Indonesia adalah negara dengan kemajemukan yang luar biasa, di mana berbagai agama hidup berdampingan dalam satu nusantara. Setiap akhir tahun, ketika umat Kristiani merayakan Natal, muncul berbagai diskusi dan perdebatan di kalangan umat beragama lain, khususnya Muslim sebagai mayoritas. Di sinilah moderasi beragama menjadi sangat penting—sebagai pendekatan yang menyeimbangkan antara keteguhan akidah dengan sikap toleran terhadap keberagaman yang menjadi kenyataan sosial bangsa ini. Moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama ...
Read more 0 Archives by: Farhah Sholihah
Farhah Sholihah
Farhah Sholihah Posts
Dalam sebuah negara yang majemuk seperti Indonesia, kerukunan antarwarga dan partisipasi aktif masyarakat dalam kehidupan berbangsa merupakan dua pilar fundamental yang menopang demokrasi dan stabilitas nasional. Negara, sebagai institusi tertinggi yang memiliki otoritas dan tanggung jawab atas kesejahteraan warganya, memegang peran sentral dalam menjamin harmoni sosial sekaligus membuka ruang bagi keterlibatan sipil yang bermakna. Tanpa peran negara yang optimal, kerukunan akan rapuh dan partisipasi warga akan terhambat. Peran pertama dan ...
Read more 0 Masjid bukan sekadar tempat untuk melaksanakan shalat lima waktu. Sejak zaman Rasulullah SAW, masjid telah menjadi pusat peradaban Islam yang menjalankan fungsi sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan. Di tengah krisis lingkungan yang semakin mendesak, masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat gerakan pelestarian lingkungan—baik melalui dakwah yang membentuk kesadaran ekologis maupun praktik nyata yang menginspirasi jamaah untuk hidup ramah lingkungan. Islam memiliki landasan teologis yang kuat tentang pelestarian lingkungan. Konsep khalifah ...
Read more 0 Fenomena terpaparnya 110 anak usia 10–18 tahun oleh paham radikal-terorisme, sebagaimana ditemukan Densus 88 melalui penelusuran media sosial dan game online, mengguncang banyak pihak. Angka ini bukan sekadar statistik; ia adalah cermin rapuhnya benteng sosial yang seharusnya melindungi generasi muda. Beberapa dari anak-anak tersebut bahkan ada yang telah disiapkan untuk melakukan aksi teror. Hal ini menandakan bahwa kelompok teroris tidak lagi bekerja dalam pola rekrutmen lama. Mereka telah beradaptasi dengan ...
Read more 0 Sekolah seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak: tempat mereka bertumbuh, menemukan jati diri, dan belajar hidup bersama dalam keberagaman. Namun, dua ancaman laten terus mengintai dunia pendidikan kita: bullying dan intoleransi. Keduanya sering dianggap sebagai masalah perilaku biasa, padahal dalam jangka panjang dapat menjadi pintu masuk menuju radikalisme dan bahkan terorisme. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kekerasan yang dialami atau disaksikan anak di lingkungan sekolah memengaruhi cara mereka memandang dunia—apakah ...
Read more 0 Perubahan signifikan tengah terjadi dalam lanskap gerakan terorisme di Indonesia. Jika pada dua dekade pertama pasca-reformasi masyarakat Indonesia banyak dikejutkan dengan deretan aksi bom dan serangan berdarah, kini wajah terorisme tampil dengan strategi yang jauh lebih halus dan tersamarkan. Dari aksi berdarah dan propagada yang keras (hard propaganda) yang penuh ancaman dan ajakan kekerasan bersenjata, kini mereka beralih memainkan narasi propaganda lunak (soft propaganda). Strategi ini merujuk pada pola penyebaran ideologi ...
Read more 0 Perdebatan tentang peran agama di ruang publik Indonesia memang tidak akan pernah berhenti. Topik itu tentu saja tidak bisa dinafikan, karena secara tegas negara telah mendalilkan ideologinya sebagai negara yang berketuhanan. Persoalan menjadi rumit ketika tafsir negara yang berketuhanan ini dibingkai dalam narasi formalisasi syariat. Narasi formalisasi syariat dalam hukum dan kebijakan memang memiliki jejak historis dalam pembentukan negara ini. Sebagian kelompok menilai bahwa formalisasi syariat Islam adalah wujud kesempurnaan ...
Read more 0 Gelombang aktivisme anak muda, khususnya Generasi Z, semakin menjadi sorotan global. Dari Nepal, Bangladesh, Sri Lanka, hingga Indonesia, demonstrasi besar yang digerakkan anak muda menjadi fenomena yang tak bisa diabaikan. Kebencian terhadap nepotisme politik, kegelisahan akibat ekonomi yang kian menekan, hingga kemarahan atas gaya hidup elite yang hedonis menjadi pemicu munculnya perlawanan. Fenomena ini menunjukkan pola universal yang mencerminkan “DNA aktivisme” generasi Z. Ada beberapa ciri yang dapat dikenali. Setidaknya ...
Read more 0 Demonstrasi yang terjadi di Indonesia pada tanggal 25-28 Agustus telah memberikan peringatan keras bagi para elite politik dan pejabat untuk memperhatikan gerakan rakyat. Gerakan ini telah membuka kesadaran baru tentang gerakan nyata masyarakat dalam menyuarakan dan merubah kondisi sosial. Namun, dari kemurnian gerakan demokrasi ini terdapat anomali yang menyedihkan. Beragam kekerasan, kerusuhan, dan penjarahan mewarnai aksi tersebut. Tidak hanya di ibu kota, tetapi kekerasan serupa telah menjalar ke berbagai daerah. ...
Read more 0 Negara Harus Tunduk pada Rakyat, bukan Para Perusuh: Ketika Provokasi Disakralisasi sebagai Aspirasi
Rasa sedih, geram dan marah tentu adalah kewajaran ketika melihat kesewenang-wenangan oknum aparat tanpa hati memukul, menendang dan melindas para demonstran. Tetapi, demonstrasi sebagai media demokrasi tidak boleh dikotori oleh penjarahan dan perusakan terhadap fasilitas publik dan negara. Gerakan rakyat merupakan gerakan murni yang menyuarakan aspirasi dan kegetiran nasib kalangan bawah saat ini. Di tengah para elite yang semakin mempertontonkan kemewahan dan hedonisme berlebihan saat kondisi hidup yang tidak lagi ...
Read more 0
