e-Jurnal

Magnet Suriah dan Radikalisasi : Jurnal Jalan Damai Vol. 1. No. 1 Januari 2025

Salam Damai,

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terbitnya Edisi Perdana Jurnal Jalan Damai, Volume 1 Nomor 1 Tahun 2025.

Jurnal Jalan Damai hadir sebagai jurnal ilmiah populer yang bertujuan mendalami kajian fenomena terorisme, mengevaluasi kebijakan terkait, serta mendorong pengembangan kontra narasi. Melalui pendekatan ilmiah yang tetap mudah dipahami, jurnal ini dirancang menjadi referensi bagi para peneliti, praktisi, maupun masyarakat luas yang peduli terhadap perdamaian.

Pada edisi perdana ini, kami mengangkat tema “Magnet Suriah dan Radikalisasi” – sebuah isu yang memotret dinamika pasca-kemenangan kelompok oposisi dan rakyat Suriah dalam menggulingkan rezim Bashar Assad. Fenomena ini dimanfaatkan oleh kelompok radikal sebagai pemicu kebangkitan ideologi perjuangan mereka, menciptakan tantangan baru dalam peta radikalisasi global.

Apa yang membuat Suriah menjadi magnet bagi jaringan radikal? Bagaimana dampaknya terhadap gerakan radikalisme di Indonesia dan dunia? Semua ini kami kupas tuntas dalam jurnal perdana kami, disertai analisis tajam dan mendalam.

Download sekarang, dan selamat membaca :

Jurnal Jalan Damai Vol.1.No.1. 2025

This post was last modified on 14 April 2025 9:29 AM

Redaksi

Recent Posts

Dari Sanad ke Startup: Jihad Intelektual Santri di Abad Algoritma

Pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy'ari menyerukan Resolusi Jihad untuk mempertahankan kemerdekaan sebagai kewajiban…

6 jam ago

Memahami “Santri” sebagai Kata Sifat

Setiap tanggal 22 Oktober, lini masa kita akan dipenuhi sarung, peci, dan foto lama di…

6 jam ago

Tirakat Digital: Amalan Santri Melawan Radikalisasi Daring

Peringatan Hari Santri selalu membawa kita pada ingatan historis tentang keberanian, ketangguhan fisik, dan kedalaman…

6 jam ago

Demonstrasi vs Vandalisme : Menjaga Demokrasi dari Penumpang Gelap dan Eksploitasi Generasi Muda

Momentum peringatan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2026 kembali menghidupkan ruang-ruang…

1 hari ago

Membersihkan Mimbar Digital dari Konten Radikal

Di tengah derasnya arus dakwah digital dan maraknya ceramah provokatif, mimbar-mimbar keagamaan kita kerap diuji,…

1 hari ago

Kritis Bukan Berarti Tidak Taat, Moderat Bukan Berarti Mengkompromikan Syariat!

Ada anggapan bahwa anak muda yang kritis terhadap pandangan keagamaan berarti kurang taat. Sebaliknya, mereka…

1 hari ago