Kasus penusukan terhadap seorang Romo di Jogjakarta pada tanggal 11 Pebruari 2018 kemaren telah mencederai kedamaian dan kerukunan antar umat beragama. Lebih-lebih, umat Islam tentu makin tercabik atas aksi itu. Bagaimana tidak, pelaku penusukan tersebut sebelum melakukan aksinya, konon, menginginkan untuk menikah dengan bidadari. Indikasinya, dia termakan oleh doktrin Islam radikal. Karena ketergiuran terhadap kenikmatan surga ini, khususnya dengan janji mendapatkan bidadari bagi yang mau melakukan jihad, hanya dikampanyekan oleh ...
Read more 0 e-Jurnal
DOWNLOAD BUKU
Editorial
14 Tahun BNPT dan Kebutuhan Desain Strategi Kontra Radikalisasi Berkelanjutan di Era AI
Abdul Malik 19 Juli 2024 Dalam beberapa dekade terakhir, kelompok radikal dan teroris telah bertransformasi secara signifikan dalam metode dan strategi mereka, terutama dengan merambah dunia digital. ...
Analisa
“Merawat Tanah Air adalah Jihad Kita”, Mencegah FTF dalam Gejolak Suriah
Haris Fatwa 19 Desember 2024 Sejak munculnya ISIS pada tahun 2014 hingga 2018, sekitar 600 foreign terroris fighter (FTF) atau kombatan teroris asing (KTA) Indonesia telah berada ...