Saudaraku,
Ini bukan tanah kurusetra
Yang Banjir darah penuh angkara
Kau tanam bom dan ranjau di halaman rumah
Hingga tiap detiknya, adalah intai maut kepada nyawa.
Saudaraku,
aku ingin menjadi syuhada seperti perintah agama
bukan dengan anyir darah yang membasah
akibat dentuman mesiu yang membahana
atau deretan luka yang tercipta di sebujur raga
aku ingin syuhada dengan jalanku sendiri
mati ketika jihad mencari nafkah demi anak istri
meregang nyawa kala bersimpuh mereguk ilmu dengan para santri.
Saudaraku,
kusirami ladang jihadku dengan bulir-bulir keringat yang meluruh
bukan dengan cara menebar biji amunisi kepada penduduk negeri
juga bukan demi pinangan ledakan hebat di rumah ibadah
aku ingin jihad dengan caraku sendiri.
Saudaraku,
jangan kau teror negeri ini
dengan cara yang sangat kau yakini.
AKu ingin syahid dengan caraku sendiri
bukan demi pinangan pengantin surgawi
lalu meledakkan diri dengan bom syahid yang kau imani
aku ingin mati dengan kehendaku sendiri.
Bekasi
oleh : Jack Efendi
Referensi : Buku Pengantin Langit
Tragedi Penembakan Masjid Christchurch pada 15 Maret 2019 menjadi titik balik bersejarah bagi Selandia Baru.…
Seorang anak berusia sebelas tahun duduk tenang di sudut ruang tamu. Ia tidak riuh, tidak…
Pada 7 November 2025, ledakan mengguncang masjid SMAN 72 Jakarta Utara saat khotbah Jumat. Sekitar…
Di dunia nyata, kekhalifahan Islamic State of Iraq and Syiria alias ISIS yang berpusat di…
Bagi anak dan remaja masa kini, gim daring bukan lagi sekadar wahana eskapisme sesaat. Ruang…
Sepanjang 2025, Densus 88 mencatat sekitar 110 anak berusia 10 hingga 18 tahun di 23…