Minggu, 6 April, 2025
Informasi Damai
Archives by: Dinda Permata Pratiwi

Dinda Permata Pratiwi

0 comments

Dinda Permata Pratiwi Posts

Disintegritas Khilafah dan Inkonsistensi Politik Kaum Kanan

Disintegritas Khilafah dan Inkonsistensi Politik Kaum Kanan
Narasi
Pencabutan izin terhadap Hizbut Tahrir Indonesia dan Front Pembela Islam ternyata tidak serta merta meredam propaganda khilafah dan wacana formalisasi syariat Islam di Indonesia. Kelompok radikal ekstremis mungkin tidak akan berhenti sampai Indonesia benar-benar menjadi negara yang mereka inginkan. Kita mungkin ingat dua tahun lalu. Selain melakukan penetrasi ajaran khilafah di sekolah-sekolah, pada tahun 2022 muncul sebuah narasi propaganda bertajuk ‘Proposal Khilafah untuk Indonesia’. Proposal yang diorasikan oleh sosok Bernama Agung Wisnu Wardana tersebut marak ...
Read more 0

Pemaksaan Jilbab di Sekolah: Praktir yang Justru Konsep Dasar Islam

Pemaksaan Jilbab di Sekolah: Praktir yang Justru Konsep Dasar Islam
Narasi
Dalam tiga tahun terakhir, kasus pemaksaan hijab kepada siswi sekolah semakin mengkhawatirkan. Misalnya, seorang siswi kelas X di SMAN 1 Banguntapan, Bantul, DIY, mengaku dipaksa berhijab oleh guru BK di sekolah setempat. Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Yogyakarta (AMPPY) menyebut bahwa kejadian itu berlangsung ketika Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) (29/7/2022). Siswi tersebut kemudian disebut mengalami depresi dan bahkan sampai mengurung diri. Apakah pemaksaan hijab tersebut menyangkut regulasi atau memang murni ...
Read more 0

Lebaran Ketupat: “Hari Raya” Kultural yang Selalu Dibid’ahkan

Lebaran Ketupat: “Hari Raya” Kultural yang Selalu Dibid’ahkan
Narasi
Dalam budaya Jawa, Hari Raya Ketupat, atau Lebaran Ketupat, atau Ba’do Katupat, dilaksanakan setelah merayakan Hari Raya Besar Idulfitri sebagai perwujudan rasa syukur setelah menjalankan puasa satu bulan penuh dan disempurnakan dengan puasa sunnah selama enam hari di bulan Syawal. Tradisi Lebaran Ketupat memang bukan turunan ajaran Islam. Tradisi ini murni lahir dari produk budaya Jawa yang berakulturasi dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Walisongo. Berbaga literatur mengatakan bahwa ketupat ...
Read more 0

Perayaan Idulfitri: Kegembiraan yang Melampaui Sekat Keagamaan

Perayaan Idulfitri: Kegembiraan yang Melampaui Sekat Keagamaan
Narasi
Rasanya tidak ada hari raya seramai Idulfitri di Indonesia. Di Indonesia, Idulfitri bukan hanya dirayakan sebagai momen spiritual tetapi juga kultural. Hal ini dibuktikan dari jajak pendapat yang dilakukan oleh Kompas bahwa 78,5 persen responden mengungkapkan, perayaan Lebaran adalah tradisi untuk semua masyarakat tanpa memandang latar belakang status agamanya. Inklusivitas ragam ekspresi Idulfitri tampaknya memiliki andil penting di balik hal itu. Ini terlihat ketika 71,4 persen responden mengasosiasikan Lebaran dengan ...
Read more 0

Ramadhan dan Momentum Revolusi Mental

Ramadhan dan Momentum Revolusi Mental
Narasi
Puasa Ramadhan bisa dianggap sebagai terapi psikologis untuk mengubah mentalitas umat Muslim dalam ibadah. Artinya, puasa menjadi semacam ajang revolusi mental. Dengan puasa seseorang dididik untuk bersabar dan melatih kedisiplinan. Inilah salah satu hikmah mendasar dari ibadah puasa. Tentunya masih banyak hikmah-hikmah lainnya, baik spiritual, sosial, maupun secara medis. Jika hendak diakumulasi, puasa pada hakikatnya mendorong kita memiliki kesadaran diri untuk selalu berubah menuju ke arah kualitas hidup yang lebih baik. ...
Read more 0

Qira’ah Mubadalah: Sebuah Semangat Kesetaraan dalam Menafsir Ayat Tuhan

Qira’ah Mubadalah: Sebuah Semangat Kesetaraan dalam Menafsir Ayat Tuhan
Keagamaan
Islam dan patriarki sejatinya merupakan dua hal yang berbeda. Namun demikian, keduanya dianggap sebagai satu kesatuan dan disalahpahami sebagai sesuatu yang melekat satu sama lain. Berbagai tuduhan tersebut biasanya datang dari pihak-pihak yang memiliki sentimen kepada Islam. Meski begitu, citra ini seolah mendapat validasi dari sebagian umat Muslim yang justru memperagakan laku-laku intoleran terhadap kelompok rentan, dan lebih dari itu, kelewat getol melakukan objektifikasi terhadap perempuan. Kebijakan-kebijakan rezim periode kedua Taliban ...
Read more 0

Sisi Lain Fundamentalisme Agama

Sisi Lain Fundamentalisme Agama
Narasi
Istilah fundamentalisme pada awalnya digunakan hanya untuk menyebut penganut agama Katolik yang menolak modernitas dan mempertahankan ajaran ortodoksi agamanya. Kini, istilah itu digunakan untuk melihat gejala yang sama pada penganut agama-agama lainnya. Oleh karenanya, ada fundamentalisme Islam, Hindu, dan Budha. Sejalan dengan itu, penggunaan istilah fundamentalisme menimbulkan citra tertentu, misalnya ekstremisme, fanatisme, dan terorisme dalam mewujudkan atau mempertahankan keyakinan keagamaannya. Sampai batas tertentu, kelompok-kelompok ini menganggap orang lain sebagai musuh. ...
Read more 0

Mitigasi Ancaman Tak Kasat Mata Usai Pesta Demokrasi

Mitigasi Ancaman Tak Kasat Mata Usai Pesta Demokrasi
Narasi
Pemilu selalu dianggap sebagai variabel tunggal yang menentukan masa depan demokrasi. Itulah mengapa semua kekuatan politik dan gerakan sosial berjibaku di arena tersebut. Padahal, pemilu juga sarat dengan perpecahan, keterbelahan, dan ego-ego politik yang selalu menjadi “kesempatan” bagi para kelompok fundamentalis untuk mendelegitimasi demokrasi itu sendiri melalui formalisasi “syariat” Islam. Obsesi ini sebetulnya sudah muncul sejak sesaat setelah bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaanya. Hal ini bisa dilihat dari proses perumusan dasar ...
Read more 0

Awal Persinggungan Islam di Tiongkok; dari Agresi, Asimilasi, hingga Harmonisasi

Awal Persinggungan Islam di Tiongkok; dari Agresi, Asimilasi, hingga Harmonisasi
Keagamaan
Tak ada alasan bagi Muslim di Indonesia untuk menyangkal “persaudaraan” dengan komunitas Tionghoa. Keduanya adalah “kerabat lama” yang saling berbagi kisah historis, warisan budaya, dan nilai moral yang menjadi referensi, utamanya bagi masyarakat Nusantara saat ini. Rekam sejarah yang panjang Islam awal di Tiongkok hingga Melayu menjadi legitimasi konkret dinamika relasi “pahit-manis” Islam dan etnis Cina di era klasik. Selama ini “dunia Islam” terlalu sering diasosiasikan sebagai Timur Tengah. Bahkan ...
Read more 0

Perlunya Membuka Pembicaraan di Tengah Tensi Kontestasi

Perlunya Membuka Pembicaraan di Tengah Tensi Kontestasi
Narasi
Dahulu pemilu cenderung hanya dianggap sebagai rangkaian seremonial lima tahunan yang berfungsi untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan semata. Memasuki era reformasi, pemilu dilihat sebagai mekanisme partisipasi warga negara, kebebasan bersuara, dan mengoptimalkan demokrasi. Di era digitalisasi informasi, pemilu berubah menjadi lahan produksi sentimen dan sarana untuk meruncingkan tensi identitas. Ada dua potensi titik ekstrem yang tak dikehendaki dalam menyongsong Pemilihan Presiden 2024, yakni intensifnya kadar fanatisme pemilih di satu sisi, dan ...
Read more 0