Meluruskan Pemahaman tentang Surah An-Nur Ayat 55

Meluruskan Pemahaman tentang Surah An-Nur Ayat 55

- in Keagamaan
923
0

Banyak di antara kita yang seringkali menunjukkan ayat-ayat dalam Alquran yang dianggap sebagai dalil untuk mendirikan negara Khilafah Islamiyah seperti Islamic State for Iraq and Syria  (ISIS) . Acapkali ayat yang digunakan adalah Surah An-Nur, Ayat 55 yang artinya: “Allah telah berjanji  kepada orang-orang yang beriman diantara kalian dan mengerjakan amal saleh bahwa dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka sebagai Khalifa di muka bumi, sebagaimana dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka sebagai Khalifah, sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhohinya untuk mereka dan dia benar benar akan memberikan rasa aman dan sentosa dari ketakutan dan mereka tetap menyembahku dan tidak mempersekutukanKu dan barang siapa inkar atau mengingkarinya setelah itu  maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik” .

Mereka menganggap bahwa ISIS yang mengklaim dirinya sebagai pemerintahan Khilafah sesuai dengan manhaj nubuwah  yang kini dipimpin oleh Abu Bakr Al Baghdadi adalah bentuk dari janji Allah yang telah disebutkan dalam ayat di atas ini. Beberapa militant ISIS baik di video maupun dalam ceramah-ceramahnya yang disebar baik online maupun offline juga sering mengangkat ayat di atas sebagai dalil pembenaran untuk mengukuhkan pandangannya bahwa Khilafah harus berdiri karena itu bagian janji Allah kepada umatnya.

Ayat tersebut di atas pada dasarnya ditujukan kepada siapapun yang beriman kepada Allah Swt dan Rasul-rasulnya mulai dari Nabi Adam As hingga Nabi Muhammad Saw dan mereka yang mengerjakan amal-amal soleh. Janji Allah mereka itu akan diberikan pahala di sisiNya dan mereka tidak perlu takut dan bersedih. Dalam Ayat lain disebutkan sebagaimana dalam surah Al Baqarah, Ayat 62  Allah berfirman “ Bahwa sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mereka yang mendapat petunjuk dari kaum Nasrani dan Sabiin (Sabiin; Adalah kaum sebelum Yahudi dan Nasrani dan diantara mereka ada yang beriman dan ada yang tidak beriman) dan mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian dan mengerjakan amal-amal soleh maka mereka itu akan mendapat pahala di sisi Allah dan mereka tidak ada ketakutan dan kesedihan

Para Nabi dan Rasul mulai dari Nabi Adam As hingga Nabi Muhammad Saw adalah utusan-utusan Allah di muka bumi yang dipercaya untuk menyampaikan risalah Tuhan tentang ketuhanan dan kehidupan di dunia dan akhirat. Mereka diutus kepada kaum mereka masing-masing kecuali Nabi Muhammad Saw untuk menyampaikan risalah Tuhan di muka bumi dalam kondisi tertentu yang sedang dialami kaum tersebut.

Setiap Nabi dan Rasul diutus kepada kaumnya, karena sesuatu hal yang terjadi dalam masyarakat tersebut. Sebagaimana Nabi Musa As diutus untuk menyelamatkan kaumnya dari praktik tiran Fir’aun. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika setiap Nabi dan Rasul yang diutus kepada setiap kaum, ada yang beriman dan juga ada yang tidak beriman bahkan di antara kaum itu justru berusaha membunuh Nabi dan Rasul yang diutus kepadanya. Ada pula di antara para Nabi yang sudah hampir putus asa berdakwah kepada kaumnya, tapi hanya sedikit sekali yang beriman kepadanya. Nabi Nuh As berdoa agar Allah menyelamatkan anaknya dari musibah banjir yang menimpanya, tetapi Allah menegaskan bahwa sesungguhnya anaknya bukanlah keluargamu karena dia tidak beriman kepadamu. Nabi Ibrahim tidak mampu mengajak orang tuanya untuk beriman kepadanya. Istri Nabi Luth berkhianat kepadanya dan tidak beriman kepadanya. Abu Jahal dan berapa keluarga Rasulullah Saw juga tidak sempat beriman hingga ia meninggal dunia.

Hampir semua Nabi dan Rasul yang telah diutus oleh Allah Saw meninggalkan kaumnya di saat masih banyak di antara mereka yang tidak beriman dan tidak sedikit di antara kaum-kaum itu yang mendapat musibah dari Allah karena mereka tidak beriman kepada Rasul yang diutus kepadanya. Hal itu sebagaimana yang terjadi pada kaum Tsamud dan lain-lain, hanya yang berimanlah yang selamat dari musibah itu sebagaimana yang terjadi pada pengikut Nabi Musa As yang selamat tiba di bukit Tur Sina dari kejaran bala tentara Fir’aun yang tenggelam di laut merah.

Nabi Musa juga meninggalkan kaumnya sebelum semuanya beriman kecuali hanya beberapa saja dan mereka inilah yang beriman hingga tiba saatnya Allah swt mengutus Nabi Isa As untuk menyelamatkan pengikut Nabi Musa As dan ajarannya dari berbagai ancaman. Mereka inilah yang disebut dalam Alqur’an disebutkan Al-hawariyyun atau para pengikut loyal Nabi Isa dan membantunya dalam menyebarkan ajaran Nabi Isa As yang sebelumnya telah didakwahkan Nabi Musa As.

Dari waktu ke waktu Allah terus mengutus Nabi dan Rasulnya ke muka bumi untuk meneruskan risalah Tuhan hingga akhirnya mengutus Nabi Muhammad Saw sebagai penutup semua Nabi dan penyempurna risalah  Tuhan di muka bumi ini. Allah juga selalu melindungi mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian mulai dari kaum Nabi Adam hingga umat Nabi Muhammad Saw dan akan memberikan pahala di sisinya sebagaimana yang disebutkan dalam Surah Al-baqarah Ayat 62. Dan mereka itulah yang dimaksud dalam ayat tersebut sebagai khalifah-khalifah di muka bumi yang akan terus  melestarikan risalah Allah tentang ketuhanan,  kemanusiaan dan nilai-nilai yang mengatur seluruh aspek kemanusiaan serta hubungan dengan alam semesta.

Oleh karena itu, mengaitkan ayat tersebut di atas dengan pendirian Khilafah sebagaimana dilakukan oleh Abu Bakr Al Baghdadi dan apa yang diinginkan oleh kelompok-kelompok tertentu di Asia Tenggara termasuk di Indonesia sungguh sangat jauh, karena sesungguhnya yang dimaksud dengan ayat tersebut adalah mereka yang beriman dan beramal soleh akan menjadi khalifah-khalifah Allah di muka bumi dalam melestarikan agamanya dan mengelola alam lingkungannya.

Semua umat manusia adalah khalifah Allah di muka ini. Paling tidak sebagai khalifah dalam keluarganya untuk mengajarkan tentang agama, ketuhanan, alam semesta dan hubungan antara sesama manusia atau yang diistilahkan “hablon minallah wa hablan minas” hubungan seseorang dengan Allah dan hubungan seseorang dengan manusia lainnya. Akan tetapi, yang akan diberikan pahala disisiNya dan akan mendapatkan tempat yang layak disisiNya dan akan selalu merasa aman dari berbagai ancaman dan ketakutan hanyalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Rasulnya serta beramal soleh.

Wallahu A’lam.

Facebook Comments