Rabu, 31 Desember, 2025
Informasi Damai
Archives by: Farhah Sholihah

Farhah Sholihah

0 comments

Farhah Sholihah Posts

Moderasi Beragama dan Perayaan Natal: Menjaga Keseimbangan dalam Keberagaman

Selamat Hari Natal : Antara Ucapan, Akidah dan Relasi Antar Umat
Narasi
Indonesia adalah negara dengan kemajemukan yang luar biasa, di mana berbagai agama hidup berdampingan dalam satu nusantara. Setiap akhir tahun, ketika umat Kristiani merayakan Natal, muncul berbagai diskusi dan perdebatan di kalangan umat beragama lain, khususnya Muslim sebagai mayoritas. Di sinilah moderasi beragama menjadi sangat penting—sebagai pendekatan yang menyeimbangkan antara keteguhan akidah dengan sikap toleran terhadap keberagaman yang menjadi kenyataan sosial bangsa ini. Moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama ...
Read more 0

Peran Negara dalam Menjamin Kerukunan dan Mendorong Partisipasi Sipil

Photo 2025 12 11 12.15.44
Narasi
Dalam sebuah negara yang majemuk seperti Indonesia, kerukunan antarwarga dan partisipasi aktif masyarakat dalam kehidupan berbangsa merupakan dua pilar fundamental yang menopang demokrasi dan stabilitas nasional. Negara, sebagai institusi tertinggi yang memiliki otoritas dan tanggung jawab atas kesejahteraan warganya, memegang peran sentral dalam menjamin harmoni sosial sekaligus membuka ruang bagi keterlibatan sipil yang bermakna. Tanpa peran negara yang optimal, kerukunan akan rapuh dan partisipasi warga akan terhambat. Peran pertama dan ...
Read more 0

Masjid sebagai Pusat Pelestarian Lingkungan: Dari Mimbar hingga Aksi Nyata

Memang ada segelintir orang yang memiliki warisan paham yang menganggap Indonesia sebagai negara kafir, thagut dan tidak Islami. Narasi ini sangat berbahaya karena implikasinya mendudukkan negara ini sebagai negeri perang. Tidak jarang pada akhirnya muncul terorisme dengan cita-cita ideologis mengganti dasar negara. Mungkin tidak perlu saya debatkan secara ideologis tentang dasar negara ini islami atau tidak. Pentolan mantan ideologi kelompok radikal terorisme, Abu Bakar Ba’asyir, ada akhirnya mengakuti keselarasan antara Pancasila dengan tauhid. Namun, fakta tak terbantahkan adalah kondisi sosiologis keislaman di Indonesia. Indonesia menjadi negara dengan jumlah masjid terbanyak di dunia. Dengan jumlah penduduk muslim di Indonesia sebanyak 237,53 juta jiwa per 31 Desember 2021, Indonesia memiliki kurang lebih 800.000 masjid di berbagai daerah. Lima provinsi dengan masjid terbanyak sebagai berikut Lampung (12.000 masjid), Sulawesi Selatan (14.313 masjid), Jawa Timur (48.947 masjid), Jawa Tengah (50.549 masjid) dan Jawa Barat (58.979 masjid). Selain itu, ditinjau dari sisi kebijakan pemerintah, tidak ada rekayasa yang menyulitkan umat Islam di Indonesia untuk mendirikan masjid. Bahkan bisa jadi masjid yang dibangun tidak berizin pun atas nama pribadi, keluarga dan masyarakat di kampung-kampung juga banyak ditemukan. Dan bayangkan hampir seluruh provinsi dan kabupaten di Indonesia memiliki masjid agung sebagai penanda sebuah wilayah. Lepas dari penjajahan, apa yang dipikirkan oleh pemimpin bangsa ini salah satunya adalah berdirinya sebuah masjid. Masjid Istiqlal diprakarsai oleh negara sebagai simbol implementasi Indonesia yang berdasarkan kepada Ketuhanan. Bayangkan ada masjid negara yang dibuat langsung oleh Presiden. Lalu, Indonesia dianggap negara kafir? Dalam aspek kebijakan lainnya, tidak pernah ada larangan dalam perayaan keagamaan khususnya Islam. Bahkan hari-hari besar Islam diperingati sebagai hari libur nasional. Bahkan beberapa peritsiwa penting seperti Maulid Nabi, Israk Mikraj dan Tahun baru Islam menjadi peringatan yang tidak hanya diperingati di tengah masyarakat tetapi peringatan di Istana Negara. Negara mana yang menyelenggarakan secara nasional dan diresmikan oleh negara beberapa kegiatan keislaman yang tidak hanya hari raya besar keisalaman saja? Bahkan nuzulul quran saja diperingati secara nasional dan diselenggarakan oleh negara. Negara juga memberikan kesempatan yang seluas-luasnya tidak hanya pada aspek hari-hari besar, bahkan pengajian, majlis taklim dan tabligh akbar bebas menguasai ruang-ruang publik di Indonesia. Kemeriahan dzikir juga banyak bertebaran di berbagai pelosok negeri yang sejatinya tidak akan pernah ditemukan di negara Islam seperti Timur Tengah sekalipun. Karena itulah, menjadi tidak logis bahkan sangat menyesatkan jika Indonesia dianggap negara kafir. Negara kafir berarti negara yang tidak memberikan ruang dan kebebasan kepada umat Islam. Negara kafir berarti negara yang secara nyata ingin memerangi umat Islam. Sebutan ini sejatinya akan melukai umat Islam itu sendiri yang secara nyata telah menjadi bagian dari negara ini. Dengan melihat kebebasan dan kenyamanan yang ada, sungguh negara ini sejatinya adalah negara Islam dengan label Pancasila. Pancasila menjadi perekat bagi keragaman dengan nafas Islam yang sangat kental. Islam menjadi ruh dari negara ini dalam merawat perdamaian.
Keagamaan
Masjid bukan sekadar tempat untuk melaksanakan shalat lima waktu. Sejak zaman Rasulullah SAW, masjid telah menjadi pusat peradaban Islam yang menjalankan fungsi sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan. Di tengah krisis lingkungan yang semakin mendesak, masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat gerakan pelestarian lingkungan—baik melalui dakwah yang membentuk kesadaran ekologis maupun praktik nyata yang menginspirasi jamaah untuk hidup ramah lingkungan. Islam memiliki landasan teologis yang kuat tentang pelestarian lingkungan. Konsep khalifah ...
Read more 0

Mengapa Anak Rentan Terpapar Paham Kekerasan?

Mengapa Anak Rentan Terpapar Paham Kekerasan?
Narasi
Fenomena terpaparnya 110 anak usia 10–18 tahun oleh paham radikal-terorisme, sebagaimana ditemukan Densus 88 melalui penelusuran media sosial dan game online, mengguncang banyak pihak. Angka ini bukan sekadar statistik; ia adalah cermin rapuhnya benteng sosial yang seharusnya melindungi generasi muda. Beberapa dari anak-anak tersebut bahkan ada yang telah disiapkan untuk melakukan aksi teror. Hal ini menandakan bahwa kelompok teroris tidak lagi bekerja dalam pola rekrutmen lama. Mereka telah beradaptasi dengan ...
Read more 0

Mencegah Bullying dan Intoleransi di Sekolah: Menutup Jalan Menuju Radikalisme dan Terorisme

Membongkar Narasi Sekolah Islami: Antara Misi Peradaban atau Merek Dagangan ?
Narasi
Sekolah seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak: tempat mereka bertumbuh, menemukan jati diri, dan belajar hidup bersama dalam keberagaman. Namun, dua ancaman laten terus mengintai dunia pendidikan kita: bullying dan intoleransi. Keduanya sering dianggap sebagai masalah perilaku biasa, padahal dalam jangka panjang dapat menjadi pintu masuk menuju radikalisme dan bahkan terorisme. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kekerasan yang dialami atau disaksikan anak di lingkungan sekolah memengaruhi cara mereka memandang dunia—apakah ...
Read more 0

Teror tanpa Bom : Ancaman Sunyi Melalui Soft Propaganda

Teror tanpa Bom : Ancaman Sunyi Melalui Soft Propaganda
Narasi
Perubahan signifikan tengah terjadi dalam lanskap gerakan terorisme di Indonesia. Jika pada dua dekade pertama pasca-reformasi masyarakat Indonesia banyak dikejutkan dengan deretan aksi bom dan serangan berdarah, kini wajah terorisme tampil dengan strategi yang jauh lebih halus dan tersamarkan. Dari aksi berdarah dan propagada yang keras (hard propaganda) yang penuh ancaman dan ajakan kekerasan bersenjata, kini mereka beralih memainkan narasi propaganda lunak (soft propaganda). Strategi ini merujuk pada pola penyebaran ideologi ...
Read more 0

Agama Publik dalam Gema Formalisasi Syariat: Mencari Jalan Solutif bagi Indonesia

Agama Publik dalam Gema Formalisasi Syariat: Mencari Jalan Solutif bagi Indonesia
Narasi
Perdebatan tentang peran agama di ruang publik Indonesia memang tidak akan pernah berhenti. Topik itu tentu saja tidak bisa dinafikan, karena secara tegas negara telah mendalilkan ideologinya sebagai negara yang berketuhanan. Persoalan menjadi rumit ketika tafsir negara yang berketuhanan ini dibingkai dalam narasi formalisasi syariat. Narasi formalisasi syariat dalam hukum dan kebijakan memang memiliki jejak historis dalam pembentukan negara ini. Sebagian kelompok menilai bahwa formalisasi syariat Islam adalah wujud kesempurnaan ...
Read more 0

DNA Aktivisme Gen Z: Mengelola Genetik Perubahan Anak Muda

Photo 2025 09 16 13.30.41
Narasi
Gelombang aktivisme anak muda, khususnya Generasi Z, semakin menjadi sorotan global. Dari Nepal, Bangladesh, Sri Lanka, hingga Indonesia, demonstrasi besar yang digerakkan anak muda menjadi fenomena yang tak bisa diabaikan. Kebencian terhadap nepotisme politik, kegelisahan akibat ekonomi yang kian menekan, hingga kemarahan atas gaya hidup elite yang hedonis menjadi pemicu munculnya perlawanan. Fenomena ini menunjukkan pola universal yang mencerminkan “DNA aktivisme” generasi Z. Ada beberapa ciri yang dapat dikenali. Setidaknya ...
Read more 0

Membaca Kerentanan Anak Muda dalam Jejaring Kekerasan Demonstrasi

Membaca Kerentanan Anak Muda dalam Jejaring Kekerasan Demonstrasi
Narasi
Demonstrasi yang terjadi di Indonesia pada tanggal 25-28 Agustus telah memberikan peringatan keras bagi para elite politik dan pejabat untuk memperhatikan gerakan rakyat. Gerakan ini telah membuka kesadaran baru tentang gerakan nyata masyarakat dalam menyuarakan dan merubah kondisi sosial. Namun, dari kemurnian gerakan demokrasi ini terdapat anomali yang menyedihkan. Beragam kekerasan, kerusuhan, dan penjarahan mewarnai aksi tersebut. Tidak hanya di ibu kota, tetapi kekerasan serupa telah menjalar ke berbagai daerah. ...
Read more 0

Negara Harus Tunduk pada Rakyat, bukan Para Perusuh: Ketika Provokasi Disakralisasi sebagai Aspirasi

Negara Harus Tunduk pada Rakyat, bukan Para Perusuh: Ketika Provokasi Disakralisasi sebagai Aspirasi
Narasi
Rasa sedih, geram dan marah tentu adalah kewajaran ketika melihat kesewenang-wenangan oknum aparat tanpa hati memukul, menendang dan melindas para demonstran. Tetapi, demonstrasi sebagai media demokrasi tidak boleh dikotori oleh penjarahan dan perusakan terhadap fasilitas publik dan negara. Gerakan rakyat merupakan gerakan murni yang menyuarakan aspirasi dan kegetiran nasib kalangan bawah saat ini. Di tengah para elite yang semakin mempertontonkan kemewahan dan hedonisme berlebihan saat kondisi hidup yang tidak lagi ...
Read more 0