Minggu, 6 April, 2025
Informasi Damai
Archives by: Dinda Permata Pratiwi

Dinda Permata Pratiwi

0 comments

Dinda Permata Pratiwi Posts

Risalah Rasulullah kepada Kristen Najran; Dokumen Perdamaian Berharga Islam-Kristen di Abad ke-7 M

Narasi
Ada semacam paradoks di tengah kultur sosial keagamaan kita, yaitu munculnya kelompok-kelompok yang mengaku mengikuti ajaran Nabi Muhammad, namun perilakunya justru berkebalikan dengan akhlak Nabi. Contoh paling konkrit adalah tentang pelarangan bahkan pembakaran rumah ibadah umat Kristen oleh oknum-oknum yang mengaku sangat mencintai Rasulullah. Satu kasus di atas hanya secuil dari banyak tindakan intoleransi yang dilakukan oleh oknum Muslim terhadap agama lain. Mengapa dikatakan paradoks? Karena itu bukan ajaran Nabi ...
Read more 0

Sebuah Kajian Teks Al-Qur’an: Mengapa Indonesia yang Mayoritas Muslim Selalu Jadi Perhatian Paus?

Sebuah Kajian Teks Al-Qur’an: Mengapa Indonesia yang Mayoritas Muslim Selalu Jadi Perhatian Paus?
Keagamaan
Pada Jum’at 6 September 2024, Paus Fransiskus resmi mengakhiri kunjungan apolistiknya di Indonesia. Setelah ini, Paus akan singgah di Papua Nugini, Timur Leste, lalu mengakhiri perjalanan kepausan di Singapura untuk wilayan Asia Tenggara. Paus Fransiskus adalah Paus ke-3 yang berkunjung ke Indonesia setelah Paus Paulus VI pada 1970 dan Paus Yohanes Paulus II pada 1989. Paus akan berada di Jakarta selama 3 hari pada 3-5 September. Di negara tujuan kedua, ...
Read more 0

Demonstrasi menurut Islam: Jalan Merawat NKRI, bukan Arena Promosi Ideologi

Demonstrasi menurut Islam: Jalan Merawat NKRI, bukan Arena Promosi Ideologi
Narasi
Untuk membincang demonstrasi, baiknya terlebih dahulu membicarakan ihwal mengapa demonstrasi terjadi. Demonstrasi adalah anak kandung dari sistem demokrasi. Melalui semangat syura, demokrasi meniscayakan kebebasan setiap orang dari kalangan apapun untuk menyuarakan pendapatnya, utamanya terkait perbaikan dan saran kepada para penguasa. Kelompok radikal ekstremis beramai-ramai menghardik demonstrasi bukan bagian dari ajaran Islam karena dianggap merupakan irisan dari sistem kufur demokrasi. Padahal, dalam awal sejarah umat Islam, syura diasumsikan sebagai prototype ideal ...
Read more 0

Tantangan & Peluang Rekonsiliasi Masyarakat Adat dalam Cetak Biru IKN

Tantangan & Peluang Rekonsiliasi Masyarakat Adat dalam Cetak Biru IKN
Narasi
Setiap perubahan besar hampir selalu melahirkan pergolakan yang besar juga. Kita masih sering menyebut era baru Reformasi sebagai ‘tragedi 1998’ untuk menegaskan gejolak sengit para pejuang yang jadi “tumbal” runtuhnya Orde Baru. Di era Kemerdekaan, banyak pihak yang sulit menerima rekonsiliasi para elit Nusantara dengan pihak kolonial dalam perundingan Linggarjati dan Renville. Tetapi Bangsa yang baru saja lahir itu perlu berbenah. Salah satu caranya adalah melalui dialog. Semangat yang sama ...
Read more 0

Kritis Seperti Imam Bukhori agar Terhindar dari Paham Ekstremisme

Kritis Seperti Imam Bukhori agar Terhindar dari Paham Ekstremisme
Keagamaan
Filsafat merupakan sistem pengetahuan yang mengandalkan kebebasan berpikir secara kritis, alih-alih terpaku kepada teks. Itulah mengapa sulit untuk berpikir bahwa kajian hadis mampu bekerja sama dengan filsafat dalam menghasilkan hadis-hadis yang otentik. Mengapa sulit? Karena hadis merupakan kajian tekstual, dan filsafat adalah kajian nalar tak terbatas. Namun faktanya, Imam Bukhori berhasil mengawinkan antara filsafat dan kajian hadis. Perlu diingat bahwa sebagian dari khazanah ushul fiqih yang kita miliki selama ini ...
Read more 0

Merawat Keragaman melalui Dialog

Merawat Keragaman melalui Dialog
Narasi
Seorang sarjana relasi lintas agama, Leonard Swidler, membuat perumpamaan semesta sebagai sebuah kosmik dialog. Jika kita keluar malam hari dan menatap langit, cahaya bulan akan terlihat syahdu diiringi dengan kerlip bintang-bintang di sekitarnya. Apalagi saat bulan purnama, sinar bulan tampak menembus daun-daun pepohonan sembari bergoyang diterpa angin. Dalam bayangan Swidler, bulan, bintang, daun-daun, angin, bahkan manusia sekalipun adalah elemen-elemen kosmik yang berdialog satu sama lain dan bersepakat untuk menciptakan semesta ...
Read more 0

Berbagi Kurban dengan Non-Muslim dan Upaya Membangun Solidaritas Organik

Berbagi Kurban dengan Non-Muslim dan Upaya Membangun Solidaritas Organik
Narasi
Kadang-kadang, di beberapa situasi, toleransi yang dilakukan dalam masyarakat multikultur cenderung semu. Konflik antara Islam dan Kristen di Minahasa salah satunya. Saat konflik, mereka seringkali “dirukunkan” oleh tokoh-tokoh adat dan agama setempat. Memang setelah itu, relasi mereka membaik. Tetapi tidak menutup kemungkinan konflik akan terjadi lagi dalam waktu dekat. Itu namanya toleransi semu. Toleransi yang tidak datang secara organik dari komunitas masing-masing agama. Hidup berdampingan antar penganut agama merupakan hal ...
Read more 0

Mengelola Forum Internum dan Eksternum dalam Hubungan Lintas Agama

Mengelola Forum Internum dan Eksternum dalam Hubungan Lintas Agama
Narasi
Hubungan lintas agama merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan sosial yang pluralistik. Dalam konteks ini, pengelolaan forum internum dan eksternum menjadi krusial untuk memastikan keharmonisan dan kesetaraan di antara berbagai komunitas agama. Forum internum merujuk pada ruang pribadi dan batiniah di mana individu menjalankan keyakinan agamanya secara internal. Sementara itu, forum eksternum mengacu pada ruang publik di mana praktik keagamaan dipertontonkan dan berinteraksi dengan komunitas lain. Kedua forum ini ...
Read more 0

Menggugat Keharaman Wayang

Menggugat Keharaman Wayang
Narasi
Penghargaan terhadap kearifan lokal merupakan salah satu pilar prinsipil dalam implementasi moderasi beragama di Indonesia. Tetapi, perdebatan antara Islam dan tradisi lokal rupanya masih menjadi sajian empuk bagi para tokoh agama konservatif. Seorang penceramah YouTube dalam salah satu kajiannya, misalnya, mempersoalkan strategi dakwah yang menggunakan kebudayaan sebagai medium. Kutipannya secara verbatim kurang lebih begini: “Harusnya Islam dijadikan tradisi dan budaya. Jangan kita balik, budaya di Islamkan. Susah. Mengislamkan budaya ini repot, ...
Read more 0

Menyambut Waisak 2024: Menyoal Keharaman Candi Borobudur

Menyambut Waisak 2024: Menyoal Keharaman Candi Borobudur
Keagamaan
Menjelang Waisak, Candi Borobudur selalu menjadi episentrum pengunjung dari seluruh penjuru negeri maupun luar negeri. Kebanyakan dari mereka ingin mengikuti, atau paling tidak melihat, perayaan spiritual umat Buddha di sana. Bagi UMKM, pemandangan itu merupakan lahan rezeki. Bagi bangsa Indonesia, pemandangan itu adalah afirmasi toleransi umat beragama. Tetapi, terdapat beberapa tokoh agama yang menentang kunjungan ke ritus budaya itu. Seorang pendakwah YouTube bernama Sofyan Chalid Ruray, misalnya, mengatakan bahwa berwisata ...
Read more 0