Menolak Kekerasan dengan Kasih Sayang

Menolak Kekerasan dengan Kasih Sayang

- in Peradaban
1726
0

Minggu ini publik dibuat terkesima dengan kisah persahabatan “lillahi ta’ala” seorang warga negara Austria dan kawannya, pengungsi korban perang sipil Suriah. Adalah Fritz Hummel warga negara Austria yang mengulurkan persahabatan kepada Muhammad seorang pengungsi Suriah.

Muhammad menceritakan kisahnya pada laman Humans of new york dengan begitu sederhana dan indah. Fritz bukanlah orang yang dikenal oleh Muhammad sebelumnya, mereka hanya bertemu di sebuah toko roti. Namun, karena Fritz pernah berkunjung ke Suriah dan mendapat sambutan hangat di sana, maka Fritz berikan pelayanan terbaiknya pada sahabat barunya ini.

Tidak lama setelah pertemuan di toko Roti miliknya, Fritz mengajak Muhammad berkunjung dan mengenalkan komunitasnya. Fritz memberikan Muhammad makanan, Pakaian, dan kebutuhan pokok yang diperlukan Muhammad. Bahkan, Muhammad menggambarkan Fritz seperti orang tuanya sendiri. Lebih jauh dari itu, Muhammad difasilitasi belajar bahasa Jerman 17 jam sehari.

Setelah beberapa bulan bersama Fritz, tiba saatnya Muhammad mendatangi persidangan untuk menjadi warga negara Austria. Persidangan berjalan sangat baik, tanpa diduga oleh hakim Muhammad mengusulkan wawancara dalam bahasa Jerman dan hakimpun terkejut karena ia mampu berbahasa Jerman dengan sangat baik. Kini Muhammad terlepas dari penderitaan Suriah, Ia menjadi warga negara Austria karena dukungan dari sahabatnya Fritz Hummel.

Kisah diatas sungguh mencerminkan Akhlak terpuji dan tindakan yang sangat produktif. Kekejaman ISIS yang menyengsarakan tidak membuat Muhammad patah arang untuk terus menjalani hidupnya, demikian Juga perbedaan agama, warna kulit dan bangsa tidak menjadikan Fritz menolak kehadiran Muhammad. Nilai kemanusiaan dan kasih sayang  telah terbukti dapat mengatasi persoalan yang sebelumnya nyaris tanpa ada solusi.

Serangan membabi buta ISIS yang nyaris memberangus segala harapan kebaikan tidak berhasil mengalahkan rasa kemanusiaan. Demikian juga kampanye Islamopobia yang ditebar Barat tidak pula memengaruhi sikap Fritz. Kedua orang sahabat ini telah memberikan penghargaan kepada nilai kemanusiaan seperti yang telah diajarkan Alquran. Allah berfirman;

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan Bani Adam, dan Kami angkat mereka di darat dan di laut, dan Kami beri rezeki mereka dengan yang baik-baik, dan sungguh-sungguh Kami lebihkan mereka daripada kebanyakan (makhluk) yang telah Kami jadikan, sebenar-benar dilebihkan.” (QS. Al Isra: 70).

Kemuliaan ajaran Alquran telah dicontohkan dengan begitu nyata dalam kisah tersebut. Saya yakin kisah ini hanya satu dari banyak kisah lain yang tidak terdokumentasikan. Semoga kita semua menjadi pribadi yang dapat menghargai kemanusiaan. Sesungguhnya kemanusiaan melampaui agama, ras, dan suku bangsa.

About the author

Imam Malik
Adalah seorang akademisi dan aktifis untuk isu perdamaian dan dialog antara iman. ia mulai aktif melakukan kampanye perdamaian sejak tahun 2003, ketika ia masih menjadi mahasiswa di Center for Religious and Sross-cultural Studies, UGM. Ia juga pernah menjadi koordinator untuk south east Asia Youth Coordination di Thailand pada 2006 untuk isu new media and youth. ia sempat pula menjadi manajer untuk program perdamaian dan tekhnologi di Wahid Institute, Jakarta. saat ini ia adalah direktur untuk center for religious studies and nationalism di Surya University. ia melakukan penelitian dan kerjasama untuk menangkal terorisme bersama dengan BNPT.

Related Posts

Facebook Comments