Narasi

Pentingnya Pendidikan Damai Bagi Anak Usia Dini

Akhir-akhir ini radikalisme mulai menyasar anak-anak usia dini. Melalui model pembelajaran bisa saja konten radaikalisme ikut menyusup dalam materi pembelajaran mereka, bisa lewat pelajaran, buku bacaan, konten permainan, atau mungkin juga dari gurunya sendiri. Usia anak-anak sangat rentan dan sensitif dengan isu radikalisme. Mereka belum paham betul seperti apa model keagamaan yang mestinya dilakukan.

Anak-anak usia dini hanya paham tentang keceriaan, bermain, dan bercanda dengan temannya. Semestinya pembelajaran bagi anak usia dini mengedepankan itu. Berikan kepada anak-anak pembelajaran yang menyenangkan. Jangan berikan tekanan dan pemahaman yang menyesatkan bagi anak-anak seusia itu. mereka membutuhkan model pembelajaran yang mendasari pola lakunya di masa depan, maka sebaiknya dipenuhi dengan kisah heroik tentang makna perdamaian, kebaikan, dan kejujuran.

Apalagi anak-anak usia dini suka meniru. Mereka biasa melakukan apa yang dilihat dan juga didengar. Maka penting juga cara berbudaya kita diajarkan dengan penuh keramahtamahan bagi mereka. Jangan memberikan contoh perilaku yang menyimpang, bahkan mengajarkan mereka perilaku saling bantah membantah pada siapapun. Jika pada diri anak-anak itu tertanam rasa benci sejak dini, kelak dewasa mungkin itu jadi momok bagi kita, bisa saja akan tumbuh kebencian yang jauh lebih besar kepada orang lain.

Berikan anak-anak itu sebuah alasan untuk mencintai dirinya. Berikan mereka alasan tentang pentingnya mencintai keluarganya. Dan, berikan pula mereka alasan mencintai saudara-saudaranya. Terakhir, berikan alasan kepada mereka tentang arti penting mencintai negaranya, meskipun alasan itu sederhana, kelak ketika dewasa mereka akan mengerti. Dasari pendidikan anak-anak usia dini dengan cinta dan kasih sayang, itulah bekal di masa depan mereka akan peduli kepada banyak orang.

Masa anak-anak adalah masa emas. Itulah waktu mereka mengukir cita-cita besar di masa depan. Pada usia itulah mereka bermimpi menjadi seorang presiden yang mempin negara ini dengan cinta. Mereka menjadi pemimpi untuk mencapai derajat keadaban di masa depan. Maka, tugas kita adalah mengartikan mimpi itu dalam bentuk perilaku dan akhlak, sehingga mereka kelak akan menjadi seseorang yang mampu mencapainya dengan kegigihan dan kejujuran.

Siapa yang ingin melihat anak-anaknya menjadi brutal dan radikal. Tidak akan ada. Semua orang tua di dunia ini ingin anak-anaknya menjadi orang baik di masa depan. Dan, itu pendidikannya dimulai dari sekarang. Dari sekarang mereka harus dididik untuk peduli kepada orang lain. sejak dini mereka harus mengerti arti penting tentang makna persaudaraan kepada sesama teman permainannya atau teman sekolahnya.

Jangan sekali-kali menanamkan arti kebencian dalam diri mereka. Ajari mereka tentang makna saling berbagi dan berkolaborasi. Ajari mereka tentang kerjasama dan kebersamaan. Biarkan waktu anak-anak mereka habiskan dengan keceriaan. Jangan nodari keceriaan mereka dengan bentuk lain berupa konten kebencian meskipun itu kecil dan sederhana. Senyum dan tawa bagi anak-anak adalah pendidikan. Bangun karakter anak-anak harus didasari dengan memberikan cara berpikir yang terbuka.

Ingat, memori anak-anak adalah memori emas. Apa yang mereka pelajari saat ini akan membentuk mental dan sikap di masa depan. Maka teramat sangat penting bagi kita untuk menuntun mereka ke jalan yang benar. Berikan kepada mereka permainan yang mendidik tentang peduli untuk sekedar membantu teman bermainnya. Ajari mereka untuk saling berbicara dan berdialog, maka kelak ketika dewasa meraka akan mendahulukan cara-cara yang ramah , memajukan dialog untuk menyelesaikan, bukan menghujamkan senjata maupun pedang.

Anak-anak itu tidak mengerti makna simbol-simbol. Mereka tidak mengerti makna senjata yang yang mereka pakai, meskipun itu hanya sekedar baju serial untuk sebuah parade karnaval. Tapi ayolah bertindak cerdas, mereka memang belum mengerti makna simbol-simbol, tapi anak-anak itu menyimpan simbol itu dalam pikiran mereka. Jadi berikan mereka simbol-simbol yang bermakna perdamaian, keadilan, kejujuran, kebersamaan, persaudaraan, keadilan, dan optimisme.

Sudah terlampau banyak di negeri ini kasus dan sebaran konten radikalisme. kini, kita wajib hukumnya membentengi anak-anak dari konten radikalisme itu melalui pendidikan. Baik itu dari lingkungan sekolah maupun keluarga. Maka, kini patut dimengerti semua kalangan bahwa anak-anak adalah asset masa depan, berikan arti penting kepada anak-anak tentang cita-cita di masa depan. Biarkan saat ini mereka berlari dan bermain, tapi tuntun cara bermain mereka dalam makna kebersamaan bukan yang lainnya.

Maka, konten pendidikan bagi anak-anak usia dini kini wajib menjadi perhatian. Pelajaran kepada anak-anak usia dini harus berisikan konten-konten perdamaian. dan, juga dibutuhkan inovasi yang jauh lebih menarik lagi, agar anak-anak belajar dengan cara-cara yang menyenangkan. Belajar mereka pada usia emas ini adalah kunci kehidupan mereka di masa depan. Untuk itu, mari tuntun mereka dengan pembelajaran dan pendidikan yang penuh keramahtamahan dan kesantunan.

Febri Hijroh Mukhlis

Alumni pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Pendiri Yayasan Umm al-Bilaad

Recent Posts

Mengenal Bahaya FIMI dan Pentingkah RUU Antipropaganda Asing?

Negara modern jarang runtuh karena kudeta bersenjata. Ia lebih sering melemah secara perlahan karena dikikis…

4 minggu ago

Tidur Panjang di Era Media Sosial: Algoritma dan Ilusi Kesadaran

“__Bahaya terbesar zaman modern adalah manusia tidak sadar bahwa ia tidak sadar.” — Herman Broch__…

4 minggu ago

Upacara, Ikrar Pelajar dan Rukun Sama Teman : Revolusi Sunyi Penanaman Karakter Anak Nusantara

Inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menindaklanjuti arahan Presiden melalui SE Mendikdasmen No. 4…

4 minggu ago

Menghitung Monetisasi Industri Kecurigaan & Kemarahan Di Ruang Digital Oleh Kreator

Di era Digital, kemarahan dan kecurigaan bukan sekadar reaksi emosional; mereka telah menjadi mata uang…

1 bulan ago

Digital Grooming dan Radikalisasi Anak secara Online : Jejak Ancaman Tersamar di Ruang Maya

Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan transformasi digital yang luar biasa, di mana anak-anak…

1 bulan ago

Ketika Algoritma Membentuk Ideologi: Anak dan Ancaman Radikalisme Digital”

Anak-anak Indonesia hari ini tumbuh di tengah dunia digital yang tanpa jeda. Gawai bukan lagi…

1 bulan ago