Fenomena Parade Tauhid

Fenomena Parade Tauhid

- in Keagamaan
2917
0

Akhir-akhir ini di media sosial sering ditemukan rencana penyelenggaraan parade tauhid di beberapa kota di Indonesia. Konon parade itu adalah upaya membangun sebuah persepsi untuk menghidupkan syiar-syiar Islam. Meski tak jarang materi kampanye dan slogan yang berkibar di sejumlah parade yang pernah terselenggara selama ini cenderung bernuansa ekstrim dan militan ala Timur Tengah. Tak jarang pula simbol-simbol ISIS dan daulah islamiyahnya ikut berkibar.

Saya sangat tertarik dengan kata tauhid yang ditempelkan pada kata parade tersebut karena tauhid adalah ajaran utama dan yang paling penting dalam Islam. Kita semua sepakat bahwa mulai dari Nabi Adam as sampai kepada Nabi Muhammad Saw ajaran tauhid merupakan intisari ajaran yang dibawah oleh para nabi dan rasul-rasulnya. Karena itu tauhid menjadi sangat inti dalam ajaran setiap agama. Tidak ada satupun agama samawi atau agama yang turun dari langit kecuali mengajarkan pentingnya tauhid itu. Walaupun dalam perjalanan setiap agama samawi mengalami pergeseran dari nilai-nilai tauhid yang diajarkan oleh agamanya.

Tauhid artinya mengesakan Tuhan atau mengimani bahwa hanya satu Tuhan yang mencipta segala-segalanya di bumi dan di langit dan semua yang ada di antara keduanya. Selain itu, tauhid juga berarti meyakini dan mengimani bahwa hanya satu yang bisa disembah dan hanya satu yang layak kita tempati minta tolong dan hanya satu yang menentukan segala-galanya. Dengan kata lain bahwa tauhid berarti meyakini bahwa hanya Tuhan yang berkuasa di atas segala-galanya dan hanya kepada tuhanlah kita berserah diri. Kategori tauhid seperti ini dinamakan dalam ilmu ushul sebagai tauhid uluhiyah.

Tauhid semakin penting dalam kehidupan sehari-hari setiap insan khususnya kaum muslimin jika tauhid dipahami sebagai salah satu sarana untuk mengerti dan memahami setiap apa yang ada di sekitar kita baik secara politik, ekonomi, lingkungan, dan sosial-budaya dengan keyakinan bahwa semua yang dilakukan oleh manusia baik untuk kepentingan dirinya maupun untuk kepentingan orang lain sebagai bagian dari makna tauhid. Karena semua itu bertujuan untuk mengukuhkan esksistensi sebagai hamba Allah dan untuk menyembah Allah. Demikian pula kita harus meyakini bahwa semua yang diciptakan oleh Allah baik itu benda mati ataupun benda hidup memiliki fungsi positif bagi umat manusia agar tetap pada hakekatnya sebagai ciptaan Tuhan. Jika tauhid diartikan sebagai sesuatu yang menjadi urgent dalam kehidupan sehari-hari kita untuk kepentingan kita dengan pencipta dan untuk kepentingan kita dengan sesama, maka makna tauhid inilah yang dimaksud dalam Alquran.

ليْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Bukanlah kebajikan itu dengan meghadapkan mukamu ke timur dan Barat akan tetapi kebajikan itu adalah beriman kepada Allah dan hari kemudian, para malaikatnya, kitab-kitabnya dan para nabi dan rasulnya serta membelanjakan hartanya kepada mereka yang dicintai dari keluarganya, fakir miskin dan mereka yang sedang di jalan allah dan mendirikan sholat, membayar zakat dan memenuhi janjinya jika mereka berjanji dan bersabar dalam menerima cobaan dalam keadaan susah dan bahagia mereka itulah orang orang yang benar dan mereka itulah orang orang yang bertakwa.

Dari ayat tersebut di atas jelas bahwa kebajikan bukan saja menghadapkan muka ke barat dan ke timur akan tetapi beriman kepada Allah dan seluruh yang diwajibkan untuk diimani dan berbuat baik terhadap sesama dan konsisten terhadap kewajiban merupakan intisari agama dan tauhid yang sebenarnya.

Namun arti tauhid akan sangat melenceng jika dipahami sebagai ikon untuk menghimpun massa di satu tempat kemudian meneriakkan sesuatu yang sangat tidak diinginkan oleh khayalak umum atau sesama seiman dan seagama.  Tauhid menjadi sesuatu yang tidak bernilai khususnya jika dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok atau menghasut yang bisa menimbukan efek samping dalam kehidupan beragama. Inilah yang dimaksud dalam ayat lain bahwa mereka itulah yang menjual ayat ayat Allah dengan harga yang sangat murah dan mereka itulah termasuk golongan yang merugi.

Facebook Comments