Memaknai Tauhid

Memaknai Tauhid

- in Wacana
1629
0

Tauhid adalah konsep keimanan yang meyakini Keesaan Tuhan. Ia Satu, tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tauhid adalah dasar keimanan yang paling agung dan mulia dalam agama Islam. Mengimani Keesaan Tuhan merupakan salah satu satu syarat diterimanya amal perbuatan baik manusia. Setiap muslim percaya bahwa Tuhan hanya ada satu, sesuai dengan kalimat Sahadat. Sehingga jika seorang muslim masih percaya adanya Tuhan selain Allah, maka ia musrik.

Oleh karenanya, tauhid juga bermakna pembebasan; terbebas dari keterikatan selain kepada Allah saja. Pengamalan tauhid berarti menjadikan Tuhan sebagai tujuan satu-satunya atas seluruh aktifitas yang dilakukan manusia. Hal ini tidak berarti bahwa karena hanya memiliki tujuan untuk Tuhan, manusia diijinkan untuk melupakan kemanusiaan. Terlalu sibuk beribadah hingga lupa menyapa tetangga, misalnya.

Asgar Engineer, ilmuwan muslim asal India, mengatakan “Seandainya pun anda telah shalat, zakat, puasa, haji dan sebagainya, tapi anda masih membiarkan kemungkaran dan ketidakadilan berlangsung di depan anda sementara anda punya kekuatan dan kekuasaan, tapi anda tidak mencegahnya, maka anda masih termasuk orang kafir.”

Tauhid memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan muslim, karena konsep ini tidak hanya terpaku pada ranah ibadah ritual saja. Konsep tauhid juga memiliki peranan penting dalam ranah sosial. berikut adalah fungsi tauhid:

  1. Menjadi tuntutan bagi pembebasan perbudakan mental dan penyembahan kepada makhluk selain Tuhan.
    Dengan mengimani bahwa ada Tuhan yang memiliki kuasa penuh atas segala sesuatu, manusia akan terbebas dari pikiran bahwa ada orang atau kelompok lain yang berkuasa atas dirinya, sehingga ia dapat menjalani hidupnya tanpa merasa sedang dikuasai oleh orang lain. hal ini juga akan membantunya berhenti menyembah selain Tuhan;
  2. Mengajarkan kepedulian sosial.
    Tauhid membatasi manusia dari kecenderungan untuk mendedikasikan hidup hanya untuk kenikmatan-kenikmatan duniawi yang sifatnya sesaat. Karena dengan tauhid manusia diyakinkan bahwa akan ada hidup setelah kehidupan ini. Oleh karenanya, manusia diperintahkan untuk berbuat baik sebagai bekal di kehidupan mendatang;
  3. Mendorong kesadaran Intelektual.
    Perkembangan ilmu pengetahuan seharusnya menjadikan kehidupan manusia menjadi semakin mudah dan menyenangkan. Namun masih juga kita saksikan ketidakadilan dan ketimpangan sosial berserakan dimana-mana. Konsep tauhid mengajarkan kita untuk menjadikan Allah sebagai tujuan utama dari pengembangan ilmu pengetahuan, sehingga apapun yang dikembangkan akan berorientasi pada kebaikan bersama. Karena Allah maha menyaksikan apapun yang diperbuat manusia;
  4. Sebagai pondasi utama keimanan.
    Dalam kehidupan modern, muncul semakin banyak jenis godaan yang dapat melemahkan keimanan. Sementara orang-orang yang lemah iman kerap terperangkap dalam keburukan. Mempercayai tauhid berarti mengikat dan menguatkan keimanan seseorang hanya kepada tuhan yang esa dan berkuasa atas segala hal.

About the author

Imam Malik
Adalah seorang akademisi dan aktifis untuk isu perdamaian dan dialog antara iman. ia mulai aktif melakukan kampanye perdamaian sejak tahun 2003, ketika ia masih menjadi mahasiswa di Center for Religious and Sross-cultural Studies, UGM. Ia juga pernah menjadi koordinator untuk south east Asia Youth Coordination di Thailand pada 2006 untuk isu new media and youth. ia sempat pula menjadi manajer untuk program perdamaian dan tekhnologi di Wahid Institute, Jakarta. saat ini ia adalah direktur untuk center for religious studies and nationalism di Surya University. ia melakukan penelitian dan kerjasama untuk menangkal terorisme bersama dengan BNPT.

Related Posts

Facebook Comments