Categories: Narasi

Tentang Kekerasan

Dalam sebuah cerita pendek dari seorang penulis lokal diceritakan bahwa masyarakat semakin akrab dengan kata kekerasan. Kata ini begitu sering digunakan baik dalam percakapan sehari-hari maupun dalam pemberitaan di media massa, meski hal ini tidak lantas berarti bahwa masyarakat memahami makna dari kata itu dengan baik. Istilah kekerasan berasal dari bahasa Latin, yaitu violentia, yang berarti keganasan, kebengisan, kedahsyatan, kegarangan, aniaya, dan perkosaan (dikutip Arif Rohman : 2005).

Kekerasan dapat terjadi dimana saja dan dapat dilakukan oleh siapa saja, tidak terkecuali di rumah. Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman kerap kali justru menjadi awal dari segala bentuk kekerasan. Anak yang seharusnya mendapat limpahan kasih sayang tidak jarang justru mengalami penyiksaan bahkan pelecehan, seorang istri yang yang seharusnya menjadi partner setara justru kerap dianiaya. Belakangan ini, kasus kekerasan dalam keluarga seolah telah menjadi hal yang umum dalam lingkungan masyarakat Indonesia.

Selain terjadi di keluarga, kekerasan juga kerap terjadi di lingkungan sekolah. Bentuk kekerasan yang paling sering terjadi di sekolah adalah bullying, dimana keinginan kuat untuk merendahkan atau bahkan melecehkan orang lain selalu menjadi faktor utamanya. Tidak jarang bullying berujung pada kekerasan fisik, baik yang sifatnya pengeroyokan maupun tawuran. Oknum guru, tidak peduli di sekolahan yang ada di desa maupun di kota, juga tidak jarang menjadi pelaku kekerasan. Dan ini lebih berbahaya, guru nyaris dapat melakukan apa saja kepada siswa, sementara siswa sangat jarang berani atau bersedia menjadi saksi atas kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru, sehingga kekerasan dapat terus terjadi tanpa terkendali.

Selain sekolahan dan keluarga, ada satu lagi tempat yang rawan terhadap kekerasan. Tempat ini memiliki skala bahaya yang paling besar karena segala jenis kejahatan bisa terjadi di tempat ini. Tempat ini adalah lingkungan masyarakat. Tempat ini menjadi berbahaya karena masyarakat umum saat ini mulai cenderung acuh terhadap tindak kekerasan yang dilakukan dan menimpa orang lain. jangankan untuk melaporkan ke pihak berwajib, untuk menjadi saksi saja masih banyak yang keberatan. Padahal dalam pasal 28I ayat 2 disebutkan; “Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.”

Sebagai bagian dari masyarakat, kita sesungguhnya dapat turut berpartisipasi dalam mengurangai atau bahkan menghentikan kekerasan. Hal itu dapat dimulai dari diri sendiri, yakni dengan tidak terlibat sama sekali dalam segala bentuk kekerasan. Kemudian jika kita menyaksikan kekerasan, maka jangan segan untuk segera melaporkan hal itu ke pihak yang berwajib.

Penulis: Diandra Adani Mazaya. Siswa SMA Taruna Nusantara, Magelang. Jawa Tengah.

This post was last modified on 29 Mei 2015 12:59 PM

Service

Recent Posts

Kekhalifahan ISIS di Roblox: Gamifikasi Ekstremisme yang Menyasar Gen Alpha

Di dunia nyata, kekhalifahan Islamic State of Iraq and Syiria alias ISIS yang berpusat di…

23 jam ago

Transformasi Digital Parenting sebagai Strategi Antisipasi Eksploitasi Ideologis pada Platform Gim Daring

Bagi anak dan remaja masa kini, gim daring bukan lagi sekadar wahana eskapisme sesaat. Ruang…

23 jam ago

Bagaimana Ekstremis Mengeksploitasi Game Online?

Sepanjang 2025, Densus 88 mencatat sekitar 110 anak berusia 10 hingga 18 tahun di 23…

23 jam ago

Mengenali Tanda Awal Paparan Ekstremisme Digital: Keluarga Wajib Hadir!

Seorang anak yang biasanya terbuka tiba-tiba enggan bercerita. Ia semakin tertutup tentang teman-teman daringnya, sering…

2 hari ago

Parental Gaming: Revolusi Pengasuhan di Tengah Ancaman Radikalisasi Gim Daring

Sebagai ibu dari seorang putri berusia 10 tahun, saya kerap tergagap-gagap mengikuti perkembangannya. Misalnya, ketika…

2 hari ago

Belajar dari Anak yang Terpapar

Pukul sebelas malam, lampu kamar anak masih menyala. Orang tuanya mengira ia sedang mengerjakan tugas.…

2 hari ago