“Islam, Islam, Islam Yes…Kafir, kafir, Kafir No…!” Yel-yel ini begitu lantang menembus dinding bangunan yang disesaki oleh anak-anak yang antusias dan penuh semangat belajar. Anda yang pernah sesekali mengantar sang buah hati ke sekolah sudah tidak asing mendengar yel-yel ini. Barangkali pertanyaannya bukan terletak pada apakah yel-yel tersebut secara subtansial salah atau tidak, tetapi sudah pantaskah anak sejak dini ditanamkan dengan subtansi yel-yel seperti itu. Rasanya kok menjadi mengerikan melihat ...
Read more 0 Archives by: Abdul Malik
Abdul Malik
Abdul Malik Posts
Menyadari kondisi obyektif bangsa Indonesia yang multikultural serta potensi dan pengalaman ledakan konflik masa lalu, menyiapkan generasi cinta damai sungguh tak terelakkan. Sudah cukup pengalaman masa lalu dan saat ini di mana kekerasan telah diabsahkan menjadi suatu budaya. Kekerasan yang membudaya semakin Nampak ketika masyarakat menganggap kekerasan sebagai instrument sah atau sebagai kewajaran. Generasi saat ini harus segera melakukan introspeksi terhadap berbagai kegagalan masa lalu dalam mengelola konflik dan kekerasan. ...
Read more 0 Rasanya persoalan ke depan yang akan dihadapi generasi muda teramat berat dan semakin menantang. Orang tua tidak bisa menggunakan optik tantangan hari ini sebagai pertimbangan mencetak anak dengan persoalan yang akan dihadapi di masa depan. Sungguh bijak ketika Ali Bin Abi Thalib R.A, “Jangan paksakan anakmu untuk menjadi seperti kamu, karena dia diciptakan bukan untuk zaman kamu.” Anak sejak dini harus dipersiapkan dengan berbagai kemampuan (multi talent) yang dapat menjadi ...
Read more 0 Dalam sebuah hadist yang cukup populer dinyatakan : “Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.” Hadist ini menyiratkan beragam makna. Salah satunya adalah tanggungjawab pendidikan orang tua. Jika dikatakan bahwa setiap anak adalah suci, maka sesungguhnya yang menentukan karakter, mental, prinsip dan pilihan pandangan hidup adalah orang tua. Di sinilah sebenarnya posisi penting pendidikan di dalam keluarga. Namun, istilah ...
Read more 0 Barangkali Indonesia merupakan area potensial bagi arus importasi konflik Timur Tengah. Penduduk Indonesia dengan mayoritas muslim sangat mudah disentuh dengan isu-isu sekterian yang diimpor dari kawasan tersebut. Konflik Timur Tengah sering dijadikan komoditas bagi para importir konflik untuk mereplikasi konflik serupa di dalam negeri. Hal ini apabila tidak bisa diatasi akan mengancam pada tatanan sosial atau bahkan mengarah pada perpecahan di tingkat masyarakat. Narasi yang dikembangkan oleh para importir konflik ...
Read more 0 Sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia layak menjadi satu model baik dalam sistem maupun konsepsi kenegaraan yang dapat menggabungkan secara harmonis antara Islam dan nasionalisme. Sebenarnya memang tidak ada dikotomi yang perlu dipertegas antara Islam dan nasionalisme, namun akhir-akhir ini narasi keagamaan kerap dimanfaatkan untuk meruntuhkan nasionalisme. Di saat beberapa negara mulai gamang dalam menentukan identitas nasional dan identitas keagamaan, Indonesia merupakan contoh terbaik yang banyak dilirik ...
Read more 0 Apapun masalahnya, khilafah solusinya. Paling tidak inilah slogan yang selalu ditampilkan setiap kali membaca narasi yang dikembangkan oleh para penebar khilafah. Setiap kali membaca selebaran dari kelompok pembela khilafah ini, alurnya pasti serupa. Mereka mengkritik berbagai kondisi sosial skala global, regional dan lokal, kemudian pada akhirnya; apapun makanannya, khilafah minumannya. Kelompok ini sejatinya sangat kecil, bahkan di beberapa negara Islam keberadaannya sudah dilarang. Di Indonesia mereka menemukan tempat yang nyaman, ...
Read more 0 Judul ini terilhami salah satu tulisan KH. Abdurrahman Wahid “Musuh dalam Selimut” sebagai pengantar buku Ilusi Negara Islam. Kalimat tersebut saya kira cukup tepat dan semakin relevan dalam konteks kekinian. Para penyebar ajaran ekstrim dan ideologi anti NKRI telah lama bersembunyi di balik selimut hangat NKRI. Hanya di Indonesia mereka bebas berkeliaran di tengah jalan meneriakkan khilafah bahkan kadang dikawal aparat. Celakanya, pada momentum tertentu mereka justru disediakan panggung resmi ...
Read more 0 Organisasi masyarakat berbasis keagamaan (selanjutnya ditulis ormas keagamaan) di Indonesia menjadi salah satu gerakan sipil yang sangat berperan penting dalam mencerdaskan anak bangsa. Beberapa Ormas keagamaan besar tidak hanya berkutat dalam hal keagamaan tetapi juga meluaskan perannya dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Hefner menyebutkan gerakan ini dengan istilah civil-Islam sebagai anti tesa dari Islam rezimis. Tidak mengherankan jika kita melihat ormas keagamaan yang mengambil peran dalam mengadvokasi kelompok marjinal, ...
Read more 0 Sejak masa nenek moyang nusantara, ajaran spiritualitas keagamaan yang beragam baik Hindu, Budha, Islam berakar pada satu landasan etik toleransi. Toleransi merupakan watak asli bangsa dan manusia Indonesia sejak dulu kala. Prinsip “Bhinneka Tunggal IKa” karangan Mpu Tantular mengilhami para penguasa dan masyarakat Hindu-Budha sejak dulu kala untuk mengelola perbedaan dalam kerangka persatuan. Islam datang memulai babakan baru dalam sejarah reliji masyarakat nusantara. Wali Songo, penyebar Islam di Nusantara, hadir ...
Read more 0
