Senin, 25 Januari, 2021
Informasi Damai
Archives by: Farhah Sholihah

Farhah Sholihah

0 comments

Farhah Sholihah Posts

Toleransi dimulai dari Pendidikan : Refleksi Pemaksaan Jilbab di Sekolah Negeri

Toleransi dimulai dari Pendidikan : Refleksi Pemaksaan Jilbab di Sekolah Negeri
Suara Kita
Jika anda ingin menyekolahkan anak di lembaga pesantren atau sekolah agama swasta tentu anda sudah bisa memahami karakter lembaga tersebut hingga etika dan tata cara berpakaian yang harus dilakukan. Semua orang tua akan mafhum dan mempersiapkan untuk mematuhi aturan yang berlaku. Menjadi persoalan jika sekolah negeri mewajibkan aturan yang itu memberatkan atau bisa melanggar batas hak dan identitas seseorang.  Semisal kejadian yang menjadi viral seorang Siswa non muslim Sekolah Menengah ...
Read more 0

Tetanggaku Ternyata Teroris : Pentingnya Deteksi Dini Berbasis Komunitas

Tetanggaku Ternyata Teroris : Pentingnya Deteksi Dini Berbasis Komunitas
Suara Kita
Ketidakpedulian dan ketidaktahuan lingkungan masyarakat menjadi sarang nyaman bagi kelompok teroris. Ketika suatu peristiwa teror terjadi dan penangkapan dilakukan terhadap tersangka teroris sontak masyarakat menjadi kaget. Mereka yang menjadi tetangga terduga tidak menyangka dan menyadari bahwa ternyata tetangganya adalah seorang teroris. Ada banyak cerita yang dikisahkan dari fenomena tetangga teroris. Dua terduga teroris berinisial Ri dan Aj yang ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di Makassar, Sulsel ...
Read more 0

Menyoal RAN PE : Menyempitkan Ruang Gerak Teroris melalui Pemolisian Masyarakat

Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme-kemudian disebut RAN PE- Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme. Kebijakan ini merupakan langkah maji yang telah ditempu oleh bangsa ini dengan menyadari pentingnya regulasi yang memfokuskan pada pencegahan bibit awal timbulnya aksi kekerasan. Perpres RAN PE ini tentu tidak muncul secara instan. Proses pembahasan dan perumusan telah dimulai sejak tahun 2017 untuk menciptakan payung hukum kebijakan menanggulangi terorisme secara komprehensif. Pengertian komprehensif di sini dimaknai bahwa aksi kekerasan seperti terorisme tidak terjadi secara tiba-tiba dan tidak memiliki penyebab yang tunggal. Karena sifatnya yang komprehensif, Perpres ini mengatur keterlibatan seluruh pihak termasuk kementerian, pemerintah daerah hingga masyarakat sipil. Ketika meletakkan masyarakat sipil sebagai bagian penting dalam pilar pencegahan ekstremisme dan radikalisme, tentu ini merupakan langkah yang sangat maju. Tidak banyak negara yang melibatkan masyarakat sipil secara partisipatif bahkan cenderung dibatasi. Pelibatan masyarakat tentu melepaskan image bahwa penanggulangan ekstremisme tidak saja dengan kerangka pendekata keamanan semata, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Jangan Sesat Pikir tentang Pemolisian Masyarakat Sayangnya isu keterlibatan masyarakat ini disalahpahami dengan istilah yang provokatif misalnya munculnya potensi konflik horizontal yang melibatkan masyarakat dengan masyarakat. Isu pemolisian masyarakat nantinya akan memberikan dorongan kepada masyarakat untuk main hakim sendiri. Inilah dasar dari pemikiran yang salah tafsir terhadap pemolisian masyarakat (community policing). Dalam setiap kejadian pasca teror selalu ada cerita begini. “ orangnya baik, tapi sangat tertutup, saya tidak menyangka dia terlibat aksi teror”. Respon masyarakat ketika ada tetangganya ternyata terlibat aksi teror selalu seragam dengan kalimat di atas. Artinya, sesungguhnya kecuekan, ketidakpedulian dan lemahnya deteksi dini masyarakat terhadap kelompok ekstrem di tengah mereka. Pada poin inilah sebenarnya pelibatan masyarakat dengan cara pemolisian masyarakat dengan cara pendampingan dan pengembangan daerah yang aktif dan peduli terhadap pencegahan ekstremisme di tengah lingkungan mereka menjadi sangat penting. Pemolisian masyarakat sebenarnya bukan hal baru. Bukan pula disesatkan dengan maksud masyarakat main hakim sendiri dengan melakukan penangkapan. Pemolisian masyarakat sebenarnya lebih pada meningkatkan daya tangkal, deteksi dini, dan kepedulian masyarakat dalam mencegah bibit ekstremisme sejak awal. Pada prakteknya pemolisian masyarakat ditujukan untuk meningkatkan profesionalitas Bhabinkamtibmas pada kepolisian yang menguatkan kemitraan masyarakat dan polisi. Pemolisian ini merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan ekstremisme di tengah masyarakat dengan cara meningkatkan sumber daya masyarakat dan terpenting kepedulian masyarakat. Patut dipahami bersama bahwa sejatinya ladang terbesar suburnya ekstremisme kekerasan di tengah masyarakat adalah ketidakpedulian masyarakat. Sikap acuh dan abai terhadap lingkungan menjadi oksigen yang luas bagi kelompok ekstrem untuk berdiam diri di tengah masyarakat. Tentu saja, kontrol dan pengawasan pemerintah melalui aparat yang ada tidak akan mampu mendeteksi secara penuh yang hal ini membutuhkan keterlibatan masyarakat. Dengan demikian, RAN PE ini selain mengatur secara komprehensif juga sebagai upaya mempersempit ruang gerak kelompok ektremisme kekerasan yang dengan mudah melakukan infiltrasi di tengah masyarakat. Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam wujud kemitraan strategis kepolisian dan masyarakat menjadi modal untuk mempersempit ruang gerak mereka. Tentu akan banyak narasi yang memelintir terhadap upaya mempersempit ruang gerak kelompok ekstremis tersebut. Namun, sekali lagi kerentanan akan muncul jika masyarakat menganggap abai terhadap potensi ancaman kelompok radikal dan ekstrem di lingkungan mereka. RAN PE ini harus disambut sebagai upaya negara melindungi masyarakat dengan cara melibatkan masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Suara Kita
Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme-kemudian disebut RAN PE- Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme. Kebijakan ini merupakan langkah maji yang telah ditempu oleh bangsa ini dengan menyadari pentingnya regulasi yang memfokuskan pada pencegahan bibit awal timbulnya aksi kekerasan. Perpres RAN PE ini tentu tidak muncul secara instan. Proses pembahasan dan perumusan telah dimulai sejak tahun 2017 ...
Read more 0

Syekh Ali Jaber : Sosok Ulama Menjaga Ajaran Nabi dan Mencintai NKRI

Syekh Ali Jaber : Sosok Ulama Menjaga Ajaran Nabi dan Mencintai NKRI
Suara Kita
Tidak disangka dan sungguh mengejutkan. Ulama kelahiran Madinah yang resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) meninggalkan dunia. Dengan usia yang relatif muda Syekh Ali Jaber menghembuskan nafas terakhirnya pada hari ini (14/01/2021) dalam usia yang masih muda 44 Tahun. Pria dengan nama Ali Saleh Mohammed Bin Ali Jaber atau biasa dipanggil Syekh Ali Jaber merupakan pendakwah yang cukup populer di tengah umat. Ia biasa tampil di televisi nasional, media sosial ...
Read more 0

Maulid dan Semangat Melawan Islamofobia

Maulid dan Semangat Melawan Islamofobia
Suara Kita
Gelombang dan trend Islamofobia di negeri Barat mengalami peningkatan. Salah satu sasaran dari narasi islamofobia adalah tentang Nabi Muhammad. Banyak sekali opini salah dan penuh kebencian terhadap Rasulullah yang diungkapkan baik dalam tulisan, ucapan hingga lukisan. Islamofobia sebenarnya lahir dari ketidaktahuan terhadap Islam dan Nabi Muhammad yang melahirkan rasa kebencian dan permusuhan. Islam digambarkan sebagai agama barbar, agama perang dan agama yang dekat dengan kekerasan. Nabi pun dianggap bagian dari ...
Read more 0

Cara Islami dalam Menyampaikan Aspirasi

Cara Islami dalam Menyampaikan Aspirasi
Suara Kita
Kedzaliman dan ketidakadilan harus dan wajib ditentang. Masyarakat tidak boleh diam ketika merasa dirugikan dan hak-haknya dirampas oleh penguasa. Berjuang menyampaikan aspirasi dan kritik adalah bentuk jihad paling mulia di depan penguasa. Namun, menggerakkan massa dengan tanpa kontrol bukan juga suatu solusi. Jika yang diingkan adalah subtansi pengerahan massa yang tidak mampu dikelola secara baik hanya memunculkan emosi, bukan mosi tidak percaya. Demonstrasi besar-besaran potensial ditunggangi dengan berbagai kepentingan. Demonstrasi ...
Read more 0

Jihad Melawan Penguasa Dzalim, Bagaimana Caranya?

Jihad Melawan Penguasa Dzalim, Bagaimana Caranya?
Suara Kita
Hiruk pikuk kondisi nasional saat ini sudah pada tingkat yang mengkhawatirkan. Kebijakan terbaru tentang pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja akhirnya memancing emosi dan mosi rakyat terhadap penguasa. Di sisi lain, banyak massa mudah terprovokasi sehingga niat mulia untuk memperjuangkan berujung pada keresahan baru di tengah masyarakat. Demonstrasi adalah bagian dari instrument menyampaikan aspirasi masyarakat. Sebagai negara yang demokratis, penyampaian aspirasi dan tuntutan adalah sesuatu yang harus diwadahi dan dihormati. ...
Read more 0

Batik sebagai Media Dakwah

Batik sebagai Media Dakwah
Suara Kita
Sejarah hari ini tanggal 2 Oktober merupakan Hari Batik Nasional yang mulai diperingati sejak tahun 2009. Peringatan ini bermula setelah Indonesia berhasil memperoleh pengakuan dunia dari UNESCO. Batik telah menjadi kebanggaan serta warisan yang menjadi identitas masyarakat nusantara sejak dulu. Berbicara Batik sebenarnya tidak hanya melulu berbicara warisan nusantara sejak zaman Majapahit. Namun, ada proses yang bersamaan antara batik dengan penyebaran Islam. Tercatat kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara juga terus mengembangkan ...
Read more 0

Upaya Mengkafirkan Pancasila

Upaya Mengkafirkan Pancasila
Suara Kita
Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober sebagai penghormatan terhadap para Pahlawan Revolusi yang gugur dalam upaya keduta 30 September 1965. Peristiwa ini sangat bersejarah sebagai bagian dari bukti Pancasila yang sakti yang lolos dari ujian makar, penolakan dan upaya mengganti dasar negara ini. Tentu di usia yang 75 Tahun sejak dirumuskan dan disepakati, Pancasila banyak melewati rintangan dan ujian sebagai falsafah berbangsa. Setelah kemerdekaan, ia mendapatkan ujian, tujuh kata ...
Read more 0

Penusukan Syekh Ali Jaber dan Pembacokan Pengurus Masjid : Dari Fakta Hingga Propaganda

Penusukan Syekh Ali Jaber dan Pembacokan Pengurus Masjid : Dari Fakta Hingga Propaganda
Suara Kita
Indonesia memang sangat luar biasa penyebaran hoax dan disinformasi yang merajalela. Satu kasus dengan yang lain ditafsir dan dibincangkan dengan saling menyudutkan. Tidak lama dari kasus penusukan Syekh Ali Jaber muncul foto pelaku memegang bendera komunis. Muncul juga nama pelaku yang disebut Alfred. Dibalas oleh kelompok lain pelaku memegang bendera pengusung khilafah. Perang hoax tidak berhenti di situ. Kejadian lain pembacokan terhadap pengurus masjid di Sumatera Selatan pada 11 September ...
Read more 0