Minggu, 6 April, 2025
Informasi Damai
Archives by: Ernawati Ernawati

Ernawati Ernawati

0 comments

Ernawati Ernawati Posts

Jembatan Formalisasi Syariat dan Sekularisasi

Jembatan Formalisasi Syariat dan Sekularisasi
Narasi
Sebagai negara dengan populasi mayoritas Muslim terbesar di dunia, Indonesia selalu menghadapi tantangan kompleks dalam menjembatani prinsip-prinsip syariat Islam dalam arturan dan regulasi pemerintah. Isu formalisasi agama, terutama syariat Islam, sering menyita perhatian publik walaupun sejatinya perdebatan ini telah usai. Keinginan untuk memformalkan Islam tidak lepas dari gairah ingin mengembalikan konsep khilafah dalam sejarah Islam. Hadirnya gelombang negara bangsa memang telah memberikan tantangan terhadap masyarakat dunia terutama di negara-negara muslim. ...
Read more 0

Belajar dari Sejarah, Sinergi Ulama – Umara Kunci Kekuataan Bangsa

Belajar dari Sejarah, Sinergi Ulama – Umara Kunci Kekuataan Bangsa
Narasi
Sejak masa perjuangan merebut kemerdekaan hingga pembangunan nasional, sinergi antara keduanya membuktikan keberhasilan dalam membangun dan memperkuat identitas nasional. Namun, di era disrupsi informasi seperti sekarang, tantangan baru muncul. Bagaimana ulama dan umara dapat bersinergi dalam menjaga persatuan di tengah arus informasi yang tak terkendali?Sejarah Indonesia mencatat peran ulama dan umara dalam perjuangan merebut kemerdekaan dari penjajahan. Pada masa lali, ulama memberikan panduan moral dan spiritual kepada para pejuang, sementara ...
Read more 0

Kala Agama Menjadi (Solusi) Bencana Kemanusiaan di Palestina

Kala Agama Menjadi (Solusi) Bencana Kemanusiaan di Palestina
Narasi
Konflik antara Palestina dan Israel merupakan saga sejarah yang rumit dan sarat konflik. Dimulai pada 1947, saat PBB mengusulkan pembagian wilayah Palestina menjadi dua negara: satu untuk masyarakat Arab dan satu lagi untuk masyarakat Yahudi. Sejak pembentukan resmi negara Israel pada 1948, konflik ini telah menyulut perang, eksodus, dan ketidaksetujuan yang berkepanjangan. Pentingnya memahami sejarah ini tidak hanya untuk mengetahui kompleksitasnya, tetapi juga untuk merasakan perjuangan masyarakat Palestina dan mendukung ...
Read more 0

Solidaritas Masyarakat Indonesia dalam Aksi Bela Palestina: Bukan Ujaran Kebencian, Tetapi Panggilan Kemanusiaan

Faktual
Pada Ahad (5/11) pagi, Jakarta dipadati oleh ratusan ribu orang yang berkumpul di lapangan Monumen Nasional (Monas) untuk mengekspresikan dukungan dan solidaritas terhadap rakyat Palestina yang telah lama menderita akibat konflik berkepanjangan dengan Israel. Dalam pakaian serba putih, mereka berbaris memegang bendera Palestina atau menggunakan lambang-lambang solidaritas seperti ikat, sorban, atau jilbab berlambang bendera Palestina. Aksi bela Palestina di Monas bukan semata upacara rutin atau pertunjukan belaka, melainkan ungkapan nyata ...
Read more 0

Dari Sumpah Pemuda Ke Hari Santri : Pembentuk Jiwa Nasionalisme Pemuda Indonesia

Dari Sumpah Pemuda Ke Hari Santri : Pembentuk Jiwa Nasionalisme Pemuda Indonesia
Kebangsaan
Indonesia adalah negara yang dihuni oleh beragam suku, agama, budaya, dan bahasa. Kekayaan kultural ini telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki warisan budaya yang luar biasa. Namun, seperti halnya negara-negara lain dengan keberagaman serupa, perbedaan sering kali menjadi sumber ketegangan dan konflik di antara warganya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk merayakan momen bersejarah yang telah menjadi inspirasi bagi persatuan dan toleransi di Indonesia. Dua momen ...
Read more 0

Kirab Hari Santri: Napak Tilas Jihad dan Perjuangan Santri

Kirab Hari Santri: Napak Tilas Jihad dan Perjuangan Santri
Narasi
Indonesia, sebagai negara berbudaya kaya, telah menanamkan banyak nilai-nilai luhur dalam tradisinya. Salah satunya adalah Kirab Santri, sebuah tradisi yang mengingatkan kita pada perjuangan kemerdekaan bangsa dan peran besar yang dimainkan oleh para santri dalam peperangan melawan penjajah. Allah berfirman dalam Surat at-Taubah (9:111), menggarisbawahi pengorbanan para pejuang dan peran penting mereka dalam perjuangan. Ayat tersebut menyiratkan pentingnya pengorbanan dalam perjuangan, yang dalam konteks Kirab Santri, mencerminkan semangat jihad dan ...
Read more 0

Mencegah Ekstremisme yang Menunggangi Isu Kemanusiaan

Mencegah Ekstremisme yang Menunggangi Isu Kemanusiaan
Narasi
Sengitnya konflik antara Israel dan Hamas, yang semakin memanas, memicu reaksi di berbagai belahan dunia. Namun, sayangnya, dalam momen yang penuh gejolak seperti ini, ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi tersebut untuk mengumpulkan dana dan sumber daya di bawah kedok amal kemanusiaan. Isu Palestina, yang penuh emosi dan bersejarah, sering kali diambil sebagai alat untuk mendukung agenda ekstremis. Kelompok ekstremis menggunakan situasi konflik Palestina-Israel sebagai peluang untuk menggalang dana dan sumber ...
Read more 0

Maulid Nabi dan Warisan Kebijaksanaan Dakwah Wali Songo

Maulid Nabi dan Warisan Kebijaksanaan Dakwah Wali Songo
Kebangsaan
Perayaan Maulid Nabi di Indonesia adalah saat yang penuh makna dan kedamaian, di mana umat Islam merayakan kelahiran Nabi Muhammad sambil memupuk rasa persatuan dan toleransi yang mendalam. Dalam negara kepulauan yang kaya akan keragaman budaya seperti Indonesia, nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan persatuan antaragama menjadi sangat penting. Dalam konteks zaman sekarang, perayaan Maulid Nabi dapat menjadi sarana untuk menyadarkan seluruh umat Islam, terutama di Indonesia, tentang pentingnya mengulik kembali literatur ...
Read more 0

Energi Jihad yang Sebenarnya di Bulan Ramadan

Energi Jihad yang Sebenarnya di Bulan Ramadan
Keagamaan
Secara historis Ramadan pada zaman Rasul dan para sahabat juga bertepatan dengan berbagai peristiwa penting, salah satunya tentang peperangan dan kemenangan. Perintah pertama kali puasa juga sangat berdekatan dengan perintah pertama kali jihad yang dilakukan oleh Nabi, yakni perang Badar. Namun, secara kronologis Allah memerintahkan puasa terlebih dahulu (QS: Al-Baqarah 183) dan selanjutnya perintah perang (QS:Al-Baqarah 190). Apa artinya? Sebelum menaklukkan musuh yang nyata, umat Islam harus bisa menaklukan musuh ...
Read more 0

Terorisme : Memperalat Nama Tuhan untuk Tindakan Kekerasan dan Kejahatan

Kekerasan telah menjadi budaya sebagian masyarakat dalam menyelesaikan persoalan. Tidak jarang, kekerasan juga dijustifikasi dengan mengeksploitasi ajaran agama. Panggung kekerasan terorisme acapkali membajak agama sebagai pembenarannya. Agama memang tidak mengajarkan kekerasan. Namun, pada akhirnya agama menjadi korban fitnah atas perilaku oknum umat beragama yang menjadikan agama sebagai alat pembenaran. Kenapa agama kerap dijadikan alat untuk kekerasan? Agama merupakan puncak keyakinan tertinggi yang dipegang secara teguh dan militan para penganutnya. Memperalat agama sebagai pembenaran menjadi efektif untuk mendorong seseorang secara emosional untuk bertindak. Kejahatan terbesar kelompok teroris adalah bukan hanya menimbulkan korban melalui panggung kekerasannya, tetapi juga karena memperalat agama sebagai alat pembenaran. Mereka membelah masyarakat pada lawan dan kawan atas dasar pembenaran agama. Bagi mereka lawan dalam term agama harus dimusnahkan dan halal darahnya. Membawa agama dalam ranah kejahatan merupakan puncak kejahatan tertinggi. Mereka memperalat ayat Tuhan untuk perilaku yang melebihi tindakan setan. Mereka berdiri seolah membela Tuhan, padahal sejatinya sedang memperalat nama Tuhan untuk sebuah tindakan kejahatan. Bagaimana mungkin bisa dikatakan umat beragama hanya karena berteriak nama Tuhan lalu melakukan tindakan kekerasan. Mereka seolah bangga dengan membela agama padahal sejatinya telah melakukan kerusakan di muka bumi. Mereka seolah paling dekat dengan Tuhan tetapi sejatinya adalah musuh Tuhan. Terorisme lahir dari sebuah cara pandang mempolitisasi agama untuk tujuan politik. Karakteristik inilah yang paling dominan kita jumpai dalam sebuah atraksi kekerasan teror. Sejarah telah mencatat bagaimana tragedi kemanusiaan terbesar pernah terjadi karena agama dijadikan alat untuk membenarkan tindakan kekerasan. Mengembalikan Fungsi Agama Agama apapun lahir sebagai panduan kolektif manusia agar lebih beradab dalam membangun kebudayaannya. Agama termasuk Islam dengan seperangkat keyakinan dan ritual sakral yang dilakukan bertujuan menumbuhkan moral kolektif sebagai alat kontrol manusia. Agama ingin memanusiakan manusia agar tidak jatuh dalam sifat hewan buas yang memangsa antar satu dengan lainnya. Di sinilah agama sejatinya bukan tujuan, tetapi sarana untuk mencapai hakikat manusia yang berTuhan. Karena itulah, dalam agama apapun terdapat pedoman agar manusia hidup damai dalam berdampingan. Agama mengajarkan tentang kedamaian, kebahagiaan dan cinta kasih. Agama tidak mentolerir praktek permusuhan, kekerasan, intimidasi, apalagi pemusnahan melalui teror. Jika yang terjadi adalah kekerasan atas nama agama tentu ada kesalahan besar umat beragama dalam mempraktekkan agamanya. Bukan kesalahan agama, tetapi kesalahan mereka dalam mengekspresikan keagaman. Karena itulah, memoderasi cara beragama menjadi penting agar tidak mudah jatuh dalam praktek ekstrem dalam beragama. Sejatinya, karakter agama adalah moderat, hanya saja ada oknum umat beragama yang melakukan radikalisasi terhadap ajaran agama. Kekerasan atas nama agama merupakan hasil dari kelompok yang meradikalisasi ajaran agama. Akibatnya, tindakan kekekerasan seolah menjadi benar dalam pandangan mereka. Mengembalikan agama pada karakter yang moderat menjadi keniscayaan agar agama menjadi sumber perdamaian, bukan sumber permusuhan.
Narasi
Kekerasan telah menjadi budaya sebagian masyarakat dalam menyelesaikan persoalan. Tidak jarang, kekerasan juga dijustifikasi dengan mengeksploitasi ajaran agama. Panggung kekerasan terorisme acapkali membajak agama sebagai pembenarannya. Agama memang tidak mengajarkan kekerasan. Namun, pada akhirnya agama menjadi korban fitnah atas perilaku oknum umat beragama yang menjadikan agama sebagai alat pembenaran. Kenapa agama kerap dijadikan alat untuk kekerasan? Agama merupakan puncak keyakinan tertinggi yang dipegang secara teguh dan militan para penganutnya. Memperalat ...
Read more 0