Narasi

Urgensi Vaksinasi terhadap Narasi-Narasi Miring seputar Vaksinasi Covid-19

Yang ditunggu-tunggu, yakni vaksinasi Covid-19 telah tiba. Dan, presiden Joko Widodo telah menjadi orang pertama yang disuntik vaksin pada Rabu (13/1/2020) lalu. Ini adalah kabar gembira sekaligus harapan baru bagi kita semua untuk bisa kembali hidup normal seperti sediakala. Merdeka dari Covid-19 yang sejak Maret 2020 lalu memenjarakan kita dalam ruang ketakutan dan kecemasan.

Namun, pun begitu, tidak semua pihak menyambut baik vaksinasi Covid-19 ini. Bahkan, narasi-narasi miring seputar vaksinasi Covid-19 ini cukup berkembang subur di masyarakat. Bahkan, bisa dikatakan, jika kebanyakan masyarakat menyatakan siap untuk divaksin, tetapi kelompok masyarakat yang satu ini justru menentang vaksinasi dan mengatakan bahwa vaksin yang disuntikkan kepada Jokowi beberapa hari lalu tak lain adalah vitamin C.

Narasi-narasi miring seputar vaksinasi ini jelas adalah kabar buruk. Sebab, sedikit banyak hal itu akan berpengaruh pada suksesnya vaksinasi. Jika narasi-narasi miring seputar vaksinasi Covid-19 terus dibiarkan maka adalah sesuatu yang mungkin bila di hari kemudian, akan muncul gerakan anti-vaksinasi.

Jika demikian, keadaannya akan semakin kacau dan njelimet. Masalah kebangsaan kita akan semakin menumpuk dan menggunung, sementara Covid-19 tetap tidak bisa dikendalikan. Otomatis, kesusahpayaan pemerintah dan semua pihak yang terlibat dalam  proses produksi vaksin Sinovac tidak akan membuahkan apa-apa. Kecuali kekacauan dan penambahan masalah belaka.

Lalu, bagaimana solusinya? Solusinya adalah kita harus melakukan vaksinasi pada keduanya. Pertama, vaksinasi Covid-19 harus terus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan. Kedua, kita secara kolektif juga harus melakukan vaksinasi terhadap narasi-narasi miring vaksinasi Covid-19 itu.

Caranya, adalah dengan semua kita terlibat di dalamnya melawan narasi-narasi miring seputar vaksinasi Covid-19 itu. Dan, terpenting tak lupa mengedukasi keluarga, teman, sahabat dan karib dekat lainnya tentang pentingnya vaksinasi Covid-19 ini agar orang-orang terdekat kita tidak termakan oleh narasi miring seputar vaksinasi Covid-19 yang bisa berakibat fatal.

Gerakan perlawanan terhadap narasi-narasi miring seputar vaksinasi Covid-19 yang menyesatkan itu harus dilakukan secara masif. Terlebih di media sosial dan di dunia maya. Karena, narasi-narasi miring seputar vaksinasi Covid-19 itu sangatlah berkembang subur di media sosial. Dengan kata lain, media sosial dan dunia maya hari ini telah menjadi propaganda dari penyebaran narasi-narasi miring seputar Covid-19 itu hingga dikonsumsi oleh publik.

Vaksinasi Covid-19 akan berjalan lancar jika narasi-narasi miring seputar vaksinasi Covid-19 itu bisa kita vaksinasi secara kolektif. Tanpa, vaksinasi terhadap narasi-narasi miring seputar vaksinasi Covid-19 itu, kecil harapan vaksinasi Covid-19 bisa berjalan maksimal seperti yang diinginkan. Sebab, jika masyarakat beramai-meramai menolak vaksinasi, negara dan pemerintah tidak bisa memaksakan vaksinasi itu. Karena hal itu lagi-lagi terkait dengan hak asasi manusia (HAM) masyarakat. Maka dari itu, masyarakat harus dimotivasi agar dengan suka rela mau divaksinasi, dan lagi-lagi solusinya tiada lain, kecuali memvaksinasi narasi-narasi miring seputar Covid-19 itu.

This post was last modified on 19 Januari 2021 12:27 PM

Farisi Aris

Recent Posts

Di Tengah Gencar Ketahanan Pangan dan Energi, Jangan Lupakan Ketahanan Ideologi dan Literasi

Beberapa waktu terakhir, narasi besar pembangunan Indonesia terasa semakin konkret dengan tema ketahanan pangan dan…

1 bulan ago

Game Online, Agresi, dan Krisis Realitas

Indonesia menempati posisi strategis dalam peta ekonomi pasar gim online global. Kompas (2026) menghitung pengeluaran…

2 bulan ago

Menakar Nilai (In)Toleransi Sekolah Agama

Preferensi orang tua memasukkan anaknya ke sekolah agama sangat bisa dipahami. Terutama di Indonesia. Sebagai…

3 bulan ago

White Supremacy dan Gelombang Teror Baru oleh Anak

Serangan bom molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat, awal Februari 2026 tak…

3 bulan ago

Mengenal Bahaya FIMI dan Pentingkah RUU Antipropaganda Asing?

Negara modern jarang runtuh karena kudeta bersenjata. Ia lebih sering melemah secara perlahan karena dikikis…

4 bulan ago

Tidur Panjang di Era Media Sosial: Algoritma dan Ilusi Kesadaran

“__Bahaya terbesar zaman modern adalah manusia tidak sadar bahwa ia tidak sadar.” — Herman Broch__…

4 bulan ago