Tujuan dari aksi ini adalah untuk menunjukkan bahwa nama Muhammad telah digunakan banyak Muslim sebagai wujud kecintaan mereka kepada sang kekasih Allah. Aksi ini tentu telah membuat propagana Pamela dan para bolo-nya gagal total. Karena nyatanya Muslim tidak hanya bisa marah, masih ada banyak Muslim lain yang kreatif dan ramah. Dan sekali lagi, kreatifitas mampu menjauhkan kita dari perilaku yang tidak pantas.
This post was last modified on 12 Agustus 2015 12:58 PM
Tembok kedaulatan sebuah negara hari ini tidak lagi semata diruntuhkan oleh invasi militer, melainkan oleh…
Isu eskatologi selalu memiliki daya pikat magis di tengah umat Muslim. Di era banjir informasi…
Kasus penggerebekan sebuah pondok pesantren di Karanganyar oleh aparat kepolisian yang berkaitan dengan aksi pembakaran…
Terdapat potret metaforis tentang katak yang dimasukkan ke dalam rebusan air. Ketika katak dimasukkan langsung…
Peringatan Sumpah Pemuda setiap tanggal 28 Oktober tidak boleh dibiarkan menguap sekadar menjadi romantisme sejarah…
Suatu hari di Mekah, jauh sebelum Muhammad diangkat menjadi nabi, seorang pedagang dari Zubaid, Yaman,…