Jumat, 1 Juli, 2022
Informasi Damai
Archives by: Fathur Rohman

Fathur Rohman

0 comments

Fathur Rohman Posts

Perlukah UU Anti-Ideologi Khilafah?

Perlukah UU Anti-Ideologi Khilafah?
Suara Kita
Keberadaan kelompok pengasong ideologi khilafah ini, seyogianya tidak bisa kita anggap remeh. Sebab, mereka bukan hanya berada dalam taraf meracuni pemahaman masyarakat saja. Akan tetapi, mengarah ke dalam wilayah ingin menguasai dan ingin menggantikan sistem bernegara kita. Maka, sangat tidak cukup jika kita hanya mengandalkan basis pencegahan semata. Melainkan, perlu adanya semacam Undang-Undang yang mengatur. Sebagai payung hukum untuk memberantas habis ideologi khilafah, dengan berbagai macam kamuflase dan motif yang ...
Read more 0

Politik Identitas adalah “Racun” Bagi Bangsa dan Merampas Hak Demokrasi Kita!

Politik Identitas adalah “Racun” Bagi Bangsa dan Merampas Hak Demokrasi Kita!
Suara Kita
Di setiap moment menjelang pesta demokrasi, kita mungkin sering mendengar berbagai argumentasi deklaratif bernuansa religious. Seperti “Dia calon pemimpin panutan umat”, “Dia calon pemimpin yang taat beragama”, “Dia calon pemimpin yang layak dan sesuai dengan Syariat-Nya”, “Dia calon pemimpin yang meneladani ajaran Nabi” dan “Dia calon pemimpin yang akan membawa bangsa, sesuai dengan perintah-Nya” dan lain sebagainya.    Semua argumentasi-argumentasi deklaratif yang semacam ini, adalah bagian dari cara kerja politik ...
Read more 0

Al-Qur’an Mewajibkan Umara Memberantas Ideologi Perusak Bangsa!

Al-Qur’an Mewajibkan Umara Memberantas Ideologi Perusak Bangsa!
Suara Kita
Tugas paling fundamental dari seorang umara atau pemerintah yang sah, adalah menjaga stabilitas masyarakat dan tatanan sosial-nya, yaitu (NKRI). Sehingga, ketika ada gerakan atau ideologi dengan motif apa-pun, yang secara orientasi mengancam dimensi keduanya, maka kewajiban seorang umara atau pemerintah, adalah memberantas keberadaannya. Sebagaimana yang dijelaskan di dalam (QS. Al-An’am;48) dalam potongan ayat “Faman aamana wa ashlaha fala khoufun alaihim walahum yakhzanun” bahwasanya, siapa-pun orang yang beriman dan berbuat kemaslahatan, ...
Read more 0

Perlukah UU Ceramah Anti-Intoleransi dan Pemecah-Belah?

Perlukah UU Ceramah Anti-Intoleransi dan Pemecah-Belah?
Suara Kita
Cobalah kita renungkan. Selama ini, ketika kita ada kesadaran dalam hati, ingin merajut kehidupan sosial yang harmonis satu-sama lain di tengah keragaman. Hal itu selalu gagal dan sering terhambat. Karena, ada begitu banyak oknum penceramah keagamaan yang terus mengajak umat berpecah-belah. Serta, mengajak umat menutup ruang sosial dengan dalih prinsip iman. Lalu enggan untuk hidup berdampingan satu-sama lain di tengah keragaman.   Kondisi yang semacam ini tentunya tidak bisa kita ...
Read more 0

Menemukan Persaudaraan dalam Sedekah

Suara Kita
 Sebentar lagi, Ramadhan akan segera berlalu. Sebuah perjalanan spiritualitas yang menggembleng diri. Berpuasa menahan rasa haus dan lapar setiap hari. Dalam maksud, agar kita bisa menyadari bahwa dalam hidup, kita pasti membutuhkan orang lain di sekeliling kita. Sebagaimana, rasa empati kita terhadap sesama dan rasa menghormati terhadap mereka yang berbeda keyakinan dengan kita. Bahwa, semua umat manusia adalah saudara kita.  Jadi, di sisa-sisa seminggu terakhir Ramadhan ini kita harus memperbanyak ...
Read more 1

Penceramah Menggelorakan Nasionalisme dalam Keimanan

Penceramah Menggelorakan Nasionalisme dalam Keimanan
Suara Kita
Seorang penceramah, sejatinya tidak cukup “hanya” mengajarkan umat, bagaimana cara meneguhkan iman yang baik. Tetapi, seorang penceramah juga perlu mengajarkan bagaimana peran dan fungsi keimanan yang baik itu, bisa terpancar ke dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, karakteristik keimanan yang sifatnya transcendent itu, sejatinya bukan dari Tuhan untuk Tuhan, melainkan dari Tuhan untuk manusia. Jadi, jangan biarkan perjalanan spiritualitas-keimanan itu berada dalam “ruang kosong” atau nir-makna bagi kehidupan umat manusia. Misalnya, dalam ...
Read more 0

“Penceramah Radikal” Bukan Penceramah!

“Penceramah Radikal” Bukan Penceramah!
Suara Kita
Saya rasa, kita tidak perlu melabeli “oknum-oknum radikal” itu dengan sebutan penceramah lagi. Sebab, ketika kita menyandingkan label penceramah, ustadz atau-pun seorang “ulama” terhadap mereka (oknum-oknum yang radikal). Maka, kita seolah membenarkan “oknum radikal” sebagai seorang penceramah agama. Sehingga, oknum radikal ini akan semakin mudah mencari hati masyarakat untuk melindungi mereka. Sebab, label penceramah, ulama atau-pun ustadz itu selalu dijadikan alat para oknum radikal. Misalnya, ketika keberadaan mereka ingin dimusnahkan, ...
Read more 0

Anti Penceramah Radikal, Bukan Islamophobia!

Anti Penceramah Radikal, Bukan Islamophobia!
Suara Kita
Seperti yang telah disampaikan oleh Presiden Jokowi, dalam sambutan RAPIM TNI-Polri, pada Selasa 1/3/2022. Beliau menyampaikan secara tegas untuk selalu waspada dan jangan asal mengundang penceramah yang ternyata radikal. Karena, ketika hal demikian dianggap sepela, maka efeknya justru akan sangat besar. Sebab, penyebaran virus ideologi radikal-intolerant selalu begitu. Seperti mendoktrin lewat pengajian-pengajian kecil, hingga paham yang semacam itu terus mewabah. Pun, kita harus paham. Perihal ketegasan Presiden Jokowi akan pentingnya ...
Read more 0

Sumber Kemudharatan Selalu Datang dari Politisasi Agama

Sumber Kemudharatan Selalu Datang dari Politisasi Agama
Suara Kita
Agama itu, sejatinya adalah sumber dari segala kebaikan. Apa-pun agama itu. Sebab, segala bentuk kemudharatan seperti praktik kezhaliman dan merusak tatanan itu murni, bukan bersumber dari (ajaran agama). Melainkan, bersumber dari (politisasi agama). Yaitu sebuah praktik, melegitimasi agama untuk membenarkan segala tindakan yang sebetulnya tidak dibenarkan di dalam agama itu sendiri. Kita mungkin pernah membaca dan memahami kebijakan politik Nabi Muhammad SAW di Madinah. Beliau membangun perjanjian dengan non-Muslim untuk ...
Read more 0

Mengembalikan Khittah Masjid Nusantara yang Anti-Radikal

Mengembalikan Khittah Masjid Nusantara yang Anti-Radikal
Suara Kita
Saya rasa, ungkapan “tidak ada Masjid radikal” itu bisa dibenarkan. Jika kita berkaca kepada sejarah Masjid terdahulu di Nusantara. Baik dari segi arsitektur bangunannya yang membudaya. Hingga, corak dan karakteristik Masjid Nusantara yang condong mengalami (akulturasi) keislaman dengan budaya lokal. Hingga, menghadirkan Masjid-Masjid dengan paradigma yang tolerant dan bersih dari segala paham radikal. Misalnya, Masjid Agung Sunan Ampel. Masjid yang terletak di Surabaya Jawa Timur ini merupakan Masjid yang di ...
Read more 0