Narasi

Menatap Masa Depan: Membangun Kerjasama untuk Perdamaian Dunia

Kerjasama suatu bentuk interaksi sosial yang memiliki sifat asosiatif (proses sosial yang menciptakan kesatuan) atau terjadi karena ada pandangan yang sama dalam suatu kelompok masyarakat baik antar perorangan ataupun kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Kerjasama merupakan suatu tindakan yang berat dilakukan. Tetapi dengan usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan antar individu atau antar kelompok guna mencapai satu kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan-tujuan bersama atau sering disebut asimilasi, kerja sama akan mudah digalakkan.

Menurut Koentjaraningrat, proses asimilasi akan timbul jika ada kelompok-kelompok yang memiliki perbedaan kebudayaan, kemudian individu-individu dalam kelompok tersebut saling berinteraksi secara langsung dan terus menerus dalam jangka waktu lama sehingga kebudayaan masing-masing kelompok berubah dan saling menyesuaikan diri.

Asimilasi dapat mengidentifikasi kepentingan-kepentingan dan tujuan kelompok. Apabila dua kelompok atau dua orang melakukan asimilasi, maka batas-batas antar kelompok akan hilang dan keduanya melebur menjadi satu kelompok yang baru. Hal seperti inilah yang diharapkan bangsa Indonesia untuk mengisi kemerdekaan.

Ekonomi Berkelanjutan

Bangsa Indonesia memiliki cukup umur untuk memperkuat sistem ekonomi yang berkelanjutan (Sustainable Economy). Sustainable economy dapat diwujudkan adanya kerjasama antara pemerintah, masyarakat dan dunia industri dengan action kerja bersama. Bangsa yang kaya akan kekayaan alam patut menikmati kekayaannya.

Sistem ekonomi seperti ini harapannya tidak berhenti dalam suatu priode kepemimpinan pemerintah saja tetapi berkesinambungan kedepannya. Kekayaan bangsa bersama-sama dikelola dengan baik tanpa merusak alam. Sumber daya alam bumi Nusantara sangat melimpah dengan beragam jenis hasil tambang, kekayaan hayati, pertanian dan perkebunan.

Di bidang agrikultur, Indonesia terkenal atas kekayaan tanaman perkebunannya, seperti biji coklat, karet, kelapa sawit, cengkeh, dan bahkan kayu yang banyak diantaranya menempati urutan atas dari segi produksinya di dunia.

Berbagai daerah di Indonesia juga dikenal sebagai penghasil berbagai jenis bahan tambang, seperti petroleum, timah, gas alam, nikel, tembaga, bauksit, batu bara, emas, perak dan masih banyak lagi. Disamping itu, Indonesia memiliki tanah yang subur dan cocok untuk menanam jenis tanaman. Dengan didukung wilayah perairan yang mencapai 7,9  sebagai support alam yang sangat besar.

Sumber daya alam Indonesia sangatlah melimpah, untuk memaksimalkan pemanfaatannya sumber daya manusianya dituntut mampu dan sanggup mengelola kekayaan yang ada dengan skill yang mumpuni. Sehingga perekonomian Indonesia semakin kuat sesuai usia kemerdekaannya.

Sustainable economy memiliki goal kesejahteraan rakyat. Dengan kesejahteraan masyarakat akan banyak terserap dunia kerja yang mampu menumbuhkan perekonomian keluarga. Sebagai wujud konkrit sustainable economy yaitu dirasakannya kesejahteraan dan kedamaian bangsa akan dinikmati semua kalangan. Masyarakat hidup damai rukun karena hak kewajibannya terpenuhi tanpa harus melakukan tindakan kriminalitas.

Membangun Industri

Sektor industri memegang peran kunci sebagai mesin pembangunan karena sektor industri memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sektor lain karena nilai kapitalisasi modal yang tertanam sangat besar, kemampuan menyerap tenaga kerja yang besar, juga kemampuan menciptakan nilai tambah (value added creation) dari setiap input atau bahan dasar yang diolah. Pada negara-negara berkembang, peranan sektor industri juga menunjukkan kontribusi yang semakin tinggi.

Kontribusi yang semakin tinggi dari sektor industri menyebabkan perubahan struktur perekonomian bangsa Indonesia secara perlahan ataupun cepat dari sektor pertanian ke sektor industri. Dalam artian disini bukan ingin mengurangi sektor pertanian tetapi industri sebagai penyempurnaan untuk mewujudkan kesejahteraan menuju Indonesia rukun dan damai.

Industri mampu berperan baik terhadap kesejahteraan bangsa ini dengan dukungan pemerintah. Pemerintah memiliki pengaruh berkembang dan kerdilnya industri dalam operasinya disuatu bangsa.

Kerja sama pemerintah untuk industri dapat tercermin dalam pengawasaan dan pendampingan dalam berjalannya roda perindustrian di Nusantara. Tindakan seperti ini untuk membentengi serbuan produk ilegal.

Hal lain yang tidak kalah pentingya adalah peningkatan pengamanan pasar, antara lain dengan menerapkan Standart Nasional Indonesia (SNI) yang didukung kesiapan, baik secara infrastruktur, laboratorium, maupun Sumber Daya Manusia yang kompeten, serta bantuan atau program pembinaan dan peningkatan mutu produk yang diharapkan dapat mengungguli kualitas produk luar negeri.

Masyarakat, dunia industri dan pemerintah dalam mengisi kemerdekaan harus jalan bersama. Kesatuan inilah untuk mewujudkan bangsa yang makmur, sejahtera dan damai bernegara tanpa adanya teror dari dalam maupun luar negeri.

Konflik yang terjadi dilingkungan industri terjadi akibat tidak tersosialisasi proses kinerja suatu pabrik milik perusahaan di masyarakat dengan baik. Sehingga kasus kesalah pahaman sering muncul antara masyarakat dan pihak industri. Pemerintah dalam persoalan ini memiliki peran penengah antar keduanya.

Pihak industri sering lalai terhadap kenyamanan lingkungan sekitar. Misalnya, mengenai kebisingan mesin-mesin pabrik dan limbah pabrik inilah sebagai pemicunya. Bukan soal itu saja tenaga industri dipabrik seharusnya diutamakan lingkungan pabrik. Tetapi kenyataannya banyak tenaga kerja perusahaan didatangkan dari luar daerah bahkan dari luar negeri.

Hal-hal seperti diatas pemerintah harus mampu mengawasi berjalannya pabrik dan pabrik memperhatikan kenyamanan lingkungan sekitar. Sikap pemerintah yang moderat sangat menentukan terwujudnya saling menghormati dan menghargai baik dari pemerintah, masyarakat maupun pihak industri.

Maka dari semua upaya tersebut akan menumbuhkan perdamaian bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dan semakin kokohnya pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Negara yang damai tentunya akan memiliki daya tahan yang lebih dari ancaman krisis ekonomi, moral, teroris baik ancaman militer dari luar.

Sholikul Hadi

Recent Posts

Mengenal Bahaya FIMI dan Pentingkah RUU Antipropaganda Asing?

Negara modern jarang runtuh karena kudeta bersenjata. Ia lebih sering melemah secara perlahan karena dikikis…

22 jam ago

Tidur Panjang di Era Media Sosial: Algoritma dan Ilusi Kesadaran

“__Bahaya terbesar zaman modern adalah manusia tidak sadar bahwa ia tidak sadar.” — Herman Broch__…

3 hari ago

Upacara, Ikrar Pelajar dan Rukun Sama Teman : Revolusi Sunyi Penanaman Karakter Anak Nusantara

Inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menindaklanjuti arahan Presiden melalui SE Mendikdasmen No. 4…

3 hari ago

Menghitung Monetisasi Industri Kecurigaan & Kemarahan Di Ruang Digital Oleh Kreator

Di era Digital, kemarahan dan kecurigaan bukan sekadar reaksi emosional; mereka telah menjadi mata uang…

1 minggu ago

Digital Grooming dan Radikalisasi Anak secara Online : Jejak Ancaman Tersamar di Ruang Maya

Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan transformasi digital yang luar biasa, di mana anak-anak…

1 minggu ago

Ketika Algoritma Membentuk Ideologi: Anak dan Ancaman Radikalisme Digital”

Anak-anak Indonesia hari ini tumbuh di tengah dunia digital yang tanpa jeda. Gawai bukan lagi…

2 minggu ago