itulah, tugas generasi saat ini adalah memperjuangkan Pancasila menjadi kenyataan dalam kehidupan berbangsa. Bukan lagi sibuk melahirkan ideologi lain yang ingin mengkhianati perjuangan para leluhur bangsa. Pahamilah sejarah bangsa ini. Hormatilah para pejuang dan pahlawan bangsa ini. Dan berbanggalah dengan jati diri dan identitas bangsa ini.

Berdirinya bangsa ini bukan menandai berakhirnya perjuangan. Indonesia lahir dari perjuangan dan akan terus berjuang dalam mewujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya dengan konsisten dan komitmen teguh menjalankan Pancasila.

This post was last modified on 30 Mei 2023 11:38 AM

Redaksi

Recent Posts

Algoritma Hitam-Putih Beragama: Saatnya Moderasi Dunia Digital Diperlukan!

Di media sosial, perbedaan pendapat tentang agama sering kali tidak berhenti sebagai perbedaan penafsiran. Ia…

14 jam ago

Wajah Baru HTI: Dari Podcast ke Stand Up Comedy

Dulu, ketika mendengar nama Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), bayangan yang melintas di kepala sebagian besar…

14 jam ago

Ustaz Viral, Ilmu Dangkal? Menguji Otoritas Keagamaan di Tengah Banjir Konten Digital

Laporan Digital 2026 dari DataReportal mencatat sekitar 180 juta identitas pengguna media sosial di Indonesia…

14 jam ago

Dari Rambo ke Roblox: Gamifikasi Teror dan Urgensi Ketahanan Digital Anak

Bagi generasi digital hari ini, game online telah melampaui definisi sederhana sebagai sarana hiburan. Di…

4 hari ago

Menjadi Kreator yang Berdampak : Mengubah Komunitas Gamer Menjadi Ruang Aman bagi Anak

Sebuah kanal game bisa memiliki ribuan pengikut, jadwal siaran yang teratur, dan penonton yang selalu…

4 hari ago

Bekal Praktis Anak di Ruang Digital: Melatih Berpikir Kritis, Mengenali Manipulasi, dan Berani Menolak

Bagaimana jika anak kita bertemu seseorang di gim daring yang selalu memujinya, mendengarkan keluhannya, lalu…

4 hari ago