Kamis, 29 September, 2022
Informasi Damai
Archives by: Abdul Hakim

Abdul Hakim

0 comments

Abdul Hakim Posts

Memahami Evolusi Gerakan dan Target Kelompok Radikal Terorisme

Memahami Evolusi Gerakan dan Target Kelompok Radikal Terorisme
Faktual
Minggu (25/9/2022) pukul 18.20 WIB terjadi ledakan di Asrama Polisi Grogol Indah Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah. Kejadian bermula dari sebuah paket yang diterima oleh keluarga Bripka Dirga, anggota Intel Polresta. Tapi setelah dibuka paket tersebut meledak. Ledakan yang terdengar sampai radius 2 KM mengakibatkan Bripka Dirga mengalami luka bakar hingga 37 persen. Berdasarkan keterangan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Lutfi, tidak ada unsur teror dalam ledakan tersebut. Paket yang ...
Read more 0

Manjawab Kedangkalan Ilmu Kelompok Ekstrem yang Mengkafirkan Negara

Manjawab Kedangkalan Ilmu Kelompok Ekstrem yang Mengkafirkan Negara
Keagamaan
Sering muncul ke publik narasi Indonesia negara kafir dan thagut karena tidak berdasar pada hukum Islam secara formal. Lebih-lebih menjelang Pemilu, narasi dan perdebatan tentang konsep negara atau pemerintahan dalam Islam mengemuka dengan sangat dahsyat. Kelompok radikal terorisme atau juga para pengasong khilafah kerap melontarkan narasi propaganda ini secara konsisten. Ada yang mengkafirkan dengan melalui Tindakan kekerasan. Ada pula yang hanya dengan gagasan yang dibungkus dakwah di majelis pengajian. Ada ...
Read more 0

Belajar dari Suriah : Mempolitisasi dan Mengeksploitasi Konflik Syiah-Sunni

Belajar dari Suriah : Mempolitisasi dan Mengeksploitasi Konflik Syiah-Sunni
Narasi
Satu kaidah fikih mengatakan, “Kebijakan seorang pemimpin terhadap rakyat harus didasarkan atas kemaslahatan”. Hairuddin Habziz dalam Kaidah Fiqh menulis hikmah kaidah di atas bahwa, pokok tujuan kepemimpinan adalah mewujudkan kesejahteraan lahir batin yang dapat dirasakan oleh segenap rakyat. Jika tujuan itu tidak tercapai, sejatinya ia bukan seorang pemimpin. Yana Mulyana, Walikota Bandung, sepertinya kurang apresiatif terhadap kaidah di atas disaat dirinya hadir dan meresmikan gedung dakwah Aliansi Nasional Anti Syiah ...
Read more 1

Narasi Negara Kafir dan Taghut untuk Memecah Belah

Narasi Negara Kafir dan Taghut untuk Memecah Belah
Narasi
Masa kolonialisme politik Devide at impera (politik pecah belah) sukses memecah belah dan melemahkan kekuatan rakyat Indonesia. Bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku, ras dan agama sangat rawan dipecah belah. Penjajah dengan sangat piawai membaca peluang tersebut. Akhirnya, penjajah dengan sangat mudahnya menguasai Indonesia. Melalui Sumpah Pemuda rakyat Indonesia kembali menemukan ruh perjuangan yang sesungguhnya. Pemuda tanpa melihat latar belakang bersatu padu bersama seluruh rakyat Indonesia bangkit memerangi penjajahan. ...
Read more 0

Penerimaan Pancasila dan Sesat Pikir Ideologisasi Agama

Penerimaan Pancasila dan Sesat Pikir Ideologisasi Agama
Narasi
Ideologisasi agama, seperti paham radikalisme dan terorisme yang tujuan politiknya Indonesia menjadi negara agama; Khilafah, NKRI Bersyariah dan label agama yang lain, menjadi ancaman bagi ideologi Pancasila. Fenomena ini memang bukan fakta baru, tapi telah ada sejak dulu, bahkan sebelum proklamasi kemerdekaan. Sebelum finalisasi Pancasila sebagai satu-satunya ideologi dan dasar negara, terjadi perbedaan pendapat dan gagasan mengenai sistem pemerintahan Indonesia. Kala itu, situasi kebangsaan diperhadapkan dengan dinamika tawaran konsep tentang ...
Read more 0

Memaksakan Jilbab Merupakan Praktik Intoleransi dan Salah Secara Agama

Memaksakan Jilbab Merupakan Praktik Intoleransi dan Salah Secara Agama
Narasi
Kerudung atau jilbab kerap dianggap sebagai instrumen pengendalian. Seolah-olah jilbab merupakan indikasi pasti pilihan nilai. Yang berjilbab itu suci, yang tidak berarti kotor. Hijab seolah-olah menjadi penentu jalan ke surga dan neraka. Padahal, kenyataannya tidak selalu begitu. Tidak sedikit mereka yang berhijab tapi kontradiktif dengan nilai luhur agama. Tidak sedikit pula orang yang memakai jilbab tidak berdasarkan pilihan nilai, cuma karena ikut tren busana. Ada pula yang hanya beradaptasi dengan ...
Read more 0

Mensterilkan Layar Media Sosial dari Risalah Kebencian

Narasi
Akankah tradisi mencela, menghina, adu domba dan provokasi menjadi wajah bermedia kita atas nama kebebasan berekspresi? Kalau ia, moral beragama di tanah air ini telah punah. Wabah narasi kebencian, penghinaan dan caci maki menjadi penyakit akut dikalangan umat beragama. Agama menghilang sekalipun namanya masih terbilang. Melihat perkembangan konten-konten di media sosial yang yang semakin asyik mempertontonkan narasi kebencian, penghinaan dan sejenisnya, menjadi tanda bahwa identitas keberagamaan penduduk Indonesia telah mengalami ...
Read more 0

Penyebab Remaja yang Tersesat dalam Mengejar Surga

Penyebab Remaja yang Tersesat dalam Mengejar Surga
Narasi
Radikalisme dan terorisme itu bukan hantu lagi, ia ancaman nyata. Di Indonesia dan juga di negara belahan dunia lain, keterlibatan kaum muda terlebih anak-anak dalam pusaran ideologi radikalisme dan terorisme merupakan fakta yang tidak terbantahkan. Keikutsertaan anak remaja secara aktif dalam aktifitas kekerasan atas nama agama itu acap kali dipertontonkan. Ada gairah keinginan untuk mengejar surga dengan instan. Remaja disuguhkan dengan imajinasi cara cepat mengejar surga apapun dosa yang dilakukan. ...
Read more 0

Merekatkan Kebhinekaan Melalui Ibadah Kurban

Merekatkan Kebhinekaan Melalui Ibadah Kurban
Narasi
Idul Adha atau Hari Raya Kurban sangat spesial bagi umat Islam. Perintah untuk berkurban berawal dari kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan oleh Allah untuk mengorbankan anaknya, Ismail. Suatu perintah yang teramat berat. Ismail bak sumber air di padang gersang. Ia telah lama dinantikan kelahirannya oleh Nabi Ibrahim. Tak disangka setelah beranjak dewasa tiba-tiba datang perintah Allah untuk mengorbankannya. Namun demi memenuhi kepatuhan dan rasa cinta Ibrahim kepada sang Maha Pencipta, ...
Read more 0

Besar Kecilnya Aksi Terorisme, Dana adalah Kunci

Besar Kecilnya Aksi Terorisme, Dana adalah Kunci
Narasi
Dugaan aliran pendanaan terorisme yang dilakukan oleh lembaga pengelola dana umat, Aksi Cepat Tanggap (ACT) sejatinya melukai umat. Sekali lagi jika benar akan membuktikan betapa agama sangat mudah dijadikan alat komoditi. Agama dipolitisasi dan eksploitasi untuk kepentingan kelompok tertentu dalam upaya mencari keuntungan materi. Lebih ironis dana yang berasal dari umat dipakai untuk membunuh umat itu sendiri. Aliran dana kemanusiaan untuk kegiatan terorisme secara tidak langsung telah mempersiapkan kantong mayat ...
Read more 0