Dalam dinamika sosial yang semakin kompleks, peran guru pendidik tidak hanya berkutat pada transfer pengetahuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Di tengah meningkatnya paparan informasi digital—serta fenomena radikalisme dan ekstremisme yang menyusup melalui ruang-ruang maya—guru menjadi garda terpenting dalam menanamkan budi pekerti sekaligus nalar kritis. Keduanya adalah fondasi bagi terbentuknya generasi yang berkepribadian matang, beradab, dan mampu menangkal ide-ide destruktif. Guru pendidik adalah ...
Read more 0 Archives by: Athifatin Tsabitah
Athifatin Tsabitah
Athifatin Tsabitah Posts
Agama-agama besar di dunia, baik Islam, Kristen, Hindu, Buddha, maupun Yahudi, pada dasarnya lahir untuk membawa pesan keselamatan dan perdamaian bagi umat manusia. Ajaran pokok agama adalah menghubungkan manusia dengan Tuhan sekaligus membimbing manusia agar hidup selaras dengan sesamanya. Namun, dalam sejarah panjang peradaban, agama seringkali dipersepsikan bertolak belakang dengan nilai perdamaian karena praktik sebagian pemeluknya yang melahirkan konflik, diskriminasi, dan bahkan peperangan. Pertanyaan kemudian muncul: jika semua agama adalah ...
Read more 0 Kemerdekaan Indonesia setiap tahun selalu disambut dengan gegap gempita. Berbagai pesta rakyat, lomba tradisional, hingga karnaval budaya menjadi wujud euforia masyarakat dalam merayakan hari lahir bangsa. Bagi sebagian orang, pesta rakyat hanyalah hiburan semata. Namun, bila ditilik lebih dalam, tradisi perayaan kemerdekaan sesungguhnya merupakan instrumen penting dalam memperkuat simbol nasional: bendera merah putih, lagu kebangsaan, semboyan Bhinneka Tunggal Ika, dan semangat gotong royong sebagai identitas bangsa. Simbol nasional bukan hanya ...
Read more 0
